Nusa Tenggara Barat (NTB) dibawah Kepemimpinan Iqbal-Dinda, tampaknya benar-benar siap naik takhta sebagai ‘Kerajaan Ayam’. Hilirisasi industri Ayam tidak boleh mandek hanya karena Daerah masih sibuk mencari alasan. Gubernur meminta seluruh Kabupaten/Kota segera memetakan lahan dan ketersediaan bahan baku pakan, bukan sekadar melapor tanpa aksi, sebagai fondasi terbentuknya Ekosistem Per-ayam-an NTB dari hulu hingga hilir.
Langkah ini menjadi pintu masuk penyusunan strategi besar mulai dari Identifikasi Lahan, Penyediaan Pabrik Pakan, Penguatan jalur Logistik, hingga kepastian serapan pasar. Bagi Gubernur Iqbal, program ini bukan sekadar menata kandang, tetapi menata alur Ekonomi agar Ayam bukan hanya berkokok di pagi hari, tetapi juga menggemukkan dompet Peternak (Ekonomi Rakyat) dan menjaga Stabilitas harga di seluruh NTB.
SUMBAWAPOST.com| Mataram- Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mendorong percepatan hilirisasi industri ayam terintegrasi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia menargetkan terbentuknya ekosistem peternakan berskala Provinsi yang kuat, mulai dari rantai pasok, logistik, hingga kemampuan menyerap Produksi lokal.
Pesan itu disampaikan Gubernur saat membuka Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Program Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan di Hotel Aston Inn, Mataram, Selasa (25/11).
Dalam arahannya, Gubernur meminta seluruh Dinas terkait di kabupaten/kota segera memetakan potensi wilayah, termasuk ketersediaan lahan untuk kandang maupun area Produksi pakan.
“Kita lihat potensinya. Karena itu nanti Pak Kadis minta dari masing-masing Dinas Kabupaten/Kota untuk mengusulkan semuanya di sini. Ada tanah sekian cocok untuk peternakan, dan cocok untuk Produksi pakan. Jadi setiap pimpinan menyampaikan dengan landasan alasan yang cocok,” ujarnya.
Gubernur juga menegaskan pentingnya kajian logistik agar pengembangan industri ayam dapat berjalan efisien dan kompetitif.
“Yang jelas kita akan berusaha mengembangkan pada skala Provinsi dengan mempertimbangkan berbagai hal, terutama supply chain-nya dan transportasinya secara logistik memungkinkan atau tidak. Ini juga harus kita gunakan sebagai alat untuk pembelian hasil lokal,” jelasnya.
Ia berharap kolaborasi antar-daerah dapat memastikan ketersediaan lahan dan bahan baku pakan sehingga terbentuk ekosistem industri ayam terintegrasi yang benar-benar mampu meningkatkan ekonomi masyarakat.
“Jadi sekali lagi saya mohon kerjasamanya untuk membantu mengidentifikasi kesediaan lahan dan kesediaan bahan baku, mulai dari jalur logistik untuk memudahkan. Ini akan menjadi satu ekosistem pada skala provinsi. Hal ini akan meningkatkan ekonomi lokal kita nanti Insya Allah,” pungkasnya.









