SUMBAWAPost, Mataram – Ketua Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM Komisi Pemilihan Umum Nusa Tenggara Barat (KPU NTB) Agus Hilman, mencetus gagasan agar KPU Kabupaten/Kota membuat program Parade Pilkada 2024 dan program Pelopor Desa Demokrasi untuk memaksimalkan kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih pilkada 2024
“Kita berharap Pelopor Desa Demokrasi di NTB ini, masing-masing Kabupaten/Kota minimal satu atau dua desa. Silahkan pakai kategori apakah Desa yang parmasnya rendah, Desa yang rawan bencana atau rawan konflik atau Desa yang pelanggaran pemilunya tinggi, silahkan di tentukan,”ujar Hilman, selasa 23 Juli 2024 dalam keterangan tertulis yang diterima media ini.
Sementara itu menurut akademisi UIN Mataram, Dr. Agus mengatakan Pelopor Desa Demokrasi ini merupakan sebuah inovasi tata Kelola pemilu. Tentu dengan harapan partisipasi masyarakat meningkat dari desa. Tentu kinerja kelembagaan KPU pun meningkat nantinya.
“Kita koneksikan Pelopor Desa Demokrasi dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi dan kabupaten kota, agar inovasi ini berkelanjutan, tentunya menyongsong cita-cita NTB emas 2045”, harap Agus
Pada hari ke dua Pelaksanaan Rapat Koordinasi Sosialisasi Pendidikan pemilih pilkada 2024 dan standar pelayanan informasi publik di masa tahapan pilkada tersebut, Sekretaris KPU Provinsi NTB Mars Ansori Wijaya meminta KPU Kabupaten dan Kota dalam memaksimalkan upaya-upaya sosialisasi dan pendidikan pemilih, ide-ide kreatif harus terus berkembang secara dinamis.
“Terus gali teman-teman, jadi jangan selalu mengharapkan ide-ide sosialisasi itu munculnya tidak hanya dari atasan saja tetapi dari Bawah juga. Ide sosialisasi itu bisa berupa ide kreatif yang muncul dari orang-orang lain, dari teman-teman sekretariat, mungkin yang non structural”, sambung Mars
“Komunikasi yang baik dengan komisioner sebagai pimpinan di kabupaten/kota menjadikan sosialisasi ini lebih lentur sehingga ide-ide yang membangun sosialisasi di wilayah masing-masing bisa berkembang”, tutupnya










