Skandal Kredit Macet 300 Miliar di Bank NTB Syariah: Oligarki Berpesta, Rakyat Menjerit, KPK Ditantang Bertindak

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 14 Maret 2025 - 16:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Dugaan skandal kredit macet Bank NTB Syariah senilai Rp300 miliar mencuat ke permukaan, mengguncang perekonomian daerah yang sudah rapuh. Uang rakyat yang seharusnya digunakan untuk pembangunan justru diduga mengalir ke tangan oligarki melalui skema kredit bermasalah.

NTB masih masuk dalam jajaran provinsi dengan angka kemiskinan tertinggi di Indonesia, sementara angka pengangguran tetap tinggi. Namun, alih-alih digunakan untuk kesejahteraan, dana besar justru menguap dalam lingkaran kekuasaan.

Koordinator Nasional Poling Nusa Tenggara Barat (NasPol NTB), Ardiansyah, mendesak Gubernur dan Wakil Gubernur NTB untuk bersikap tegas. Menurutnya, ketidakseriusan pemimpin daerah dalam memerangi korupsi semakin memperburuk keadaan.

“Jangan cuma garang soal calo jabatan! Ini masalah besar yang menggerogoti ekonomi daerah. Jika dibiarkan, NTB akan semakin hancur,” tegas Ardi.

Ia juga meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB segera bertindak sebelum skandal ini lenyap tanpa jejak seperti banyak kasus sebelumnya.

Baca Juga :  Surat Wasiat Pria 58 Tahun di Lombok Utara Bikin Haru, Pesan Terakhir untuk Anak-anaknya Terungkap

“Jangan ada tebang pilih! Tangkap semua pencuri uang rakyat yang membuat NTB semakin miskin dan tertinggal,” serunya.

Kasus ini bukan sekadar angka, ini adalah nyawa ekonomi NTB.

“Jika dibiarkan berlarut, bukan hanya ekonomi daerah yang terguncang, tapi juga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan perbankan syariah,”ujarnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi III DPRD NTB, Muhammad Aminurlah, dengan tegas mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera turun tangan dan membongkar tuntas kasus ini.

“Ini bukan sekadar kredit macet biasa. Ini kerugian daerah ratusan miliar. KPK harus segera bertindak dan menyeret pihak yang bertanggung jawab,” tegas Aminurlah, Kamis 13 Maret 2025.

Dana Fantastis, Rakyat Miskin yang Menderita

Lebih dari Rp 300 miliar yang seharusnya bisa digunakan untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem di NTB justru ‘terjebak’ dalam kredit macet. Aminurlah menilai, jika dana tersebut disalurkan kepada petani dan UMKM, dampaknya bisa mengubah nasib ribuan warga miskin di daerah ini.

Baca Juga :  Laporan Kantor Pengacara Rusdiansyah Partners Terhadap Oknum Polisi 'Diatensi Polda NTB'

“Ironis. Petani sulit dapat pinjaman, tapi perusahaan besar justru dengan mudah mengakses kredit. Ada apa di balik kebijakan ini?,” cetusnya.

Siapa Aktor di Balik Kredit Macet Ini?

Yang lebih mencurigakan, Direktur Umum Bank NTB Syariah tiba-tiba mengundurkan diri! Apakah ini kebetulan? Atau ada sesuatu yang sedang disembunyikan?

“Direktur yang mundur harus dimintai pertanggungjawaban. Dia tidak bisa lepas tangan begitu saja! Apa perannya dalam tumpukan kredit macet ini?,” ujar Aminurlah geram.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penyelidikan kasus ini tidak boleh berhenti di audit internal saja. KPK harus masuk dan mengusut tuntas siapa saja yang bermain di balik kebijakan ini.

KPK, Jangan Diam, Seret Dalangnya

Aminurlah juga mempertanyakan penggunaan dana CSR yang seharusnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kita butuh transparansi. Dana CSR itu diberikan ke siapa? Apa benar-benar bermanfaat untuk daerah atau hanya menguntungkan segelintir elite?” tandasnya.

 

 

 

Berita Terkait

Musdalub Demokrat NTB Antarkan Eks Kapolda Hadi Gunawan Jadi Ketua DPD, Ini Targetnya
Evi Apita Maya Bahas Bantuan Bibit Kopi untuk Petani NTB, Hilirisasi Jadi Sorotan
Bukan Cuma MotoGP! ITDC dan MGPA Tembus 100 BUMN Terbaik, The Mandalika Makin Naik Kelas
Kampung Bebas Narkoba di Kota Bima Dipertanyakan, 4 Titik Digerebek, 7 Orang Diamankan
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Penghargaan Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026
NTB Berduka, Tuan Guru Bagu Berpulang: Ilmu dan Keteladanannya Jadi Warisan Umat
PWI Gandeng Lemhannas, Wartawan Diminta Waspadai Perang Kognitif di Era AI
Eks Kapolda NTB Hadi Gunawan Daftar Ketua Demokrat, 11 Surat Dukungan Diverifikasi
Berita ini 311 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Musdalub Demokrat NTB Antarkan Eks Kapolda Hadi Gunawan Jadi Ketua DPD, Ini Targetnya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Evi Apita Maya Bahas Bantuan Bibit Kopi untuk Petani NTB, Hilirisasi Jadi Sorotan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Bukan Cuma MotoGP! ITDC dan MGPA Tembus 100 BUMN Terbaik, The Mandalika Makin Naik Kelas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Kampung Bebas Narkoba di Kota Bima Dipertanyakan, 4 Titik Digerebek, 7 Orang Diamankan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Penghargaan Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026

Berita Terbaru