Bus Pariwisata dari Senggigi Lindas Pejalan Kaki Hingga Tewas Ditempat

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 23 Juli 2024 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPost, Mataram – Seorang pejalan kaki di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) tewas setelah terlindas bus pariwisata. Kecelakaan maut tersebut terjadi di Simpang Tiga Pasar Kebon Roek Ampenan. Selasa 23 Juli 2024.

Warga di sekitar tempat kejadian yang melihat insiden kecelakaan itu sontak berteriak. Mereka langsung berhamburan untuk menolong korban.

Kasat Lantas Polresta Mataram AKP Yozana Fajri Sidik AF SIK MH turun langsung bersama Unit Laka Lantas mengatakan bahwa benar adanya jadi menurut kronologis awal adanya rombongan bus dari arah Senggigi menuju arah Ampenan tepat di persimpangan Kebon Roek terjadi kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan pejalan kaki dengan bus rombongan tersebut.

Baca Juga :  Bukan Tempat Istirahat, Home Stay di Pekat Dompu Jadi Sarang Sabu: Dua Wanita Diciduk Polisi

“Korban pejalan kaki tersebut meninggal dunia dan kami saat ini langsung mendatangi TKP dan melaksanakan olah TKP atas kejadian tersebut”, ucapnya

“Saat ini, sopir bus dan kendaraannya sudah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut di Polresta Mataram dan penumpang bus di evakuasi,” pungkasnya

Menurut keterangan saksi mata, korban yang merupakan seorang ibu-ibu sedang menyeberang jalan saat bus pariwisata tersebut melintas. Korban terseret beberapa meter dan mengalami luka parah.

“Kepala dan badannya Mengalami Luka parah,” ujar salah satu saksi mata.

Sementara dari keterangan sopir bus yang mengangkut rombongan pariwisata tersebut menyampaikan bahwa dirinya tidak melihat pejalan kaki melintas sebelum kejadian.

Baca Juga :  Laporan Masuk Sejak April 2024, Kasus Dugaan Ijazah Palsu Dewan Dompu Masih Tahap Penyelidikan

“Si sopir tidak ada melihat korban. Bahkan penumpang di depan juga tidak melihat ada ibu korban menyeberang. Tapi masih didalami dalam penyelidikan sesuai keterangan saksi-saksi baru kita analisa,” ujar Yazona.

Informasi yang dihimpun media ini, korban merupakan wanita lanjut usia (lansia), Muniah (69) asal kampung Arab kecamatan Ampenan. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 Wita.

Korban diketahui langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram. Namun, nyawanya sudah tidak tertolong.

Berita Terkait

Jalan Soromandi Bima Masuk Prioritas IJD 2026, Rp48 Miliar Bersumber dari APBN
Disorot HMI dan DPRD, Pemprov NTB Buka Suara: Jalan Soromandi Masuk IJD 2026, Rp48 Miliar Disiapkan
HMI Sorot Jalan Bima-Dompu, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Angkat Bicara
Tiga Desa Pasang ‘Benteng Adat’ di Hutan Sesaot, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Zona Merah
Warga Jadi ‘Pasukan Infanteri’ Jaga Hutan Sesaot, Gubernur NTB Iqbal: Zona Merah Tak Boleh Disentuh
Hanura NTB Dipacu Menatap 2029, Rio Capella: Musuh Paling Besar Partai Itu Kemalasan
Hanura NTB Bidik Kursi DPRD di 3 Daerah Ini pada Pemilu 2029, Ternyata Ini Alasannya
Hanura NTB Siap ‘Pasang Papan Nama’ di Tiap Desa
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:13 WIB

Jalan Soromandi Bima Masuk Prioritas IJD 2026, Rp48 Miliar Bersumber dari APBN

Rabu, 2 September 2026 - 10:46 WIB

Disorot HMI dan DPRD, Pemprov NTB Buka Suara: Jalan Soromandi Masuk IJD 2026, Rp48 Miliar Disiapkan

Rabu, 2 September 2026 - 09:45 WIB

HMI Sorot Jalan Bima-Dompu, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Angkat Bicara

Rabu, 2 September 2026 - 07:16 WIB

Tiga Desa Pasang ‘Benteng Adat’ di Hutan Sesaot, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Zona Merah

Rabu, 2 September 2026 - 05:33 WIB

Warga Jadi ‘Pasukan Infanteri’ Jaga Hutan Sesaot, Gubernur NTB Iqbal: Zona Merah Tak Boleh Disentuh

Berita Terbaru