Dipersilahkan Masuk TPS Usai Cek Daftar Nama, Pemilih di Bima Malah Bacok Ketua KPPS

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 27 November 2024 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Bima- Pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Bima tercoreng dengan aksi penganiayaan terhadap ketua kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) salah satu Desa Waduwani Kecamatan Woha Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Pada hari Rabu pagi tanggal 27 November 2024 Pukul 08.00 Wita, Bertempat di Gedung Serba guna (GSG) Desa Waduwani.

Peristiwa tersebut terjadi saat korban Aswadin, (32), sedang melaksanakan tugas sebagai ketua KPPS 2 dan pada saat berlangsung pencoblosan, datang pelaku dengan membawa kartu cek pemberitahuan sehingga pelaku dapat masuk ke TPS.

Pada saat jarak pelaku dengan korban berdekatan, korban langsung mengeluarkan sebilah parang yang di simpan di pinggang dan langsung melakukan pembacokan sebanyak 3 kali ke arah bagian punggung, ke arah leher dan ke arah kepala.

Baca Juga :  NTB, Kaya Udang Tapi Miskin Uang: Semua Diambil Pusat, Daerah Cuma Kebagian ‘Buihnya’

Kepala Satreskrim Polres Bima, Inspektur Polisi Satu Abdul Malik, atas peristiwa tersebut, Korban mengalami luka bacok di bagian punggung, luka bacok di bagian leher dan luka goreng di jari tangan.

“Dan korban di larikan ke PKM Woha untuk mendapatkan perawatan medis dan di arahkan untuk di rujuk ke RSUD Bima,”ungkapnya.

Tidak butuh waktu lama, Abdul Malik menyampaikan bahwa pihaknya menangkap terduga pelaku usai beraksi sekitar pukul 08.00 WITA.

Baca Juga :  AKBP Mubiarto Resmi Jabat Kapolres Bima Kota, Kapolda NTB Edy Murbowo Tekankan Pelayanan Maksimal kepada Masyarakat

“Pelaku telah di amankan di Mapolres Bima dan Barang bukti di amankan oleh BKTM Waduwani dan Bhabinsa kemudian di serahkan ke Kapolsek Woha,”terangnya.

Dari hasil interogasi, terduga pelaku asal Desa Waduwani mengakui dia menganiaya tersebut karena motif cemburu dengan korban berinisial Amiruddin (32).

“Kejadian penganiayaan ini murni masalah pribadi dan tidak ada kaitannya dengan Pilkada. Hanya kebetulan korban adalah ketua KPPS yang sedang melaksanakan tugas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Malik mengimbau masyarakat untuk menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke pihak kepolisian dan tidak mengambil aksi yang dapat memperkeruh situasi keamanan.

Berita Terkait

Rinjani 100 Siap Digelar, 2.275 Pelari dari 38 Negara Bakal Taklukkan Gunung Rinjani
Proyek Jalan Lenangguar-Lunyuk, Dewan NTB Fakhruddin Rob Warning Keras: Target 20 Mei, Molor Siap Dipidanakan
DPR RI Mori Hanafi Turun Gunung, Soroti Bendungan Pelaparado yang Kritis dan Butuh Rp90 Miliar untuk 3.895 Hektare
Wali Kota Bima ‘Ngantor’ ke Jakarta, Jemput Proyek PUPR: Kota BISA Siap Disulap Lebih Kece
Stok Beras Gudang Bulog NTB Tembus 130 Ribu Ton, Aman untuk Kebutuhan hingga 2 Tahun
Dilaporkan Soal Sebar Nomor Gubernur NTB, Rohyatil Buka Fakta di Polda: Itu Bukan Data Pribadi
Pimpinan dan Anggota DPRD NTB Menyampaikan Ucapan Selamat Hari Otonomi Daerah XXX Tahun 2026
Satpol PP NTB ‘Berubah Haluan’ di HUT ke-76, Dari Penertiban ke Bazar Pangan Murah
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 16:11 WIB

Rinjani 100 Siap Digelar, 2.275 Pelari dari 38 Negara Bakal Taklukkan Gunung Rinjani

Selasa, 28 April 2026 - 16:00 WIB

Proyek Jalan Lenangguar-Lunyuk, Dewan NTB Fakhruddin Rob Warning Keras: Target 20 Mei, Molor Siap Dipidanakan

Selasa, 28 April 2026 - 15:15 WIB

DPR RI Mori Hanafi Turun Gunung, Soroti Bendungan Pelaparado yang Kritis dan Butuh Rp90 Miliar untuk 3.895 Hektare

Selasa, 28 April 2026 - 12:42 WIB

Wali Kota Bima ‘Ngantor’ ke Jakarta, Jemput Proyek PUPR: Kota BISA Siap Disulap Lebih Kece

Selasa, 28 April 2026 - 12:24 WIB

Stok Beras Gudang Bulog NTB Tembus 130 Ribu Ton, Aman untuk Kebutuhan hingga 2 Tahun

Berita Terbaru