SUMBAWAPOST.com, Mataram- Dalam rangka untuk memperluas manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Bali Nusa Tenggara (Badko HMI Nusra) meminta Pemerintah Daerah agar dapat melibatkan Petani lokal, nelayan dan peternak untuk menyuplai bahan untuk memenuhi asupan makanan bagi para siswa sekolah.
“Pentingnya melibatkan petani lokal, para nelayan, peternak dalam menyuplai bahan pangan lokal di tiap kabupaten kota di NTB. Melalui konsep Pemberdayaan ( Peduli, Bersih, Aman dan Alami). Hal itu sebagai bentuk dukungan pemerintah Daerah terhadap mereka, sehingga MBG ini dapat berdampak bagi ekonomi rakyat serta keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG),”sebut Ketua Umum Badko HMI Bali Nusra Caca Handika, melalui Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) David Putra Pratama, Rabu (12/02/2025).
Selain itu, Badko HMI Bali Nusra mendorong agar pemerintah ikut melibatkan UMKM. UMKM lokal dapat berperan sebagai pemasok bahan pokok yang dibutuhkan, khususnya dalam upaya memprioritaskan pemanfaatan komoditas lokal untuk menyajikan makanan bergizi bagi penerima manfaat, seperti anak sekolah, balita, dan ibu hamil.
“Melalui kolaborasi dengan Patani di tiap daerah, nelayan, para peternak dengan UMKM, saya yakin MBG akan lebih efisien dalam operasionalnya dan mendapatkan bahan pokok yang segar untuk diolah,” jelas David Putra Pratama.
Misalkan, sambung pria yang akrab disapa David, kebutuhan beras, sayur-sayuran, daging atau kebutuhan apapun itu.
“Kami dengan tegas meminta Pemprov NTB hal ini dapat jadi perhatian dan prioritas. Dan juga kami meminta agar hal ini segera lakukan sosialisasi ke kepala daerah agar kebutuhan kebutuhan dan peralatan dapur harus melibatkan teman-teman UMKM, di daerah,” tegas Kader HMI Cabang Mataram ini.
Selain itu, Pria kelahiran Kabupaten Bima ini, ingatkan untuk memastikan gizi dan sanitasi menjadi perhatian utama dalam pemberian Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Kota di Nusa Tenggara Barat. Selain siswa, para petugas di dapur yang menyiapkan makanan juga dipastikan steril dan bersih.
“Pemda harus menjamin gizi dan sanitasi higienisnya, bahwa itu memenuhi syarat standar kesehatan juga ada ahli gizi. Karena sebelum ditunjuk, saya yakin Pemprov NTB dapur tersebut sudah mengantongi ijin dan sertifikat. Dapurnya harus higienis dan sanitasi memenuhi standar,” terang David.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program prioritas Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang resmi diberlakukan sejak Senin (6/1) di sekolah-sekolah dan posyandu pada 26 provinsi di Indonesia termasuk di NTB dengan anggaran Rp71 triliun.
Pemerintah menargetkan program MBG dapat menyentuh tiga juta penerima manfaat selama Januari-Maret 2025. Penerima manfaat itu terdiri dari balita, santri, siswa PAUD, TK, SD, SMP, SMA, ibu hamil, serta ibu menyusui.










