Satu HMI, Dua Sikap: Cabang Mataram Tolak PON NTB 2028, Badko Justru Dukung

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 8 Mei 2025 - 12:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mataram menyatakan penolakan terhadap rencana penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB). Penolakan ini didasari pada situasi fiskal daerah yang dinilai belum stabil dan banyaknya kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak untuk diprioritaskan.

Muhammad Reza, Kepala Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah HMI Cabang Mataram, menilai rencana penyelenggaraan PON yang diperkirakan menelan anggaran hingga Rp4 triliun sangat membebani keuangan daerah. Padahal, dalam APBD Provinsi NTB Tahun 2025, pendapatan daerah hanya sebesar Rp6,33 triliun, sementara belanja daerah mencapai Rp6,23 triliun.

“Dalam kondisi fiskal seperti ini, menyelenggarakan PON sangat tidak realistis. Pemerintah daerah bahkan sedang melakukan efisiensi anggaran akibat keterbatasan fiskal. Jangan sampai ambisi justru menimbulkan beban utang baru,” tegas Reza. Kamis (8/5).

Ia juga menyoroti fakta bahwa Pemprov NTB baru saja melunasi utang daerah sebesar Rp171,4 miliar. Sementara itu, kesiapan infrastruktur olahraga untuk perhelatan PON dinilai masih minim. Jika pembangunan dipaksakan dalam waktu singkat, kata Reza, NTB berisiko menghadapi tumpukan beban utang baru.

“Kita bisa belajar dari daerah lain. Banyak fasilitas olahraga yang dibangun untuk event besar justru terbengkalai karena tidak mampu dirawat. Ini bentuk pemborosan anggaran yang tak memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  HMI Angkat Bicara Soal Kenaikan Tarif Parkir Dua Kali Lipat Dan Kebocoran Retribusi Parkir di Kota Mataram 

HMI Cabang Mataram mendesak Gubernur NTB agar lebih realistis dalam mengambil kebijakan dan mengutamakan kebutuhan rakyat. “Triliunan anggaran itu lebih baik digunakan untuk pendidikan, membuka lapangan kerja, serta membenahi sektor-sektor krusial yang langsung dirasakan masyarakat,” tambah Reza.

Di tengah polemik penolakan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 oleh HMI Cabang Mataram, Badko HMI Bali-Nusra justru menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut.

Ketua Badko HMI Bali-Nusra, Caca Handika, menyayangkan adanya penolakan dari sebagian pihak. Menurutnya, PON justru bisa menjadi momentum penting untuk membangkitkan berbagai sektor strategis di Nusa Tenggara Barat, khususnya pariwisata, UMKM, dan ekonomi lokal.

“Kalau ada PON, selain promosi wisata, semua sektor akan hidup, terutama UMKM. Perputaran geliat ekonomi akan semakin bagus,” tegas Caca.

Ia menambahkan, wajar bila ada perbedaan pendapat, namun penolakan terhadap kesempatan besar seperti ini justru dinilai keliru.

“Kalau ada penolakan, itu hal biasa, tapi patut disayangkan. Semua daerah di Indonesia ingin menjadi tuan rumah PON, kenapa kita harus menolak?” ujarnya.

Caca mendesak Pemerintah Provinsi NTB untuk bersikap tegas dan tidak ragu menyambut peluang besar ini. Ia menyebut PON bukan hanya urusan olahraga, tetapi juga kebangkitan ekonomi dan citra daerah di tingkat nasional.

Baca Juga :  TERUNGKAP! Anggota KPU Lombok Timur Dipecat karena Terlibat di PDIP

Sikap ini menjadi kontras dengan pandangan HMI Cabang Mataram yang sebelumnya menyatakan bahwa penyelenggaraan PON 2028 akan membebani fiskal daerah. Meski begitu, dinamika perbedaan pandangan ini dinilai sehat dalam demokrasi dan pembangunan daerah.

Terpisah, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr Lalu Muhamad Iqbal atau akrab disapa Miq Iqbal akan tetap mengawal NTB sebagai tuan rumah ajang nasional PON XXII NTB-NTT 2028. Melalui pesan singkatnya, Gubernur menyampaikan bahwa langkah konkret sudah dilakukan.

“Alhamdulillah, sudah ketemu Menpora dan sudah ada beberapa kesepakatan, sembari menunggu arahan Presiden,” Kata Gubernur NTB Miq Iqbal, Selasa (6/5).

Pernyataan ini menjawab berbagai suara dari masyarakat NTB yang menginginkan komitmen dan kehadiran langsung Gubernur dalam memperjuangkan posisi strategis NTB di kancah nasional, khususnya dalam agenda-agenda besar yang membutuhkan dukungan pusat.

Meski belum merinci isi kesepakatan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Gubernur memastikan bahwa komunikasi dan koordinasi terus dilakukan dengan pemerintah pusat. Ia menegaskan, semua langkah yang diambil bertujuan memastikan NTB tetap diperhitungkan dalam peta kebijakan nasional.

 

Berita Terkait

Halal Bihalal IKA Unram, Isvie Rupaeda Tegaskan Peran Alumni Jadi Kunci Kemajuan Kampus
Perpres 4/2026 Disorot, Sawah NTB Beralih Fungsi, Direktur Mi6: Ini Sawah atau Real Estate Sih?
Soal Reklamasi Amahami, Persatuan Pemuda NTB Desak Kejati Tangkap Wali Kota Bima
Sekda NTB dari Madura, Bukan Putra Daerah-Iqbal Tuntut Pejabat Kerja ‘Extraordinary’
Nama Gubernur NTB Muncul di Sidang Kasus ‘Dana Siluman’ DPRD, Saksi Akui Terima Perintah
Daftar Lengkap Pejabat NTB Beserta Posisi yang Dilantik Iqbal: 6 Bulan Jadi ‘Tiket’ Bertahan atau Angkat Kaki
Ketua FKMHB Ungkap Indikasi Error in Objecto Aset Serasuba, DPRD Bima Sebut Tanah Bukan Milik Pemkot
Pria Asal Sumenep Madura, Abul Chair Resmi Jadi Sekda NTB, Iqbal Ungkap Proses Panjang di Balik Layar
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 14:40 WIB

Halal Bihalal IKA Unram, Isvie Rupaeda Tegaskan Peran Alumni Jadi Kunci Kemajuan Kampus

Jumat, 10 April 2026 - 17:48 WIB

Perpres 4/2026 Disorot, Sawah NTB Beralih Fungsi, Direktur Mi6: Ini Sawah atau Real Estate Sih?

Jumat, 10 April 2026 - 17:01 WIB

Soal Reklamasi Amahami, Persatuan Pemuda NTB Desak Kejati Tangkap Wali Kota Bima

Jumat, 10 April 2026 - 09:58 WIB

Sekda NTB dari Madura, Bukan Putra Daerah-Iqbal Tuntut Pejabat Kerja ‘Extraordinary’

Kamis, 9 April 2026 - 22:38 WIB

Nama Gubernur NTB Muncul di Sidang Kasus ‘Dana Siluman’ DPRD, Saksi Akui Terima Perintah

Berita Terbaru