Viral Isu Istri dan Ipar Dapat Jabatan Strategis, Wali Kota Bima Aji Man Buka Suara

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 22:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bima H. Arahman H. Abidin menyampaikan klarifikasi terkait isu viral dugaan pemberian jabatan strategis kepada istri dan anggota keluarganya di Pemerintah Kota Bima.
Wali Kota Bima, Arahman H Abidin, Pemkot Bima, Jabatan Strategis, Klarifikasi Wali Kota Bima, Isu Nepotisme, ASN Kota Bima, Sistem Merit, BKN, Baperjakat, Badrah Ekawati, Pemerintah Kota Bima, Mutasi ASN, Kota Bima, Bima, Nusa Tenggara Barat

SUMBAWAPOST.com| Bima- Wali Kota Bima, Wali Kota Bima saat ini adalah H. A. Rahman juga dikenal dengan sapaan Aji Man akhirnya angkat bicara menanggapi isu yang ramai beredar di media sosial terkait dugaan pemberian jabatan strategis kepada istri dan iparnya di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bima.

Melalui pernyataan tertulisnya pada Sabtu (4/7/2026) melalui akun media sosialnya, Aji Man mengaku menerima pesan WhatsApp dari rekannya yang mempertanyakan kebenaran informasi tersebut.

“Dapat inbox WhatsApp dari teman, ‘P Wali apa benar ipar dan istri dikasih jabatan strategis di Pemkot. Itu viral di media sosial’. Dan yang pasti ini menjadi bahan pembicaraan yang harus saya luruskan,” ungkapnya

Aji Man menegaskan bahwa sejak dilantik sebagai Wali Kota Bima pada Februari 2025, dirinya telah disumpah untuk taat pada aturan dan menjaga amanah rakyat. Namun di sisi lain, ia juga mengakui sebagai manusia biasa yang memiliki keluarga besar.

“Saya dilantik jadi Wali Kota Februari 2025. Saya disumpah untuk taat aturan dan menjaga amanah rakyat. Tapi saya juga manusia biasa, punya keluarga. Saya lahir dari keluarga besar, kami 21 bersaudara dari tiga ibu, 10 saudari perempuan dan 11 saudara laki-laki,” ujarnya.

Menurutnya, jabatan publik dan hubungan keluarga tidak boleh dipertentangkan selama seluruh proses berjalan sesuai aturan. Ia menegaskan prinsip yang selalu dipegang dalam memimpin pemerintahan adalah keadilan di atas kedekatan.

“Di meja kerja saya, tidak ada keluarga atau bukan keluarga. Ukurannya cuma satu, benar atau salah. Yang melanggar saya proses. Yang berprestasi saya apresiasi. Siapa pun orangnya,” tegasnya.

Baca Juga :  Wali Kota Bima Pimpin Aksi Kemanusiaan, Kota Bima Bersatu untuk Korban Banjir Sumatera

Aji Man juga menekankan bahwa seluruh aparatur sipil negara (ASN) harus bekerja secara profesional tanpa memandang hubungan kekerabatan.

“PNS itu abdi negara. Saya tidak pernah menilai ASN dari bapaknya siapa atau suaminya siapa. Saya hanya lihat kompetensi, integritas, dan hasil kerjanya. Justru kepada keluarga saya yang ASN, saya minta kerja dua kali lebih keras untuk membuktikan diri,” katanya.

Menanggapi isu mengenai iparnya, Aji Man meluruskan bahwa dari 10 saudara perempuannya hanya tiga yang menikah dengan ASN dan ketiganya kini telah pensiun.

“Biar tidak jadi fitnah. Dari 10 saudari perempuan saya, hanya tiga orang yang suaminya ASN. Dan ketiganya sudah pensiun. Tujuh lainnya suaminya bukan ASN. Itu berarti tidak ada lagi ipar saya yang ASN apalagi jadi pejabat,” jelasnya.

Sementara mengenai istrinya, Bdn. Badrah Ekawati, SE., Str.Keb, Aji Man menegaskan bahwa seluruh perjalanan karier sang istri dibangun jauh sebelum dirinya terjun ke Dunia politik.

Ia menjelaskan, istrinya diangkat menjadi PNS pada 1993 dan telah mengabdi selama 33 tahun. Latar belakang pendidikannya juga ditempuh secara bertahap mulai dari SPK, D1, D3, D4 Kebidanan, Profesi Bidan hingga Sarjana Ekonomi.

Kariernya pun dimulai dari staf selama sekitar 20 tahun, kemudian menjabat Kasi Promosi Kesehatan pada 2013, Kabid Promosi Kesehatan pada Agustus 2016, dan memperoleh golongan IV/a sejak April 2017 melalui mekanisme uji kompetensi serta penilaian kinerja.

Baca Juga :  Makna Qurban Versi Wali Kota Bima: Kalau Nggak Siap Disembelih Ujian, Jangan Ngaku Pejuang Perubahan

“Saya bertanya pada diri saya sendiri, apakah 33 tahun pengabdian, empat jenjang pendidikan kesehatan, Profesi Bidan, gelar S.E, dan jabatan yang dia rintis dari nol itu gugur nilainya hanya karena hari ini dia adalah istri saya seorang wali kota?,” ujarnya.

“Jawaban saya, tidak. Yang menilai seorang ASN adalah SKP-nya, hasil kerjanya, absensinya, integritasnya. Bukan status perkawinannya dengan saya,” sambungnya.

Aji Man juga memastikan seluruh proses pelantikan pejabat telah melalui mekanisme Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), sistem merit, serta memperoleh Persetujuan Teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Seluruh proses pelantikan sudah lewat Baperjakat. Pakai sistem merit, Persetujuan Tekhnis dari BKN. Saya sadar tidak semua orang akan puas. Bagi saya, ketidakpuasan itu bagian dari demokrasi. Tugas saya menjawabnya dengan kerja, bukan dengan janji,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Wali Kota Bima mengajak seluruh masyarakat memberikan kesempatan yang sama kepada putra-putri terbaik daerah untuk mengabdi tanpa melihat latar belakang keluarga.

“Saya ingin kita buka ruang selebar-lebarnya untuk putra-putri terbaik Bima. Jangan tanya dia anak siapa. Tanya apa yang bisa dia perbuat untuk kota ini,”terang Politisi Demokrat ini.

Ia menegaskan prinsip hidup ‘Maja Labo Dahu’ atau malu berbuat salah dan takut melanggar aturan akan terus menjadi pedoman dalam menjalankan pemerintahan.

“Saya yakin, jika birokrasi kita humanis, profesional, objektif, dan taat aturan, maka rakyat Bima akan dilayani dengan cara yang memanusiakan,” pungkasnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Lima Pembalap Dunia Sambangi Sekolah di Mandalika
Aktivis Kritik Berujung Tersangka, Pemuda Sasak Sentil Gubernur NTB: Rakyat Harus Diam?
MotoGP Mandalika, 160 Tenaga Medis Siaga, 12 Ambulans dan Helikopter Disiapkan
Enam Produk Unggulan NTB Siap Nembus Pasar Ekspor Lewat TEI 2026
Mori Hanafi Kembali Maju, Daftar Sebagai Calon Ketua KONI NTB 2026-2030
Marc Marquez Sebut Mandalika Seperti Rumah Kedua, Ribuan Warga Sambut Parade MotoGP di Mataram
Lombok Dipilih Jadi Lokasi Studi PHOTON Internasional untuk Cegah TBC
Kapolda NTB Kerahkan 2.678 Personel Amankan MotoGP Mandalika 2026
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Lima Pembalap Dunia Sambangi Sekolah di Mandalika

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Aktivis Kritik Berujung Tersangka, Pemuda Sasak Sentil Gubernur NTB: Rakyat Harus Diam?

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:27 WIB

MotoGP Mandalika, 160 Tenaga Medis Siaga, 12 Ambulans dan Helikopter Disiapkan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Enam Produk Unggulan NTB Siap Nembus Pasar Ekspor Lewat TEI 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:50 WIB

Mori Hanafi Kembali Maju, Daftar Sebagai Calon Ketua KONI NTB 2026-2030

Berita Terbaru

Lima pembalap Moto2 dan Moto3 Berinteraksi dan Berbagi Inspirasi dengan Siswa SDN 2 Kuta Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Kamis (8/10/2026).

Olahraga

Lima Pembalap Dunia Sambangi Sekolah di Mandalika

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:53 WIB

Kepala Disperindag NTB H. Lalu Wiranata Bersama Tim Mematangkan Persiapan Enam Mitra Binaan NTB Yang Akan Mengikuti TEI 2026.

Bisnis & Ekonomi

Enam Produk Unggulan NTB Siap Nembus Pasar Ekspor Lewat TEI 2026

Kamis, 8 Okt 2026 - 13:42 WIB