NTB Koleksi Piagam Suci WTP ke-14, DPRD Bang Maman Bilang: Piagam Banyak, Tapi PAD Masih Bocor!

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 19 Juni 2025 - 13:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Pemerintah Provinsi NTB kembali mengukir prestasi gemilang yakni Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan tahun anggaran 2024 berhasil diraih untuk ke-14 kalinya secara berturut-turut sejak 2011.

Namun, di balik gemerlap piagam dan tepuk tangan, muncul suara lantang dari Anggota DPRD NTB, Muhammad Aminurlah, atau yang akrab disapa Bang Maman. Ia mengingatkan bahwa WTP bukan jaminan segalanya baik-baik saja.

“Alhamdulillah, kita kembali mendapatkan opini WTP. Tapi jangan sampai ini membuat kita terlena. WTP bukan puncak prestasi, ini baru awal dari kewajiban yang lebih berat,” ujar Bang Maman usai sidang paripurna DPRD NTB, Kamis, 19 Juni 2025.

Baca Juga :  Musda Golkar 2025: Peta Politik Berubah, Wagub NTB Umi Dinda Beri Dukungan untuk Mohan

Menurutnya, opini WTP adalah hasil kerja keras semua pihak. Tapi ia juga menyoroti catatan penting dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang harus segera ditindaklanjuti, terutama soal pengelolaan pendapatan daerah.

“Saya ingin lihat serius hasil temuan BPK. Piagam Banyak, Tapi Pendapatan daerah masih (Bocor). Ini jadi PR besar Jangan sampai masalah ini jadi langganan tiap tahun,” tegas politisi PAN yang dikenal vokal ini.

Bang Maman juga mengingatkan agar prestasi administratif seperti WTP tidak dijadikan tameng dari kritik rakyat. Ia menekankan pentingnya menjalankan amanat undang-undang secara substansial, bukan hanya prosedural.

Baca Juga :  Seleksi Komisaris Bank NTB, Aji Maman PAN: Mau Timses, Mau Saudara, Mau Tetangga-Asal Kompeten, Silakan Duduk!

“Kita ini bukan sekadar ngejar piagam. Yang kita kejar adalah rasa keadilan rakyat, manfaat nyata dari pengelolaan keuangan daerah,” ujarnya.

Capaian WTP selama 14 tahun berturut-turut memang patut diapresiasi. Tapi Bang Maman memastikan, DPRD NTB tidak akan tinggal diam terhadap setiap celah kebocoran dan kelemahan dalam sistem keuangan daerah.

“Prestasi oke, tapi jangan sampai tutupi lubang. Kita akan kawal terus agar catatan BPK bukan jadi ritual tahunan, tapi jadi pendorong perubahan nyata,” pungkasnya.

Berita Terkait

Cekcok Soal Uang, Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayahnya Hingga Tewas di Lombok Barat
Seorang Ayah di Lombok Tewas Diduga Dianiaya Anak Perempuan Sendiri
TGB Ingatkan Bahaya Ghibah, Tekankan Etika Sosial dalam Halalbihalal NWDI di Mataram
Halalbihalal NWDI Jadi Panggung Konsolidasi, Pemprov NTB Dorong Kolaborasi Percepat Pembangunan
Di Hadapan RKB-WRKB Pulau Lombok, Wagub NTB Serukan Gotong Royong: Bangun Daerah dari Kita, Oleh Kita, untuk Kita
Ribuan Warga Bima Padati UIN Mataram, Ketua RKBPL Dorong Ekonomi Mandiri Berbasis Gotong Royong
Qori Cilik Juara Internasional Tampil, Halalbihalal dan Pelepasan Jamaah Calon Haji RKB Pulau Lombok Kian Khusyuk
KONI NTB Rapatkan Barisan, Matangkan Slot Atlet dan Nomor Unggulan Jelang Porprov 2026
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 18:32 WIB

Cekcok Soal Uang, Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayahnya Hingga Tewas di Lombok Barat

Minggu, 19 April 2026 - 18:05 WIB

Seorang Ayah di Lombok Tewas Diduga Dianiaya Anak Perempuan Sendiri

Minggu, 19 April 2026 - 15:13 WIB

TGB Ingatkan Bahaya Ghibah, Tekankan Etika Sosial dalam Halalbihalal NWDI di Mataram

Minggu, 19 April 2026 - 14:01 WIB

Halalbihalal NWDI Jadi Panggung Konsolidasi, Pemprov NTB Dorong Kolaborasi Percepat Pembangunan

Minggu, 19 April 2026 - 13:24 WIB

Di Hadapan RKB-WRKB Pulau Lombok, Wagub NTB Serukan Gotong Royong: Bangun Daerah dari Kita, Oleh Kita, untuk Kita

Berita Terbaru

Terlihat Terduga Pelaku bersama Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan seorang ayah di Desa Tamansari, Lombok Barat.

Hukum & Kriminal

Seorang Ayah di Lombok Tewas Diduga Dianiaya Anak Perempuan Sendiri

Minggu, 19 Apr 2026 - 18:05 WIB