Ngopi Bareng Bahas Duit Negara, Sekretaris KPU NTB Ikut Urus ‘Dompet’ Pemerintah

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 22 Mei 2025 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Suasana santai namun serius mewarnai forum ‘Ngopi Anggaran’ yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi NTB pada Rabu (21/5). Kegiatan yang bertajuk Ngobrol Pagi tentang Anggaran itu menjadi ajang diskusi lintas instansi guna memperkuat sinergi dan mendorong pengelolaan anggaran negara yang lebih cepat, tepat, dan akuntabel.

Acara ini dihadiri oleh 20 pimpinan Satuan Kerja (Satker) dari berbagai lembaga dan instansi di Provinsi NTB, termasuk Sekretaris KPU Provinsi NTB, Mars Ansori Wijaya.

Kepala Kanwil DJPb Provinsi NTB, Ratih Hapsari Kusumawardani, dalam sambutannya menekankan pentingnya percepatan realisasi anggaran sejak awal tahun anggaran. “Hal ini dimaksudkan karena belanja pemerintah berdampak pada pertumbuhan ekonomi di wilayah, dengan tetap memperhatikan perencanaan belanja dan menghindari penumpukan di akhir tahun anggaran,” terangnya.

Baca Juga :  KPU Larang Paslon Bawa APK Saat Debat Pilgub NTB, Berikut Materi Debat dan Lokasinya

Ia juga mendorong satuan kerja untuk memaksimalkan penggunaan sistem digital dalam proses pembayaran.

“Gunakan platform pembayaran pemerintah (P3) dan Kartu Kredit Pemerintah (KKP) untuk meningkatkan akuntabilitas dan pengelolaan kas yang lebih baik,” tambahnya.

Ratih turut mengimbau agar satuan kerja meningkatkan kapasitas SDM dalam memahami regulasi perbendaharaan dan proses bisnis pelaksanaan anggaran. Ia menegaskan pentingnya tata kelola yang kuat, monitoring, evaluasi, pengendalian internal, serta kualitas dan validitas perekaman data capaian output.

Forum tersebut juga menjadi ruang berbagi tantangan antarinstansi. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTB, I Gusti Putu Milawati, memaparkan situasi yang dihadapi pihaknya pascapenataan organisasi di tubuh Kemenkumham.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Dana Hibah, Polisi Segera Layangkan Surat Panggilan Ke Dua untuk KPU Kabupaten Bima

“Setelah menjadi empat kantor wilayah Ditjen PAS, Ditjen Imigrasi, dan lainnya jumlah pegawai yang semula diperkirakan 169, kini menjadi 106. Ini berdampak pada kelebihan belanja pegawai dan berpengaruh terhadap nilai IKPA, khususnya pada Indikator Halaman III DIPA dan penyerapan anggaran,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kakanwil DJPb NTB memberikan solusi agar dilakukan revisi Halaman III DIPA dan berkoordinasi dengan Unit Eselon I untuk menyesuaikan alokasi anggaran. “Kelebihan anggaran bisa diarahkan ke bulan Desember melalui revisi anggaran,” sarannya.

 

Berita Terkait

Halal Bihalal IKA Unram, Isvie Rupaeda Tegaskan Peran Alumni Jadi Kunci Kemajuan Kampus
Perpres 4/2026 Disorot, Sawah NTB Beralih Fungsi, Direktur Mi6: Ini Sawah atau Real Estate Sih?
Soal Reklamasi Amahami, Persatuan Pemuda NTB Desak Kejati Tangkap Wali Kota Bima
Sekda NTB dari Madura, Bukan Putra Daerah-Iqbal Tuntut Pejabat Kerja ‘Extraordinary’
Nama Gubernur NTB Muncul di Sidang Kasus ‘Dana Siluman’ DPRD, Saksi Akui Terima Perintah
Daftar Lengkap Pejabat NTB Beserta Posisi yang Dilantik Iqbal: 6 Bulan Jadi ‘Tiket’ Bertahan atau Angkat Kaki
Ketua FKMHB Ungkap Indikasi Error in Objecto Aset Serasuba, DPRD Bima Sebut Tanah Bukan Milik Pemkot
Pria Asal Sumenep Madura, Abul Chair Resmi Jadi Sekda NTB, Iqbal Ungkap Proses Panjang di Balik Layar
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 14:40 WIB

Halal Bihalal IKA Unram, Isvie Rupaeda Tegaskan Peran Alumni Jadi Kunci Kemajuan Kampus

Jumat, 10 April 2026 - 17:48 WIB

Perpres 4/2026 Disorot, Sawah NTB Beralih Fungsi, Direktur Mi6: Ini Sawah atau Real Estate Sih?

Jumat, 10 April 2026 - 17:01 WIB

Soal Reklamasi Amahami, Persatuan Pemuda NTB Desak Kejati Tangkap Wali Kota Bima

Jumat, 10 April 2026 - 09:58 WIB

Sekda NTB dari Madura, Bukan Putra Daerah-Iqbal Tuntut Pejabat Kerja ‘Extraordinary’

Kamis, 9 April 2026 - 22:38 WIB

Nama Gubernur NTB Muncul di Sidang Kasus ‘Dana Siluman’ DPRD, Saksi Akui Terima Perintah

Berita Terbaru