SUMBAWAPOST.com | Mataram- Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si., menjadi narasumber dalam kegiatan Ngopi (Ngobrol Para Ilmuan) yang mengangkat tema ‘Menjaga Pesisir NTB Agar Tak Tenggelam: Menakar Dampak Perubahan Iklim dan Kenaikan Muka Air Laut’.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Mataram dan berlangsung di Gedung Research Center UIN Mataram, Kamis (15/1/2026).
Dalam pemaparannya, Baiq Nelly Yuniarti menegaskan bahwa pembangunan kawasan pesisir di NTB harus diarahkan pada konsep berketahanan iklim guna menghadapi ancaman nyata perubahan iklim dan kenaikan muka air laut, terutama bagi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, termasuk kawasan Kepulauan Gili.
“Pembangunan pesisir harus berketahanan iklim, melalui perlindungan ekosistem, penguatan infrastruktur adaptif, serta peningkatan kesadaran dan keterlibatan masyarakat,” tegas Baiq Nelly Yuniarti.
Ia menjelaskan, perubahan iklim dan kenaikan muka air laut bukan lagi ancaman masa depan, melainkan sudah dirasakan dampaknya saat ini oleh masyarakat pesisir. Oleh karena itu, pendekatan pembangunan harus dilakukan secara berkelanjutan agar lingkungan tetap terjaga dan kesejahteraan masyarakat pesisir dapat terus meningkat.
Menurutnya, pembangunan pesisir tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga harus memastikan kelestarian lingkungan sebagai fondasi utama kehidupan masyarakat di wilayah pesisir.
Upaya tersebut, lanjut Baiq Nelly, sejalan dengan Visi NTB 2025-2029, yang menempatkan perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai dua agenda utama pembangunan daerah.
Kegiatan Ngopi LP2M UIN Mataram ini menjadi ruang diskusi ilmiah yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan pemangku kebijakan untuk bersama-sama merumuskan strategi menghadapi tantangan perubahan iklim, khususnya di wilayah pesisir NTB.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










