Ibadah Suci, Manajemen Busuk! Jamaah NTB Dideportasi, Kemenag Dituding Sembrono dan Tak Profesional

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 8 Mei 2025 - 18:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini kembali tercoreng oleh peristiwa memalukan. Seorang jamaah asal Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), terpaksa dideportasi dari Arab Saudi setelah diketahui masuk dalam daftar hitam (blacklist) karena pernah tinggal secara ilegal saat menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) beberapa tahun lalu.

Ironisnya, meski memiliki catatan pelanggaran keimigrasian serius, jamaah tersebut tetap lolos seleksi dan berhasil memperoleh visa haji melalui jalur reguler. Fakta ini memunculkan kritik keras terhadap kelalaian Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) NTB, terutama dalam proses verifikasi data calon jamaah.

Baca Juga :  Miq Iqbal Gercep Redam Demo, Direktur NasPol NTB: Ini Bukan Gubernur Kaleng-Kaleng

“Ini adalah bukti nyata bahwa Kemenag NTB tidak serius dalam mengurus jamaah. Padahal, haji adalah ibadah suci, bukan sekadar urusan dokumen dan tiket,” tegas Ardiansyah, Direktur Nasional Politik NTB (NasPol NTB), Kamis (8/5).

Ia menilai, kelalaian ini mencerminkan manajemen yang lemah dan tidak profesional, terlebih dalam era digital di mana sistem e-visa semestinya mampu menyaring pelanggar keimigrasian sejak awal.

Kritik terhadap pelayanan haji NTB sebenarnya sudah terdengar sejak kloter pertama diberangkatkan. Salah satu yang disorot adalah keterlambatan keberangkatan sejumlah jamaah, termasuk Bupati Lombok Tengah, yang tertahan karena masalah administratif.

Baca Juga :  Jamaah Haji NTB Dideportasi, HMI BADKO Bali-Nusra Desak Gubernur Bertindak

Buruknya koordinasi antara Kemenag NTB, agen perjalanan, dan Ditjen Imigrasi dituding sebagai biang keladi dari carut-marutnya pelayanan haji tahun ini. Narasi negatif pun ramai di media sosial, memperlihatkan kekecewaan publik terhadap pengelolaan ibadah suci ini.

Kasus deportasi ini menambah panjang daftar persoalan teknis yang menghantui penyelenggaraan haji dari NTB. Masyarakat mendesak evaluasi total, termasuk kemungkinan sanksi terhadap pejabat yang terbukti lalai dalam menjalankan tanggung jawabnya.

 

Berita Terkait

Nazaruddin Resmi Pimpin NasDem Kabupaten Bima, Abdul Muis Jadi Sekretaris
Mori Hanafi Lantik Pengurus NasDem Kabupaten Bima, Konsolidasi Menuju Pemilu 2029
Hianati Hasil Rekonsiliasi, DPP Singkirkan Muzihir, Akri Ambil Alih Kursi Ketua DPW PPP NTB
Kongres HMI XXXIII 2026, Ketua Badko HMI Bali-Nusra: Berani untuk Indonesia, Bukan Boneka Kekuasaan!
Bawaslu RI Salurkan Santunan untuk Keluarga Almarhum PNS Bawaslu Mataram
Kopi NTB Dilirik Turki dan Inggris di TEI 2026
Kacang Mete Songgajah NTB Dilirik Jepang, Turki dan Serbia di TEI 2026
Sate Rembiga dan Ayam Taliwang NTB Dilirik Jepang dan Papua Nugini di TEI 2026
Berita ini 179 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Nazaruddin Resmi Pimpin NasDem Kabupaten Bima, Abdul Muis Jadi Sekretaris

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Mori Hanafi Lantik Pengurus NasDem Kabupaten Bima, Konsolidasi Menuju Pemilu 2029

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Hianati Hasil Rekonsiliasi, DPP Singkirkan Muzihir, Akri Ambil Alih Kursi Ketua DPW PPP NTB

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Kongres HMI XXXIII 2026, Ketua Badko HMI Bali-Nusra: Berani untuk Indonesia, Bukan Boneka Kekuasaan!

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Bawaslu RI Salurkan Santunan untuk Keluarga Almarhum PNS Bawaslu Mataram

Berita Terbaru