APBD NTB Disorot, Belanja Operasional Tembus 77,81 Persen, Pegawai di Atas 31 Persen

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 5 September 2026 - 02:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal Menyampaikan Evaluasi Pengelolaan Belanja APBD NTB Tahun Anggaran 2025 Dalam Rapat Paripurna DPRD NTB.

Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal Menyampaikan Evaluasi Pengelolaan Belanja APBD NTB Tahun Anggaran 2025 Dalam Rapat Paripurna DPRD NTB.

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram –Struktur Belanja APBD NTB Tahun Anggaran 2025 Menjadi salah satu Perhatian Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal.

Dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB, Iqbal mengungkapkan Belanja Daerah pada 2025 masih Didominasi Belanja Operasional yang mencapai 77,81 persen.

“Struktur belanja tahun 2025 masih didominasi belanja operasional sebesar 77,81%. Kedepan, komposisi belanja perlu ditata agar lebih efisien dan memberikan dampak nyata bagi Pelayanan Publik dan Pembangunan,” ungkapan Iqbal.

Hal tersebut disampaikan dalam laporan Gubernur Iqbal dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB saat menyampaikan pandangan Pemerintah terhadap hasil Evaluasi Menteri Dalam Negeri terkait Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 beserta Rancangan Peraturan Gubernur tentang Penjabarannya.

Rapat Paripurna tersebut digelar Di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Kamis Malam (3/9/2026) yang dipimpin Ketua DPRD NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda, didampingi Wakil Ketua DPRD NTB HL Wirajaya, H Yek Agil dan H Muzihir, yang dihadiri Gubernur NTB Dr Lalu Muhamad Iqbal, sejumlah anggota DPRD NTB, perwakilan Forkopimda serta kepala OPD lingkup Pemprov NTB.

Baca Juga :  Adu Banteng Motor Vs Mobil di Sumbawa, Satu Orang Tewas

Dalam laporannya, Ia juga menyoroti belanja Pegawai yang perlu disesuaikan secara bertahap menuju batas maksimal 30 persen sesuai ketentuan.

Iqbal menjelaskan, secara perhitungan, apabila Dana Alokasi Umum (DAU) tidak mengalami pengurangan, posisi belanja Pegawai NTB sebenarnya berada di bawah 30 persen.

Namun, pengurangan Dana Alokasi Umum (DAU) membuat total APBD ikut menurun sehingga Persentase Belanja Pegawai justru menjadi lebih dari 31 persen.

“Terkait dengan belanja Pegawai, sesungguhnya kalau Dana Alokasi Umum tidak dikurangi, sesungguhnya kita sudah berada pada level di bawah 30%. Namun karena belanja alokasi umumnya dikurangi, sehingga sum dari APBD-nya juga ikut menurun, maka akhirnya belanja pegawai Kita menjadi lebih dari 31%. Jadi Kita yang salah memperkirakan,” ujarnya.

Menurut Iqbal, kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah untuk terus menekan pengeluaran Belanja Pegawai agar persentasenya dapat kembali berada di bawah batas yang ditargetkan.

Baca Juga :  Pj Gubernur dan Ketua Koni Optimis NTB Raih 20 Medali Emas di PON 2024

“Jadi penurunan ini menyebabkan naiknya prosentase. Mudah-mudahan kita bisa terus menekan pengeluaran di belanja pegawai ini sehingga bisa turun di atas 30%. Tetapi situasi ini juga sudah saya sampaikan kepada MenPan, kepada MenDagri, dan juga kepada Komisi II,” katanya.

Selain struktur belanja, Iqbal juga menekankan percepatan realisasi belanja dan optimalisasi SiLPA.

Perencanaan, Pengadaan, Pengelolaan Kas, serta Monitoring harus disinkronkan agar realisasi belanja berjalan lebih cepat.

“Silpa yang cukup besar perlu dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung Pelayanan Publik, Pendidikan, Infrastruktur, serta Penyelesaian Kewajiban,” ujarnya.

Iqbal menegaskan, seluruh Pengelolaan Anggaran harus tetap berorientasi pada hasil dan manfaat bagi Masyarakat.

Pendidikan, Pelayanan Dasar, Infrastruktur, Penanganan Stunting, dan Pengentasan Kemiskinan disebut harus menjadi perhatian utama dalam Pengelolaan Anggaran Daerah.

“Kita ingin membangun NTB dengan Anggaran yang Berkualitas, Belanja yang memberikan hasil, dan Pengelolaan Keuangan yang mampu meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat,” tegasnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Didukung Gubernur dan Ketua DPRD, Mohan Kalahkan Mori dalam Perebutan Ketua KONI NTB
Mohan Roliskana Terpilih Jadi Ketua KONI NTB 2026-2030
PON 2028 Makin Dekat, Miq Iqbal Desak KONI NTB Akhiri Perbedaan
Polisi Timbun Jalan Provinsi Berlubang di Bima, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Buka Suara
Kekeringan Melanda, Gubernur Miq Iqbal Ajak Warga NTB Perbanyak Istighfar dan Selawat
Kementan Dorong Hilirisasi Peternakan di UNRAM, Potensi Lokal Diminta Jadi Sumber Nilai Tambah
Polisi Turun Tangan Perbaiki Jalan Provinsi di Bima, Tak Tega Lihat Warga Terus Berjatuhan
Miq Iqbal Bosan Lihat UMKM Itu-Itu Saja, Pembinaan di NTB Diminta Lebih Inovatif
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Didukung Gubernur dan Ketua DPRD, Mohan Kalahkan Mori dalam Perebutan Ketua KONI NTB

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Mohan Roliskana Terpilih Jadi Ketua KONI NTB 2026-2030

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:55 WIB

PON 2028 Makin Dekat, Miq Iqbal Desak KONI NTB Akhiri Perbedaan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Polisi Timbun Jalan Provinsi Berlubang di Bima, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Buka Suara

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:26 WIB

Kekeringan Melanda, Gubernur Miq Iqbal Ajak Warga NTB Perbanyak Istighfar dan Selawat

Berita Terbaru

Mohan Roliskana Terpilih Sebagai Ketua Umum KONI NTB Periode 2026-2030 Dalam Musprovlub KONI NTB di Mataram, Selasa (13/10/2026).

Olahraga

Mohan Roliskana Terpilih Jadi Ketua KONI NTB 2026-2030

Selasa, 13 Okt 2026 - 18:20 WIB

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Saat Membuka Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa KONI NTB 2026.

Olahraga

PON 2028 Makin Dekat, Miq Iqbal Desak KONI NTB Akhiri Perbedaan

Selasa, 13 Okt 2026 - 12:55 WIB