Mataram | SUMBAWAPOST.com- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Nusa Tenggara Barat (DPRD NTB) Muhamad Aminurlah yang akrab disapa Aji Maman menegaskan bahwa kinerja Pemerintah Provinsi NTB pada triwulan pertama dinilai belum menunjukkan gerakan signifikan. Senin (2/3/2026)
Menurutnya, hingga saat ini belum terlihat langkah konkret yang mencerminkan percepatan program prioritas Gubernur. Ia bahkan menyoroti persoalan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang dinilainya masih amburadul.
“Gerakan triwulan pertama belum ada. SOTK saja masih amburadul. Makanya harus dievaluasi kepala BKD itu,” tegasnya.
Saat ditanya letak amburadulnya, Aji Maman menjelaskan bahwa persoalan SOTK berdampak langsung pada pelayanan publik, terutama yang berkaitan dengan pendapatan daerah. Seperti Penggabungan Wilayah Kerja (Samsat), UPTB Pelayanan Pajak Daerah (UPTD PPD) atau UPTB UPPD yang sebelumnya berjumlah 10 wilayah (kabupaten/kota) dirampingkan wilayah kerja kini berkurang dan mempelebar jarak pelayanan. Menurutnya, kinerja belum dapat berjalan maksimal karena struktur organisasi yang belum tertata dengan baik.
“Salah satu contohnya memperjauh pelayanan terutama berkaitan dengan pendapatan, belum bisa bekerja maksimal karena masalah SOTK ini,” ujarnya.
Ia bahkan menilai perlu adanya evaluasi terhadap Kepala BKD karena dianggap tidak optimal dalam menjalankan aturan yang ada.
“Dia bermain-main dengan segala aturan yang ada itu,” katanya.
Pernyataan tersebut, lanjutnya, juga merupakan sikap yang pernah disampaikan oleh Komisi I DPRD.
Terkait lambatnya eksekusi penataan SOTK dan realisasi target-target Gubernur, Aji Maman menilai ada beberapa kemungkinan penyebab, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia hingga faktor politik. “Realisasi eksekusi dari target-target Pak Gubernur ini kan lambat,” ujarnya.
Padahal, menurutnya, peta program dan visi-misi sudah jelas. Ia menekankan bahwa persoalan utama terletak pada manajemen.
“Peta dan program jelas, visi-misi jelas, itu berati manajemennya jadi masalah. Dan Orang-orang pembantu Gubernur ini tidak sejalan dengan pemikiran Gubernur. Kurang cepat, tepat, efektif,” tegasnya.
Ia menambahkan, para pembantu Gubernur seharusnya segera menindaklanjuti seluruh program prioritas yang telah dirancang, tanpa menunggu intervensi pihak lain.
Saat ditanya apakah hal tersebut berarti OPD belum mampu menerjemahkan visi-misi Gubernur NTB, Aji Maman menjawab tegas. “Iya, betul sekali. Betul-betul. OPD tidak mampu ya segera dievaluasi itu,” katanya.
Ia berharap evaluasi menyeluruh dapat segera dilakukan agar kinerja pemerintahan di tahun berjalan bisa lebih efektif dan selaras dengan arah kebijakan Gubernur.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










