Triwulan Pertama Dinilai Minim Gerakan, Dewan NTB Aji Maman Soroti SOTK Amburadul dan Minta Kepala BKD Dievaluasi

Avatar

- Jurnalis

Senin, 2 Maret 2026 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD NTB Aji Maman saat menyampaikan pandangannya mengenai evaluasi SOTK dan lambatnya realisasi program pemerintah daerah.

Anggota DPRD NTB Aji Maman saat menyampaikan pandangannya mengenai evaluasi SOTK dan lambatnya realisasi program pemerintah daerah.

Mataram | SUMBAWAPOST.com- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Nusa Tenggara Barat (DPRD NTB) Muhamad Aminurlah yang akrab disapa Aji Maman menegaskan bahwa kinerja Pemerintah Provinsi NTB pada triwulan pertama dinilai belum menunjukkan gerakan signifikan. Senin (2/3/2026)

Menurutnya, hingga saat ini belum terlihat langkah konkret yang mencerminkan percepatan program prioritas Gubernur. Ia bahkan menyoroti persoalan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang dinilainya masih amburadul.

“Gerakan triwulan pertama belum ada. SOTK saja masih amburadul. Makanya harus dievaluasi kepala BKD itu,” tegasnya.

Saat ditanya letak amburadulnya, Aji Maman menjelaskan bahwa persoalan SOTK berdampak langsung pada pelayanan publik, terutama yang berkaitan dengan pendapatan daerah. Seperti Penggabungan Wilayah Kerja (Samsat), UPTB Pelayanan Pajak Daerah (UPTD PPD) atau UPTB UPPD yang sebelumnya berjumlah 10 wilayah (kabupaten/kota) dirampingkan wilayah kerja kini berkurang dan mempelebar jarak pelayanan. Menurutnya, kinerja belum dapat berjalan maksimal karena struktur organisasi yang belum tertata dengan baik.

Baca Juga :  Janji Tinggal Janji, Honorer 518 Pemprov NTB Tagih Komitmen Ketua Komisi I DPRD

“Salah satu contohnya memperjauh pelayanan terutama berkaitan dengan pendapatan, belum bisa bekerja maksimal karena masalah SOTK ini,” ujarnya.

Ia bahkan menilai perlu adanya evaluasi terhadap Kepala BKD karena dianggap tidak optimal dalam menjalankan aturan yang ada.

“Dia bermain-main dengan segala aturan yang ada itu,” katanya.

Pernyataan tersebut, lanjutnya, juga merupakan sikap yang pernah disampaikan oleh Komisi I DPRD.

Terkait lambatnya eksekusi penataan SOTK dan realisasi target-target Gubernur, Aji Maman menilai ada beberapa kemungkinan penyebab, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia hingga faktor politik. “Realisasi eksekusi dari target-target Pak Gubernur ini kan lambat,” ujarnya.

Baca Juga :  Guru To’i Wakili Bali-Nusra dalam Kaukus Parlemen Hijau Daerah, DPRD NTB Dukung Advokasi Keadilan Ekologis

Padahal, menurutnya, peta program dan visi-misi sudah jelas. Ia menekankan bahwa persoalan utama terletak pada manajemen.

“Peta dan program jelas, visi-misi jelas, itu berati manajemennya jadi masalah. Dan Orang-orang pembantu Gubernur ini tidak sejalan dengan pemikiran Gubernur. Kurang cepat, tepat, efektif,” tegasnya.

Ia menambahkan, para pembantu Gubernur seharusnya segera menindaklanjuti seluruh program prioritas yang telah dirancang, tanpa menunggu intervensi pihak lain.

Saat ditanya apakah hal tersebut berarti OPD belum mampu menerjemahkan visi-misi Gubernur NTB, Aji Maman menjawab tegas. “Iya, betul sekali. Betul-betul. OPD tidak mampu ya segera dievaluasi itu,” katanya.

Ia berharap evaluasi menyeluruh dapat segera dilakukan agar kinerja pemerintahan di tahun berjalan bisa lebih efektif dan selaras dengan arah kebijakan Gubernur.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Gubernur NTB Tegaskan Birokrasi Jangan Bergantung pada Pemimpin, Politisi Datang dan Pergi
UNRAM Siap Dukung Transformasi Sumbawa, Bupati Jarot Buka Suara
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 19 Orang dan Uang Ratusan Juta Diamankan, Diduga Terkait Proyek Pemkab
Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah Siapkan Beasiswa Kuliah Gratis untuk Juara Shorinji Kempo Porprov NTB 2026
Shorinji Kempo Porprov NTB 2026 Resmi Bergulir, 101 Atlet dari Delapan Daerah Siap Berebut Medali
Nobar Final Piala Dunia Satukan Ribuan Warga, Pemprov NTB Apresiasi Antusiasme Masyarakat
IPM NTB 2025 Naik Signifikan, Kolaborasi Menjadi Kunci Akselerasi
Pemprov NTB Perketat Pengawasan Program MBG, SPPG Tak Patuh Terancam Dievaluasi hingga Dihentikan
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 20:55 WIB

Gubernur NTB Tegaskan Birokrasi Jangan Bergantung pada Pemimpin, Politisi Datang dan Pergi

Senin, 20 Juli 2026 - 18:23 WIB

UNRAM Siap Dukung Transformasi Sumbawa, Bupati Jarot Buka Suara

Senin, 20 Juli 2026 - 16:47 WIB

Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 19 Orang dan Uang Ratusan Juta Diamankan, Diduga Terkait Proyek Pemkab

Senin, 20 Juli 2026 - 14:23 WIB

Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah Siapkan Beasiswa Kuliah Gratis untuk Juara Shorinji Kempo Porprov NTB 2026

Senin, 20 Juli 2026 - 13:55 WIB

Shorinji Kempo Porprov NTB 2026 Resmi Bergulir, 101 Atlet dari Delapan Daerah Siap Berebut Medali

Berita Terbaru

Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. menerima kunjungan silaturahmi Rektor Universitas Mataram (UNRAM) Prof. Dr. Sukardi, M.Pd. bersama jajaran di Kantor Bupati Sumbawa untuk memperkuat kolaborasi pembangunan daerah melalui riset, hilirisasi, inovasi, dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)

Pemerintahan

UNRAM Siap Dukung Transformasi Sumbawa, Bupati Jarot Buka Suara

Senin, 20 Jul 2026 - 18:23 WIB