PWI NTB di Bawah Kepemimpinan Iklil-Arul Cetak Sejarah, Gelar UKW Mandiri Terbesar

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 - 21:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PWI NTB Ahmad Ikliludin dan Sekretaris Fahrul Mustofa (Iklil-Arul) Pada Pelaksanaan UKW Mandiri PWI NTB yang Diikuti 54 Wartawan.

Ketua PWI NTB Ahmad Ikliludin dan Sekretaris Fahrul Mustofa (Iklil-Arul) Pada Pelaksanaan UKW Mandiri PWI NTB yang Diikuti 54 Wartawan.

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat (NTB) di bawah Kepemimpinan Ketua PWI NTB Ahmad Ikliludin dan Sekretaris Fahrul Mustofa periode 2025-2030 mencetak sejarah baru dengan menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) secara mandiri dengan jumlah peserta terbanyak dalam pelaksanaan UKW mandiri PWI.

UKW tersebut berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu (11-12 September 2026), di Mataram. Kegiatan ini diikuti 54 wartawan dari tiga jenjang, yakni Muda, Madya, dan Utama.

Koordinator Tim Penguji UKW, Joko Tetuko, mengatakan pelaksanaan UKW PWI NTB secara nasional tercatat sebagai angkatan ke-864. Sebanyak 54 peserta mengikuti ujian yang terbagi dalam tiga kelas jenjang Muda, empat kelas Madya, dan dua kelas Utama.

“UKW Provinsi NTB ini secara nasional masuk angkatan ke-864. Dari setiap kelas yang diikuti oleh total 54 orang peserta setelah mengikuti proses baik jenjang Muda, Madya dan Utama,” kata Joko saat penutupan UKW di Mataram, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Joko, besarnya jumlah peserta tersebut menjadikan UKW mandiri PWI NTB sebagai salah satu pelaksanaan dengan partisipasi terbesar yang pernah digelar secara mandiri oleh PWI.

Ia berharap pelaksanaan UKW secara berkelanjutan dapat semakin memperkuat profesionalisme wartawan.

Baca Juga :  RUMPUN Serbu Kantor Wagub NTB, Bukan Demo, Tapi Bawa Misi Ini

“Mudah-mudahan dengan terus melakukan UKW dapat menambah jumlah wartawan yang profesional,” ujarnya.

Joko mengatakan UKW juga perlu diiringi dengan pemahaman terhadap organisasi, etika, dan aturan profesi. Karena itu, PWI Pusat mewajibkan wartawan muda mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK), terutama bagi wartawan yang belum memiliki Karya Latihan Wartawan.

Dalam OKK, peserta mendapatkan materi antara lain mengenai UU Pers, AD/ART PWI, Kode Etik PWI dan Kode Etik Jurnalistik, kemerdekaan pers, asas praduga tidak bersalah, pedoman pemberitaan ramah anak, pedoman media siber, serta gambaran pelaksanaan UKW pada berbagai jenjang.

“Anggota PWI yang ikut OKK semestinya sudah memahami proses UKW dan kedepannya bisa menjadi kekuatan maka profesionalisme anggota PWI dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Sekretaris PWI NTB, Fahrul Mustofa, mengatakan pelaksanaan OKK dan UKW tersebut merupakan kegiatan perdana yang digelar PWI NTB.

Menurut Fahrul, UKW mandiri tersebut pada awalnya hanya direncanakan untuk dua kelas. Namun, tingginya minat wartawan untuk mengikuti ujian membuat jumlah peserta meningkat hingga mencapai 54 orang.

“Meski banyak badai dan lika-liku, Alhamdulillah dengan kekompakan dan kebersamaan semua bisa dilalui dan kegiatan OKK serta UKW ini bisa digelar,” kata Fahrul.

Baca Juga :  Ekspor Tuna NTB ke Amerika Tembus 680 Ton, DKP Soroti Kendala Regulasi dan Zona Tangkap

Selain UKW, kegiatan OKK juga mendapat antusiasme tinggi. Sekitar 120 peserta mengikuti kegiatan orientasi tersebut.

Fahrul menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTB, PWI Pusat, tim penguji, Bank NTB Syariah, sponsor, dan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya OKK dan UKW.

Ia juga berharap dukungan terhadap PWI NTB terus berlanjut, termasuk dalam menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) di Lampung pada 2027.

“Semua cabor yang diikuti oleh atlet wartawan NTB banyak yang lolos jadi mohon pak Sekda bisa membantu PWI NTB di acara PORWANAS Lampung 2027,” harapnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Abul Chair, mengapresiasi pelaksanaan OKK dan UKW PWI NTB. Menurutnya, peningkatan kompetensi wartawan semakin penting di tengah perkembangan teknologi informasi dan penggunaan artificial intelligence (AI).

“Oleh karenanya orientasi seperti ini sangat perlu dilakukan. Dan kami menyambut baik kegiatan OKK dan UKW ini,” kata Abul Chair.

Ia menilai wartawan tidak cukup hanya cepat mendapatkan informasi. Kecepatan tersebut harus diikuti kemampuan mendapatkan fakta, memahami konteks, dan menyampaikan informasi secara bijak.

“Wartawan yang baik itu selain cepat mendapatkan berita tapi juga harus mendapatkan fakta, memahami konteks dengan baik dan bijak,” ujarnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat
NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya
Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak
Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan
Kongres Internasional Bahasa Sasak Dorong Reformasi, dari Bahasa Sehari-hari Menuju Bahasa Ilmu
Wagub NTB Buka Kongres Internasional I Bahasa Sasak di Momentum Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda ke-98, 15 Pemuda Pelopor NTB Raih Penghargaan, Ini 5 Nama ke Seleksi Nasional
Sumpah Pemuda ke-98, Sekda NTB Soroti Kekerasan Remaja
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:36 WIB

NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Kongres Internasional Bahasa Sasak Dorong Reformasi, dari Bahasa Sehari-hari Menuju Bahasa Ilmu

Berita Terbaru