SUMBAWAPOST.com| Mataram- Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali menggelar Rapat Supply-Demand Tahun 2026, Selasa (9/12/2025). Agenda tahunan ini dipimpin langsung Plt. Kepala Dinas, Ahmad Masyhuri, S.H., didampingi Sekretaris Dinas, Kepala Bidang Penyuluhan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, serta Analis Pasar Hasil Pertanian. Seluruh kegiatan berlangsung di Aula Kantor Disnakeswan NTB.
Pertemuan ini menjadi ruang penting untuk membahas penetapan kuota pengiriman ternak sapi/kerbau pedaging dan sapi bibit lintas kabupaten/kota serta keluar daerah pada tahun 2026. Selain itu, forum ini juga bertujuan menyempurnakan mekanisme lalu lintas ternak dan memperkuat pengawasan produk asal hewan yang masuk maupun keluar wilayah NTB.
“Rapat koordinasi berlangsung dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kepala Dinas Peternakan di kabupaten/kota se-NTB, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, KSOP Lembar, Bappeda NTB, Dinas Perdagangan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), BPS NTB, hingga perwakilan asosiasi pengusaha ternak dari seluruh daerah,”ungkapnya.
Semua pihak sepakat bahwa penyusunan pola pengiriman ternak harus lebih tertata agar persoalan klasik yang selalu muncul setiap tahun terutama menjelang Hari Raya Idul Adha tidak terulang kembali. Mulai dari lonjakan permintaan, distribusi yang tidak merata, hingga koordinasi lintas sektor yang kerap tersendat.
Melalui rapat ini, Disnakeswan NTB menargetkan adanya kesepahaman bersama terkait ketersediaan ternak, kebutuhan pasar, kapasitas pengiriman, dan standar pengawasan, sehingga distribusi ternak 2026 dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan terukur.
Penulis : SUMBAWAPOST.com
Sumber Berita: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB









