PDIP NTB Gelar Zikir dan Doa Haul ke-55 Bung Karno: Menghidupkan Semangat Juang Sang Proklamator

Avatar

- Jurnalis

Senin, 23 Juni 2025 - 14:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama DPC PDIP Kota Mataram menggelar acara Zikir dan Doa Bersama dalam rangka memperingati Haul ke-55 Bung Karno, Sabtu petang (21/6), di halaman kantor DPD PDIP NTB, Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram.

Kegiatan penuh khidmat ini diikuti oleh jajaran pengurus partai, kader, simpatisan, serta pengurus badan dan sayap partai. Selain itu, turut hadir puluhan anak yatim piatu dari wilayah pesisir Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Rangkaian acara diawali dengan lantunan zikir dan tahlil yang dipimpin oleh Ustaz Asril Watoni QH, pimpinan Pondok Pesantren NW Jempong, Ampenan. Suasana religius semakin terasa dengan penampilan hadroh dari para santri Ponpes Banu Sanusi Sesela, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat.

Sekretaris DPD PDIP NTB, Hakam Ali Niazi, yang hadir mewakili Ketua DPD PDIP NTB Rachmat Hidayat, menyampaikan bahwa peringatan haul Bung Karno merupakan bentuk penghormatan atas jasa besar Sang Proklamator dalam perjuangan memerdekakan bangsa.

“Peringatan ini adalah cara kami mengenang Bung Karno sebagai proklamator, penyambung lidah rakyat, sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia. Sebagai kader ideologis, sudah sepatutnya kami mendoakan dan mengenang beliau dengan zikir dan doa,” ujar Hakam.

Baca Juga :  RMB UIN Mataram Gagas International Conference on Religious Moderation (AICRM) 2024

Ia menambahkan, haul ini merupakan bagian dari peringatan Bulan Bung Karno, yang tidak hanya berisi refleksi sejarah, tetapi juga menjadi momen untuk menyalakan kembali api perjuangan dan cita-cita luhur yang diwariskan Bung Karno.

“Yang perlu kita teruskan adalah semangat beliau dalam memperjuangkan kemerdekaan, termasuk bagi Palestina. Bung Karno adalah peletak fondasi gerakan global antikolonial, di antaranya melalui Konferensi Asia Afrika (KAA),” jelasnya.

Menurut Hakam, Bung Karno adalah Bapak Bangsa yang ajarannya tetap relevan dengan tantangan politik, sosial, dan ekonomi saat ini. Maka, pelaksanaan haul ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menanamkan kembali nilai-nilai nasionalisme dan keberpihakan kepada rakyat kecil.

“Beliau bukan hanya mewariskan kemerdekaan, tapi juga semangat juang, keberanian berpihak kepada wong cilik, dan visi besar tentang Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian. Lewat zikir dan tahlil ini, kita berdoa semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tambahnya.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) NTB, TGH Muhammad Subki Sasaki, menegaskan bahwa mengenang jasa para pemimpin dan guru bangsa adalah bagian dari akhlak mulia.

Baca Juga :  Dapat Restu PDIP, Bacalon Bupati Bima Yandi Dikasih Waktu 1 Minggu Cari Wakil, Ini Kriterianya

“Saya pribadi sangat mengagumi Bung Karno. Saat menimba ilmu di Madinah, saya rajin membaca buku-buku beliau. Bung Karno adalah pemimpin yang dekat dengan ulama, dan memang pantas disebut sebagai ‘Sang Fajar’,” ujarnya.

Buya Subki, sapaan akrabnya, juga menyinggung sikap Bung Karno yang sejak awal konsisten membela Palestina. Ia menyebut, penolakan terhadap kedatangan Timnas Israel dalam Piala Dunia U-20 lalu merupakan bentuk nyata kelanjutan perjuangan Bung Karno yang kini diteruskan oleh PDIP di bawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri.

“Spirit perjuangan Bung Karno bukan sekadar wacana, tapi harus diaplikasikan nyata. Beliau adalah pemimpin lintas bangsa, lintas agama, dan lintas golongan. Haul ini adalah bentuk penghormatan sekaligus penguatan tekad untuk meneruskan perjuangan beliau,” tandas Buya Subki.

Acara haul ditutup dengan penyerahan santunan untuk anak yatim dan pengumuman agenda lanjutan berupa diskusi millennial bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, serta akademisi untuk membedah pemikiran dan warisan intelektual Bung Karno dalam konteks kekinian.

Berita Terkait

Jejak Syamsuriansyah: Dosen, Pendiri Kampus, hingga Parlemen di Balik Universitas Bima Internasional MFH
Ramai Konflik Selebgram Lombok, AMSI NTB ‘Warning’ Media: Tak Semua Layak Dieksploitasi Jadi Berita
Gubernur NTB Laporkan Warga soal Penyebaran Nomor HP, Pengacara: Bukan Edukasi, Ini Kriminalisasi Aktivis
Makesta IPNU-IPPNU Kota Bima, Akhdiansyah Tegaskan Kaderisasi Penentu Hidup-Matinya Organisasi
Utang Rp70 Miliar Picu Amarah Mahasiswa, IMM Dompu Kepung DPRD dan Kantor Bupati
DPRD ‘Bedah’ Kinerja Pemprov NTB, Iqbal Akui Tantangan Berat di Tengah Tekanan Fiskal
Desakan Seret Gubernur NTB ke Sidang Dana Siluman DPRD Dibantah Keras, Iwan Slenk: Tak Ada Dasar Hukum
Nama Gubernur NTB Ikut Terseret di Sidang Kasus Dana Siluman DPRD, Publik Tuntut Klarifikasi Terbuka dan Dihadirkan di Persidangan
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 21:29 WIB

Jejak Syamsuriansyah: Dosen, Pendiri Kampus, hingga Parlemen di Balik Universitas Bima Internasional MFH

Jumat, 24 April 2026 - 16:43 WIB

Ramai Konflik Selebgram Lombok, AMSI NTB ‘Warning’ Media: Tak Semua Layak Dieksploitasi Jadi Berita

Kamis, 23 April 2026 - 18:22 WIB

Gubernur NTB Laporkan Warga soal Penyebaran Nomor HP, Pengacara: Bukan Edukasi, Ini Kriminalisasi Aktivis

Kamis, 23 April 2026 - 17:16 WIB

Makesta IPNU-IPPNU Kota Bima, Akhdiansyah Tegaskan Kaderisasi Penentu Hidup-Matinya Organisasi

Kamis, 23 April 2026 - 15:48 WIB

Utang Rp70 Miliar Picu Amarah Mahasiswa, IMM Dompu Kepung DPRD dan Kantor Bupati

Berita Terbaru