Investor Solusi Penggerak Ekonomi, Dr Iwan Ingatkan Iqbal-Dinda Sektor Pertanian Dan Pariwisata Solusi Atasi Kemiskinan

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 23 Januari 2025 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram-Kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi sorotan Akademisi Fakultas Ekonomi Unram, Dr Iwan Harsono, menyusul cukup tinggi nya angka kemiskinan lima tahun terakhir.

Mengacu data Pusat Statistik Nusa Tenggara Barat (BPS NTB) kondisi kemiskinan di NTB dalam lima tahun terakhir: Pada Maret 2024, jumlah penduduk miskin di NTB mencapai 709.010 orang. Pada September 2024, persentase penduduk miskin di NTB mencapai 11,91%. Pada Maret 2023, jumlah penduduk miskin di NTB lebih banyak dibandingkan dengan Maret 2024. Pada Maret 2024, garis kemiskinan di NTB sebesar Rp534.703 per kapita per bulan. Pada Maret 2024, indeks kedalaman kemiskinan di NTB meningkat menjadi 2,44 poin. Pada Maret 2024, indeks keparahan kemiskinan di NTB meningkat menjadi 0,61 poin.

Beberapa faktor yang dapat menurunkan tingkat kemiskinan di NTB, antara lain: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), Nilai Tukar Petani (NTP), Laju inflasi, Pengeluaran konsumsi rumah tangga, Bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH).

Sehingga, Usai mengikuti RDP di Komisi III DPRD NTB, Dr Iwan Harsono mendorong Gubernur dan Wakil Gubernur NTB terpilih Iqbal-Dinda, dalam lima tahun kedepan fokus garap sektor pertanian dan Pariwisata.

“Untuk mengurangi kemiskinan di NTB, di pemerintahan Iqbal-Dinda untuk fokus pada pertanian dan pariwisata,” kata Dr Iwan Harsono pada wartawan Kamis (23/01/ 2025).

Baca Juga :  Geger! Bupati Dompu Klaim Pakai Baju Termahal di Muka Bumi, Warganet Heboh

Kenapa Pertanian, Pria yang akrab disapa Dae Iwan ini menyebut, mengingat sektor pertanian hingga kini masih penyumbang angka terbesar untuk jumlah kemiskinan  di NTB. Di mana, penduduk miskin tersebut banyak bekerja sebagai buruh tani dan perkebunan.

Selain itu, perkembangan industri yang semakin maju, pembangunan sektor pertanian hal yang strategis dalam upaya menuntaskan problem kemiskinan di Nusa Tenggara Barat.

“Selain ditunjang potensi lahan pertanian tadi, sektor pertanian masih merupakan lapangan pekerjaan yang paling banyak ditekuni masyarakat NTB ,”terang Dae Iwan.

Akan tetapi, mengatasi kemiskinan melalui pemberdayaan pertanian memerlukan pendekatan multi aspek yang mengatasi penyebab akar tantangan yang dihadapi oleh komunitas pertanian. Dengan memanfaatkan teknologi, belanja APBD yang berkualitas dan berinvestasi dalam pendidikan serta infrastruktur, sehingga menurut Dae Iwan, masyarakat dapat memutus belenggu kemiskinan, mendorong masa depan di mana pertanian menjadi pendorong pembangunan inklusif dan berkelanjutan.

“Tinggal bagaimana pemerintah kedepannya itu lebih fokus. Bagaimana permasalahan yang dihadapi petani kita seperti ketersediaan dan harga pupuk yang murah dan terjangkau, obat-obatan, bibit dan lain sebaginya bisa segera dicarikan solusi supaya Petani kita tidak lagi mengeluh setiap jelang musim tanam, pembinaan dan

Selain itu Kata Dae Iwan, sektor pariwisata muncul sebagai salah satu pilar ekonomi yang paling dinamis. Apakah bisa sektor ini mengentaskan kemiskinan?

Baca Juga :  DPRD NTB Minta KPU Tindaklanjuti Temuan Coklit Oleh Bawaslu

“Pariwisata dipercaya menawarkan solusi praktis dan berkelanjutan bagi berbagai tantangan sosial-ekonomi yang dihadapi Khususnya Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB),”ungkapnya

Mengingat NTB sendiri kaya akan keanekaragaman alam dan budaya, pariwisata bukan hanya soal keindahan pantai atau pesona budaya. “Tetapi juga tentang bagaimana sektor ini dapat dimobilisasi sebagai alat strategis untuk mengurangi kemiskinan,”katanya.

Selama ini, Dae Iwan menilai, dua sektor yang menjadi ujung tombak pembangunan Ekonomi masyarakat NTB yakni sektor pertanian dan pariwisata selama ini justru terkesan diabaikan. Padahal, menurut Dae Iwan kedua sektor ini merupakan basis ekonomi masyarakat NTB yang banyak tinggal di wilayah pedesaan.

“Kalau Pak Iqbal mau kerjakan dua hal ini, saya yakin ekonomi NTB akan bisa bergerak lebih maju kedepannya, kemiskinan dengan sendirinya bisa teratasi,” tegas Dae Iwan.

Selain itu, Pemerintah Iqbal-Dinda berharap bisa lebih banyak mendatangkan investor untuk masuk ke NTB.

“Hanya dengan kedatangan investor, maka ekonomi NTB akan juga bisa bergerak di tengah keterbatasan APBD,”pesannya.

Hal itu akan lebih mudah, mengingat Pak Iqbal yang lama berada di luar negeri, tentu investor asing sesuai janjinya akan dengan mudah digaet datang ke NTB, termasuk juga wisatawannya.

“Tapi, jika sudah wisatawan datang banyak, mereka harus dibuat nyaman. Termasuk, bagaimana memperbanyak rute-rute penerbangan baru ke NTB,” jelas Dae Iwan.

Berita Terkait

Polisi Bongkar 3 Kasus Sabu di Dompu, 18,39 Gram Diamankan, Ini Lokasi dan Pelakunya
Bali Tak Punya Perda Sumbangan Pendidikan, Komisi V DPRD NTB Bawa Pulang Pelajaran Ini
Jangan Habiskan Energi Kejar Karier Politik, Ini 3 Wasiat Miq Iqbal untuk Pemuda NTB
Anggota DPR RI Mori Hanafi Apresiasi Kerja Keras Basarnas Cari Korban KM Virgo
Mahasiswa Penjual Kopi Keliling Asal Kota Bima di Mataram Ditangkap Polisi, Ini Kasusnya
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba, Getaran Dirasakan hingga Bima, Warga Panik
Sinta M. Iqbal Terpilih Aklamasi Pimpin PMI NTB, Bukan Cari Jabatan tapi Siap Hadir Saat Ada Air Mata
Gubernur NTB Soroti Lemahnya Rencana Bencana, Minta Semua Tak Lagi Tunggu Perintah
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Polisi Bongkar 3 Kasus Sabu di Dompu, 18,39 Gram Diamankan, Ini Lokasi dan Pelakunya

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Bali Tak Punya Perda Sumbangan Pendidikan, Komisi V DPRD NTB Bawa Pulang Pelajaran Ini

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Jangan Habiskan Energi Kejar Karier Politik, Ini 3 Wasiat Miq Iqbal untuk Pemuda NTB

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:26 WIB

Anggota DPR RI Mori Hanafi Apresiasi Kerja Keras Basarnas Cari Korban KM Virgo

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Mahasiswa Penjual Kopi Keliling Asal Kota Bima di Mataram Ditangkap Polisi, Ini Kasusnya

Berita Terbaru