Selain UMKM, Badko HMI Bali Nusra Dorong Pemprov NTB Program MBG Libatkan Petani Lokal dan Nelayan

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Dalam rangka untuk memperluas manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Bali Nusa Tenggara (Badko HMI Nusra) meminta Pemerintah Daerah agar dapat melibatkan Petani lokal, nelayan dan peternak untuk menyuplai bahan untuk memenuhi asupan makanan bagi para siswa sekolah.

“Pentingnya melibatkan petani lokal, para nelayan, peternak dalam menyuplai bahan pangan lokal di tiap kabupaten kota di NTB. Melalui konsep Pemberdayaan ( Peduli, Bersih, Aman dan Alami). Hal itu sebagai bentuk dukungan pemerintah Daerah terhadap mereka, sehingga MBG ini dapat berdampak bagi ekonomi rakyat serta keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG),”sebut Ketua Umum Badko HMI Bali Nusra Caca Handika, melalui Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) David Putra Pratama, Rabu (12/02/2025).

Selain itu, Badko HMI Bali Nusra mendorong agar pemerintah ikut melibatkan UMKM. UMKM lokal dapat berperan sebagai pemasok bahan pokok yang dibutuhkan, khususnya dalam upaya memprioritaskan pemanfaatan komoditas lokal untuk menyajikan makanan bergizi bagi penerima manfaat, seperti anak sekolah, balita, dan ibu hamil.

Baca Juga :  Ntara Institut Soroti Tim Percepatan Gubernur NTB: Instruksi Presiden Dilangkahi, Efisiensi Anggaran Hilang

“Melalui kolaborasi dengan Patani di tiap daerah, nelayan, para peternak dengan UMKM, saya yakin MBG akan lebih efisien dalam operasionalnya dan mendapatkan bahan pokok yang segar untuk diolah,” jelas David Putra Pratama.

Misalkan, sambung pria yang akrab disapa David, kebutuhan beras, sayur-sayuran, daging atau kebutuhan apapun itu.

“Kami dengan tegas meminta Pemprov NTB hal ini dapat jadi perhatian dan prioritas. Dan juga kami meminta agar hal ini segera lakukan sosialisasi ke kepala daerah agar kebutuhan kebutuhan dan peralatan dapur harus melibatkan teman-teman UMKM, di daerah,” tegas Kader HMI Cabang Mataram ini.

Selain itu, Pria kelahiran Kabupaten Bima ini, ingatkan untuk memastikan gizi dan sanitasi menjadi perhatian utama dalam pemberian Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Kota di Nusa Tenggara Barat. Selain siswa, para petugas di dapur yang menyiapkan makanan juga dipastikan steril dan bersih.

Baca Juga :  Basarnas dan Pemprov NTB Matangkan Strategi Keamanan Rinjani dalam Rakor Intelijen Pertahanan

“Pemda harus menjamin gizi dan sanitasi higienisnya, bahwa itu memenuhi syarat standar kesehatan juga ada ahli gizi. Karena sebelum ditunjuk, saya yakin Pemprov NTB dapur tersebut sudah mengantongi ijin dan sertifikat. Dapurnya harus higienis dan sanitasi memenuhi standar,” terang David.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program prioritas Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang resmi diberlakukan sejak Senin (6/1) di sekolah-sekolah dan posyandu pada 26 provinsi di Indonesia termasuk di NTB dengan anggaran Rp71 triliun.

Pemerintah menargetkan program MBG dapat menyentuh tiga juta penerima manfaat selama Januari-Maret 2025. Penerima manfaat itu terdiri dari balita, santri, siswa PAUD, TK, SD, SMP, SMA, ibu hamil, serta ibu menyusui.

Berita Terkait

Produksi Cuma 40 Ribu Ton, Kebutuhan 600 Ribu Ton: Sembalun Jadi Benteng Bawang Putih RI
Sembalun Jadi Benteng Bawang Putih RI, Perang Lawan Impor Dimulai dari Kaki Rinjani
Gubernur NTB Blusukan ke Pengungsian Korban Gempa NTT, Bawa Cokelat untuk Anak-Anak
Saat NTT Diguncang Gempa, Gubernur NTB Turun Langsung: Kami Datang Sebagai Saudara
2.494 Warga Sumbawa Tercatat Alami Gangguan Jiwa, 1.069 di Antaranya ODGJ Berat
Srikandi Pemuda Pancasila NTB Semarakkan HUT ke-81 RI, Lomba Nyanyi Berhadiah Sembako
68 Blok WPR NTB Ditata, 21 Koperasi Ajukan IPR untuk Tekan Tambang Ilegal
Sumsel Datang ‘Berguru’ ke NTB Soal Izin Tambang Rakyat, Ini yang Diburu
Berita ini 80 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Produksi Cuma 40 Ribu Ton, Kebutuhan 600 Ribu Ton: Sembalun Jadi Benteng Bawang Putih RI

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Sembalun Jadi Benteng Bawang Putih RI, Perang Lawan Impor Dimulai dari Kaki Rinjani

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Gubernur NTB Blusukan ke Pengungsian Korban Gempa NTT, Bawa Cokelat untuk Anak-Anak

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:09 WIB

Saat NTT Diguncang Gempa, Gubernur NTB Turun Langsung: Kami Datang Sebagai Saudara

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:05 WIB

2.494 Warga Sumbawa Tercatat Alami Gangguan Jiwa, 1.069 di Antaranya ODGJ Berat

Berita Terbaru