SUMBAWAPOST.com. Mataram- Usai memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 lalu,
Dr. Lalu Muhamad Iqbal, M. Hub.Int
dan Hj. Indah Damayanti Putri, SE., M.IP secara resmi dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) di istana Presiden oleh Prabowo Subianto pada hari ini, Kamis (20/02/2025), pada pukul 10:00 pagi.
Jabatan baru pria yang akrab disapa Miq Iqbal sebagai Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) ini melengkapi rentetan jenjang karir yang dirintisnya sejak lama. Pria kelahiran Praya, 10 Juli 1972 itu datang dari keluarga yang religius dan taat jalankan agama di sebuah kampung di Kabupaten Lombok Tengah.
Gubernur NTB ini memulai jenjang pendidikan tingginya di kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) jurusan Jurusan Hubungan Internasional 1991-1996
dan Jurusan Sejarah Universitas Gajah Mada (UGM)
Di tahun 2002, Miq Iqbal meraih Gelar Master di bidang Hubungan Internasional dari Universitas Indonesia, dan tahun 2005 meraih Gelar Doktor Politik Dari University Of Bucharest, Rumania.
Pada tahun 2001-2005 Miq Iqbal diangkat sebagai Sekretaris Ketiga Kasubid Pansosbud Konsuler di KBRI Bucherest, Rumania. Setelah itu pada tahu 2006-2008 Miq Iqbal dipercaya sebagai Kepala Kesejahteraan Terorganisir Lintas Negara Pada Direktorat Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata di Direktorat Jenderal Kerja Sama Multilateral, Kemenlu RI.
Dan selanjutnya, pada tahun 2008-2012 dipindahkan ke KBRI/PTRI Wina di Austria Sebagai Consellor Pada Fungsi Politik. Dan pada tahun 2012-2014 jadi Kepala Subdit di Direktorat Perlindungan WNI dan BHI, selanjutnya pada tahun 2015-2019 saat Jokowi jadi Presiden Miq Iqbal ditunjuk jadi Direktur Pada Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia.
Sementara pada tahun 2019 Sampai dengan tahun 2023 diberikan kepercayaan sebagai Duta Besar Indonesia Untuk Turki.
Pada tahun 2023-2024 Miq Iqbal itu dipercaya jadi juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
Sementara Wakil Gubernur NTB yang memiliki nama lengkap Hj. Indah Damayanti Putri, SE., M.IP,
Perempuan kelahiran Dompu, 19 November 1981 itu dibesarkan di Dompu, sebuah kabupaten di Pulau Sumbawa, NTB. Masa kecilnya dihabiskan dalam lingkungan keluarga yang mendukung dan memotivasinya untuk selalu belajar dan berkembang.
Pendidikan formal Dinda dimulai di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Dompu (lulus 1993). Ia kemudian melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Mataram (lulus 1998), sebuah sekolah unggulan di ibu kota NTB.
Namun, karena berbagai alasan, Dinda tidak dapat melanjutkan pendidikannya secara langsung setelah lulus SMP. Ia baru menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas (SMA) melalui usat Kegiatan Belajar Masyarakat-Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (PKBM-LPMP) Dompu pada 2005.
Semangat untuk belajar dan meraih pendidikan tinggi tidak pernah padam dalam diri Dinda. Pada 2018, ia berhasil meraih gelar Sarjana Ekonomi (SE) dari Sekolah TInggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima. Pendidikan ini memberinya pemahaman yang lebih mendalam tentang berbagai aspek ekonomi yang relevan dengan pembangunan daerah.
Tidak berhenti di situ, Dinda terus mengembangkan diri dengan melanjutkan studi magister (S2) di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung. Pada 2023, ia berhasil meraih gelar Magister Ilmu Politik (MIP), membuktikan komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi dan pengetahuannya dalam bidang pemerintahan dan politik.
Karier politik Dinda tidak bisa dilepaskan dari sosok suaminya, almarhum Ferry Zulkarnain, yang merupakan Bupati Bima selama dua periode (2005-2010 dan 2010-2015). Selama masa jabatan suaminya, Dinda aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan sebagai Ketua Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Bima (2005-2013) dan Penasihat Gabungan Organisasi Wanita (GOW) (2005-2013).
Keaktifannya dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan membuat Dinda makin dikenal dan dicintai masyarakat Bima. Pada 2014, ia terpilih menjadi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bima periode 2014-2019.
Namun, takdir berkata lain. Pada 2015, suami Dinda, Ferry Zulkarnain meninggal. Hal itu meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan masyarakat Bima. Dalam situasi yang sulit tersebut, Dinda tampil sebagai sosok yang tegar dan mampu melanjutkan perjuangan suaminya.
Dinda memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Bima pada Pemilihan Bupati (Pilbup) Bima 2015. Maju melawan salah satu petahana saat itu dan juga sebagai wakil Bupati dari sang suami. Dengan dukungan dari berbagai elemen masyarakat, Ia berhasil menumbangkan pesaing kuat, dan mencatatkan sejarah sebagai bupati perempuan pertama di Kabupaten Bima. (Bupati Bima 2016-2025)









