Bus Karyawan PT AMNT Terguling di Sumbawa: 2 Tewas, Belasan Luka-Luka

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 8 Maret 2025 - 06:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Sumbawa – Kecelakaan tragis terjadi di jalan lintas Desa Perung menuju Dodo, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pada Rabu, 5 Maret 2025, sekitar pukul 15.00 WITA. Sebuah bus yang mengangkut karyawan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) terguling, mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan belasan lainnya mengalami luka-luka.

Kronologi Kecelakaan

Sekretaris Kecamatan Lunyuk, Muhammad Iqbal, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi di Km 12 jalan lintas Perung-Dodo, Desa Perung. Berdasarkan keterangan saksi mata dan korban, bus yang mengangkut 23 orang itu sedang dalam perjalanan menuju kawasan tambang Dodo Rinti.

“Menurut saksi, bus tidak kuat menanjak. Kendaraan sudah hampir sampai di atas, namun tiba-tiba mesinnya mati,” ungkap Iqbal.

Akibatnya, bus meluncur mundur tanpa kendali. Sopir berusaha mengerem, namun diduga remnya blong, sehingga bus terguling.

Korban Jiwa dan Penanganan

Kecelakaan ini menelan dua korban jiwa yang meninggal di tempat. Lima penumpang mengalami luka berat dan langsung dirujuk ke RSUD Sumbawa untuk mendapatkan perawatan intensif, sementara belasan lainnya mengalami luka ringan.

Baca Juga :  APBD-P 2025 Lolos Evaluasi Kemendagri, DPRD NTB Kasih Lima Catatan Penting Untuk Gubernur

Melihat kejadian tersebut, warga sekitar yang sedang bekerja di ladang segera menghubungi Polsek Lunyuk, pihak PT AMNT, dan Kantor Camat Lunyuk. Tak lama berselang, tim kepolisian, perwakilan PT AMNT, serta petugas kecamatan tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi.

Untuk mempercepat proses penyelamatan, PT AMNT menerjunkan satu unit helikopter guna mengevakuasi korban meninggal dan korban luka ringan. Sementara itu, korban luka berat dievakuasi melalui jalur darat menggunakan ambulans milik Puskesmas Lunyuk dan PT AMNT, karena kondisi mereka tidak memungkinkan untuk diangkut dengan helikopter.

Saat ini, bus yang terguling telah dievakuasi ke Polsek Lunyuk untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, sekaligus memastikan arus lalu lintas kembali lancar.

Identitas Korban

Korban meninggal dunia:

Herman (Karyawan PT MND)

Arsyad (Karyawan PT ISS)

Korban luka berat yang dirujuk ke RSUD Sumbawa:

Sukiman

Syafruddin (Sopir bus)

Syamsul

Juan Fathir

Baca Juga :  Resmi Dilantik! Komisi Informasi NTB 2026-2030 Diminta ‘Buka-Bukaan’, Miq Iqbal: Transparansi Tak Boleh Setengah Hati

Rian Ariadi

Yongki

Ahmad Abu

Jenazah korban meninggal telah dipulangkan ke rumah duka menggunakan ambulans dari Puskesmas Lenangguar dan Desa Lunyuk Rea.

Penyelidikan dan Tindakan Lanjutan

Kasat Lantas Polres Sumbawa, AKP Edwin Isa Mahendra, membenarkan insiden tersebut. “Dua korban meninggal dunia, sedangkan dua korban luka berat dirujuk ke RSUP Manambai Abdul Kadir Sumbawa. Korban luka ringan, termasuk sopir bus, saat ini sedang dirawat di Puskesmas Lunyuk,” ujar Edwin.

Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) rencananya akan dilakukan setelah sahur pada keesokan harinya. Hal ini dikarenakan jarak tempuh dari Sumbawa ke Lunyuk yang cukup jauh, sekitar tiga jam perjalanan, serta kondisi lokasi yang minim penerangan.

“Penanganan awal sudah dilakukan oleh Polsek Lunyuk, sehingga korban dapat segera teridentifikasi dan penyebab awal kecelakaan bisa diketahui,” pungkas Edwin.

Saat ini, tim investigasi dari Polres Sumbawa dan PT AMNT masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut.

 

 

Berita Terkait

Dituding Dana NTBCare Rp31 Miliar Mengalir ke Pribadi, Bang Zul Buka Suara: Ini Keterlaluan, Audit Saja
Aklamasi Tanpa Lawan, Hartati Nahkodai Kohati HMI Bima 2026-2027, Begini Proses Penetapannya
Gubernur Iqbal Resmikan Pusat Informasi Geopark Rinjani, Tegaskan Status UNESCO Tanpa Kompromi, Ini Alasannya
Diduga Telantarkan Istri Usai Jadi Ajudan Bupati, Polisi di Bima Sepakat Cerai Usai Disidang
Hardiknas 2026, Guru PPPK Paruh Waktu di NTB Era Iqbal-Dinda Dapat Tambahan Insentif Rp500 Ribu
Dipaksakan dan Tak Sah, Subhan Bongkar Dugaan Kejanggalan Muscab PPP Dompu
PPP NTB Bergejolak, Marga Harun Sebut Muscab Dompu Tak Sah dan Bermasalah
Iqbal Libatkan Buruh di ‘Dapur Perda’, Skema PMI Disiapkan Putus Kemiskinan, Umi Dinda Ingatkan Ini
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 20:15 WIB

Dituding Dana NTBCare Rp31 Miliar Mengalir ke Pribadi, Bang Zul Buka Suara: Ini Keterlaluan, Audit Saja

Senin, 4 Mei 2026 - 19:24 WIB

Aklamasi Tanpa Lawan, Hartati Nahkodai Kohati HMI Bima 2026-2027, Begini Proses Penetapannya

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:58 WIB

Gubernur Iqbal Resmikan Pusat Informasi Geopark Rinjani, Tegaskan Status UNESCO Tanpa Kompromi, Ini Alasannya

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:57 WIB

Diduga Telantarkan Istri Usai Jadi Ajudan Bupati, Polisi di Bima Sepakat Cerai Usai Disidang

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:23 WIB

Hardiknas 2026, Guru PPPK Paruh Waktu di NTB Era Iqbal-Dinda Dapat Tambahan Insentif Rp500 Ribu

Berita Terbaru