Wakil Ketua DPRD Dompu Kurnia Ramadhan: Budaya Nyinyir Hanya Akan Memecah Persatuan, Bukan Mempererat Toleransi

- Jurnalis

Selasa, 15 April 2025 - 00:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Dompu- Wakil Ketua DPRD Dompu, Kurnia Ramadhan, memberikan kritik tajam terhadap sejumlah pihak yang mengklaim diri sebagai pemerhati budaya, namun justru mengeluarkan komentar nyinyir yang dapat merusak budaya lokal. Menurutnya, pandangan yang menganggap identitas dan simbol budaya tertentu harus berdiri sendiri, padahal masih menjadi bahan perdebatan, hanya akan menciptakan ketegangan di tengah masyarakat yang kaya akan keberagaman budaya.

“Kita harus sadar bahwa Indonesia adalah negeri yang penuh dengan keragaman etnis dan budaya. Pemaksaan cara berpikir yang mengutamakan ego ini justru berpotensi merusak internalisasi nilai-nilai budaya yang seharusnya berfungsi sebagai perekat persatuan dan pemahaman antar sesama,” kata Kurnia dalam pernyataan yang disampaikan kepada awak media. Selasa 15 April 2025.

Kurnia menekankan bahwa nilai-nilai budaya yang sejati akan menumbuhkan sikap kelembutan dan kebersamaan. Internalisaasi nilai-nilai tersebut seharusnya menjadi jembatan yang menghubungkan perbedaan dan mempromosikan harmoni sosial di tengah keberagaman yang ada.

Baca Juga :  Fahrul Mustofa Serukan Perubahan: PMI Lobar Harus Jadi Organisasi Tangguh untuk Kemanusiaan

Lebih lanjut, Kurnia menegaskan bahwa kepala daerah harus dapat berdiri di tengah keragaman masyarakat tanpa terjebak dalam ego kelompok tertentu. “Keberagaman budaya dan etnis yang ada harus dipahami sebagai kekuatan, bukan sebagai hal yang memecah belah. Kepala daerah tidak boleh terjebak dalam pengkotakan diri,” ujarnya dengan tegas.

Menurut Kurnia, budaya nyinyir yang seringkali muncul dalam diskursus publik justru tidak mencerminkan internalisasi nilai-nilai budaya yang sejati. “Praktik budaya yang baik tercermin dalam sikap dan tingkah laku yang saling menghormati. Bukan dalam bentuk komentar yang justru memecah belah masyarakat,” tegasnya.

Kurnia berharap agar setiap elemen masyarakat, terutama para pemangku kebijakan, lebih bijaksana dalam menyikapi perbedaan dan mengedepankan nilai-nilai budaya yang dapat memperkuat persatuan dan keharmonisan sosial.

Lebih lanjut, Kurnia menjelaskan bahwa budaya sejatinya berfungsi sebagai perekat sosial yang dapat menyatukan masyarakat melalui nilai, norma, dan identitas bersama. Budaya, baik lokal maupun nasional, memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk jati diri kita dan memperkuat hubungan antar sesama. “Budaya lokal, misalnya, bukan hanya soal bahasa atau adat istiadat, tetapi juga kesenian yang menjadi bagian dari jembatan pemahaman dan toleransi,” ujarnya.

Baca Juga :  Sidang Aktivis 105 Miliar Memasuki Babak Final, Kuasa Hukum Fihiruddin Minta Hakim Menegakkan Keadilan

Namun, ia menambahkan, internalisasi nilai-nilai budaya sangat penting untuk memastikan bahwa proses asimilasi budaya berjalan dengan harmonis. Dalam masyarakat yang beragam, sering kali terjadi asimilasi antara yang mayoritas dan minoritas. “Minoritas menyesuaikan diri dengan mayoritas, dan mayoritas menghargai keberadaan minoritas. Ini adalah bentuk penghargaan terhadap keberagaman,” jelasnya.

Kurnia menegaskan, kita harus menghindari pemaksaan pemikiran bahwa budaya harus bersifat inklusif dengan mengkotak-kotakan beberapa kelompok. “Pemaksaan seperti ini tidak sejalan dengan nilai-nilai budaya yang sejati, yang justru menekankan pada kebersamaan dan penghargaan terhadap perbedaan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Calendar of Event Lombok Barat 2026 Diluncurkan, 32 Agenda Wisata Ditargetkan Genjot Ekonomi Daerah
Tradisi Sakral Lombok Barat Tembus Nasional, Pujawali dan Perang Topat Resmi Masuk 110 Kharisma Event Nusantara 2025
Perang Topat Lingsar Kembali Menggema! Tradisi Toleransi Lombok Barat Raih Kharisma Event Nusantara 2025, UMKM Ikut Panen Berkah
NTB Siaga Nataru, Gubernur Susun Rencana Darurat Hadapi Cuaca Ekstrem di Destinasi Wisata
Kemenkum NTB Gencarkan Pengawasan Notaris, Satgas PNBP Fidusia Segera Dibentuk
Rinjani Tak Boleh Rusak, Gubernur NTB Dorong Geopark Berbasis Pelestarian, Budaya, dan Pariwisata Berkualitas
Ngopi Bareng Berujung Dukungan, PSOI NTB Bidik PT Amman untuk Masa Depan Surfing NTB
Nilai Tukar Petani NTB November 2025 Naik 1,61 Persen, Ini Penyebabnya
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 23:00 WIB

Calendar of Event Lombok Barat 2026 Diluncurkan, 32 Agenda Wisata Ditargetkan Genjot Ekonomi Daerah

Jumat, 5 Desember 2025 - 22:35 WIB

Tradisi Sakral Lombok Barat Tembus Nasional, Pujawali dan Perang Topat Resmi Masuk 110 Kharisma Event Nusantara 2025

Jumat, 5 Desember 2025 - 22:11 WIB

Perang Topat Lingsar Kembali Menggema! Tradisi Toleransi Lombok Barat Raih Kharisma Event Nusantara 2025, UMKM Ikut Panen Berkah

Jumat, 5 Desember 2025 - 22:00 WIB

NTB Siaga Nataru, Gubernur Susun Rencana Darurat Hadapi Cuaca Ekstrem di Destinasi Wisata

Jumat, 5 Desember 2025 - 21:42 WIB

Kemenkum NTB Gencarkan Pengawasan Notaris, Satgas PNBP Fidusia Segera Dibentuk

Berita Terbaru