1,8 juta Warga NTB Jadi Tenaga Kerja Informal dan Daerah ke-4 Terbanyak Pengirim PMI LN

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 11 Agustus 2024 - 00:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPost, Mataram – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi menjelaskan bahwa Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) atau dikenal juga dengan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) adalah salah satu strategi pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan, mengurangi jumlah pengangguran dengan meningkatkan produktivitas masyarakat terutama kalangan menengah ke bawah.

“Jumlah tenaga kerja di sektor informal di NTB sekitar 1,8 juta, sementara yang di sektor formal hanya sekitar 700 ribu. Jika tidak diarahkan dengan baik, hal ini bisa menjadi masalah karena pengangguran bisa bertambah,” ujar Aryadi. Saat membuka kegiatan Peningkatan Jejaring Kapasitas TKM Pemula Tahun 2024 sekaligus menjadi Narasumber pada kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Kendari, di Hotel Lombok Plaza.

Baca Juga :  Ratusan Personel Polda NTB Amankan Seri 12 MXGP Hari ini

Untuk itu harus ada inovasi, serta upaya dari pemerintah dan seluruh pihak terkait.

“Bagaimana caranya bukan hanya untuk mengisi kesempatan kerja dalam daerah ini, tapi juga harus menyiapkan tenaga kerja agar mampu bersaing di pasar kerja nasional dan daerah lain serta mengisi kesempatan kerja di luar negeri,”katanya.

Terkait kesempatan kerja di luar negeri, Mantan Kadis Kominfotik menyebut NTB merupakan daerah ke-4 pengirim PMI terbanyak ke 108 negara. PMI yang bekerja di luar negeri itu tentu memiliki modal (gaji) dan pengalaman di luar negeri. Dengan modal uang (gaji) yang dikirim ke kampung halamannya maupun dari pengalaman dan jaringan yang diperoleh di luar negeri, itu sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi usaha mandiri di daerah. Karena itu Aryadi menyoroti pentingnya pendampingan pelatihan wirausaha bagi para keluarga PMI dan PMI Purna.

Baca Juga :  KPU NTB Hadiri Launching Indeks Partisipasi Pilkada 2024: Dorong Demokrasi yang Lebih Bermakna dan Partisipatif

“PMI purna ini butuh pendampingan dengan keterampilan dan latihan untuk skill wirausaha serta pelatihan manajemen usaha. Remitan yang besar harus diarahkan untuk kegiatan produktif agar mereka tidak kembali menjadi PMI,” jelas Aryadi.

Berita Terkait

Nazaruddin Resmi Pimpin NasDem Kabupaten Bima, Abdul Muis Jadi Sekretaris
Mori Hanafi Lantik Pengurus NasDem Kabupaten Bima, Konsolidasi Menuju Pemilu 2029
Hianati Hasil Rekonsiliasi, DPP Singkirkan Muzihir, Akri Ambil Alih Kursi Ketua DPW PPP NTB
Kongres HMI XXXIII 2026, Ketua Badko HMI Bali-Nusra: Berani untuk Indonesia, Bukan Boneka Kekuasaan!
Bawaslu RI Salurkan Santunan untuk Keluarga Almarhum PNS Bawaslu Mataram
Kopi NTB Dilirik Turki dan Inggris di TEI 2026
Kacang Mete Songgajah NTB Dilirik Jepang, Turki dan Serbia di TEI 2026
Sate Rembiga dan Ayam Taliwang NTB Dilirik Jepang dan Papua Nugini di TEI 2026
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Nazaruddin Resmi Pimpin NasDem Kabupaten Bima, Abdul Muis Jadi Sekretaris

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Mori Hanafi Lantik Pengurus NasDem Kabupaten Bima, Konsolidasi Menuju Pemilu 2029

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Hianati Hasil Rekonsiliasi, DPP Singkirkan Muzihir, Akri Ambil Alih Kursi Ketua DPW PPP NTB

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Kongres HMI XXXIII 2026, Ketua Badko HMI Bali-Nusra: Berani untuk Indonesia, Bukan Boneka Kekuasaan!

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Bawaslu RI Salurkan Santunan untuk Keluarga Almarhum PNS Bawaslu Mataram

Berita Terbaru