TPID NTB Pastikan Stok dan Harga Pangan Aman Jelang Ramadan 2026

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTB melakukan inspeksi mendadak di Gudang Perum Bulog Wilayah NTB untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan, Rabu (20/1/2026).

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTB melakukan inspeksi mendadak di Gudang Perum Bulog Wilayah NTB untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan, Rabu (20/1/2026).

SUMBAWAPOST.com| Mataram- Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok strategis berada dalam kondisi aman dan terkendali. Kepastian tersebut diperoleh melalui inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) NTB, Rabu (20/01/2026).

Sidak dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Provinsi NTB,Pj. Sekda NTB Lalu Muhamad Faozal, didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB. Kegiatan ini melibatkan unsur TPID yang terdiri dari Bank Indonesia, Biro Ekonomi Setda NTB, Badan Pusat Statistik (BPS), Satgas Pangan Polda NTB, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta instansi terkait lainnya.

“Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan stok pangan mencukupi dan harga tetap stabil menjelang Ramadan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang,” ujar Pj. Sekda Provinsi NTB Lalu Muhamad Faozal di sela-sela sidak.

Baca Juga :  Rohmi-Firin Sapa Warga Kota Mataram dengan Gelar Pasar Malam

Rombongan TPID mengawali sidak di Gudang Perum Bulog Wilayah NTB. Kepala Perum BULOG Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) Mara Kamin Siregar, menyampaikan bahwa stok beras saat ini mencapai sekitar 150 ribu ton, jumlah yang dinilai sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat NTB hingga 10 bulan ke depan.

“Stok beras kita dalam kondisi aman. Selain itu, stok gula juga tersedia, dan minyak goreng dijadwalkan kembali masuk dalam minggu ini,” jelas Mara Kamin Siregar. Ia menegaskan, secara umum kondisi pangan pokok strategis di NTB berada pada status aman dan terkendali.

Usai dari Bulog, rombongan TPID melanjutkan sidak ke gudang PT Baling-Baling Bambu untuk memantau ketersediaan telur ayam ras. Pihak perusahaan memastikan bahwa pasokan telur menjelang Ramadan berada dalam kondisi mencukupi.

“Untuk harga telur di tingkat distributor saat ini berkisar antara Rp47.000 hingga Rp52.000 per tray, tergantung kualitas dan biaya distribusi,” ungkap perwakilan perusahaan.

Baca Juga :  BRIDA NTB Dorong Inovasi Daerah, Kolaborasi Pentahelix Jadi Kunci NTB Makmur Mendunia

Dalam sidak tersebut, TPID juga mencatat sejumlah catatan strategis sebagai bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan daerah. Pada komoditas beras, diperlukan penguatan sarana pascapanen, khususnya ketersediaan mesin pengering untuk menjaga kualitas hasil panen dan keberlanjutan produksi.

Sementara pada sektor perunggasan, stabilitas pasokan pakan serta sistem pemasaran yang berimbang dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan produksi dan kestabilan harga telur.

Pj. Sekda Provinsi NTB Lalu Muhamad Faozal menegaskan pentingnya koordinasi yang lebih intensif antar perangkat daerah dan seluruh pemangku kepentingan.

“Koordinasi ini diperlukan untuk memastikan kelancaran distribusi, ketersediaan bahan baku pendukung, serta menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan,” tegas Lalu Muhamad Faozal.

Dengan langkah tersebut, Pemerintah Provinsi NTB optimistis ketersediaan bahan pokok akan tetap terjaga dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat selama Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Rp950 Juta per Titik, Dewan PDIP Ahmad Amrullah Desak Polisi Bongkar Dugaan Jual Beli Dapur MBG di Lombok Timur
Bukan Provinsi Pulau Sumbawa! Razikin Usul Nama Nusa Tenggara Tengah, Alasannya Menarik
Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila
Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan
Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global
Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB
KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya
PKS NTB Sembelih 193 Hewan Kurban, Sebanyak 2.000 Paket Daging Dibagikan untuk Warga
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:42 WIB

Rp950 Juta per Titik, Dewan PDIP Ahmad Amrullah Desak Polisi Bongkar Dugaan Jual Beli Dapur MBG di Lombok Timur

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:56 WIB

Bukan Provinsi Pulau Sumbawa! Razikin Usul Nama Nusa Tenggara Tengah, Alasannya Menarik

Senin, 1 Juni 2026 - 19:49 WIB

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 - 18:13 WIB

Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan

Senin, 1 Juni 2026 - 13:55 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global

Berita Terbaru