Miris! Petani Wera Korban Banjir Rogoh Kocek Sendiri Perbaiki Dam Rusak

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 30 September 2025 - 12:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Bima- Pascabanjir besar yang melanda Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, pada 2 Februari 2025 lalu, masyarakat masih terus berjuang dengan kondisi penuh keterbatasan. Di tengah lambannya perhatian pemerintah, warga Desa Nanga Wera terpaksa merogoh kocek sendiri untuk memperbaiki dam dan talut yang rusak akibat terjangan banjir.

Sekretaris Desa (Sekdes) Nanga Wera Isunarion membenarkan bahwa perbaikan aliran air untuk lahan pertanian dilakukan secara swadaya oleh warga. “Iya, memang betul swadaya masyarakat sendiri. Itu karena kendala anggaran, baik provinsi maupun daerah sampai saat ini belum ada perhatian dari pemerintah,” ungkapnya saat dihubungi media ini. Selasa (30/9/2025).

Baca Juga :  NTB Teriak di Sidak DPR RI: Pusat Rampas Dana Perikanan, Wewenang Daerah Dipreteli

Menurut Sekdes, lokasi yang rusak berada di Dam So Ntundu, Desa Nanga Wera, Kecamatan Wera. Kerusakan cukup parah, dengan kondisi dam yang dalam dan panjang. Warga sudah berulang kali melakukan gotong royong sejak pascabencana banjir, namun keterbatasan tenaga dan biaya membuat perbaikan tak maksimal.

“Sudah beberapa kali masyarakat melakukan gotong royong dan swadaya sejak pascabanjir Februari lalu. Masyarakat benar-benar kesulitan karena lokasi dam tersebut juga cukup dalam dan panjang,” tambahnya.

Baca Juga :  5 Terduga Pelaku Penganiayaan Saat Eksekusi Lahan di Ai Jati Sumbawa Ditahan di Rutan Polda NTB, 2 Lainnya Masih Diburu

Sekdes Nanga Wera menegaskan, masyarakat kini menaruh harapan besar pada pemerintah daerah maupun provinsi untuk segera turun tangan membantu. “Harapan kami, pemerintah segera membantu kesulitan masyarakat. Jangan dibiarkan petani berjuang sendiri,” desaknya.

Kerusakan dam dan talut ini berdampak serius bagi ratusan hektare lahan pertanian di Wera. Jika tidak segera ditangani, bukan hanya sawah yang terancam gagal panen, tapi juga masa depan ekonomi ribuan keluarga petani di wilayah tersebut.

 

Berita Terkait

Satgas Desa Berdaya Resmi Dibentuk, Pemprov NTB Siap Sikat Program Tak Tepat Sasaran hingga ke Desa
Sekda NTB Abul Chair Tegaskan Desa Berdaya Jadi Mesin Utama Pengentasan Kemiskinan
Amerika Serikat Dalami Tambang Rakyat Lantung Sumbawa, Soroti Lingkungan dan Tata Kelola SDA
NTB Terapkan Metode Baru Percepat Penanganan Stunting, Desa Sakra Lombok Timur Jadi Pilot Project
Tambang Rakyat Lantung Sumbawa Jadi Perhatian Amerika Serikat
KPU NTB dan Bawaslu NTB Touring Monitoring Coktas di Lombok Utara, Pastikan Data Pemilih Akurat
TPA Kebon Kongok di NTB Berpotensi Hasilkan 9 Juta Ton Gas Metana per Tahun, Siap Jadi Sumber Energi Alternatif
Wakil Ketua DPRD Lalu Wirajaya Hadiri Penutupan MTQ XXXI NTB 2026, Dorong Lahirnya Generasi Qurani Berprestasi
Berita ini 111 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:05 WIB

Satgas Desa Berdaya Resmi Dibentuk, Pemprov NTB Siap Sikat Program Tak Tepat Sasaran hingga ke Desa

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:59 WIB

Sekda NTB Abul Chair Tegaskan Desa Berdaya Jadi Mesin Utama Pengentasan Kemiskinan

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:45 WIB

Amerika Serikat Dalami Tambang Rakyat Lantung Sumbawa, Soroti Lingkungan dan Tata Kelola SDA

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:27 WIB

NTB Terapkan Metode Baru Percepat Penanganan Stunting, Desa Sakra Lombok Timur Jadi Pilot Project

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:19 WIB

Tambang Rakyat Lantung Sumbawa Jadi Perhatian Amerika Serikat

Berita Terbaru

Suasana diskusi antara Delegasi Konsulat Amerika Serikat dan Bupati serta perangkat daerah Kabupaten Sumbawa terkait tambang rakyat Lantung.

Pemerintahan

Tambang Rakyat Lantung Sumbawa Jadi Perhatian Amerika Serikat

Rabu, 17 Jun 2026 - 14:19 WIB