Makesta IPNU-IPPNU Kota Bima, Akhdiansyah Tegaskan Kaderisasi Penentu Hidup-Matinya Organisasi

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akhdiansyah saat memberikan arahan kepada peserta Makesta IPNU-IPPNU Kota Bima terkait pentingnya kaderisasi dan penguatan struktur organisasi.

Akhdiansyah saat memberikan arahan kepada peserta Makesta IPNU-IPPNU Kota Bima terkait pentingnya kaderisasi dan penguatan struktur organisasi.

SUMBAWAPOST.com | Kota Bima- Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Bima menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) sebagai langkah awal membentuk kader pelajar yang militan dan berkarakter.

Kegiatan ini turut dihadiri Majelis Pembina Nasional IPNU sekaligus Anggota DPRD Provinsi NTB Fraksi PKB, Akhdiansyah dalam arahannya, sosok yang akrab disapa Guru To’i itu menegaskan bahwa kekuatan organisasi terletak pada konsistensi kaderisasi dan soliditas struktur. Tanpa dua hal tersebut, organisasi dinilai akan kehilangan arah dan daya gerak.

“Fokus kita harus pada kaderisasi dan perbaikan struktur. Jika kaderisasi berjalan dengan baik, maka secara otomatis struktur organisasi akan hidup dan bergerak. Struktur bukan sekadar papan nama, tapi ruh yang digerakkan oleh kader-kader aktif,” ujar, dalam keterangan yang diterima media ini, Kamis (23/4/2026).

Baca Juga :  Wagub NTB Umi Dinda: Bule Datang Bukan Cari Rumah Sultan, Tapi Toilet yang Gak Bikin Trauma

Akhdiansyah di hadapan puluhan peserta Makesta, Ia menekankan, kaderisasi bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan proses strategis untuk menjaga keberlangsungan gerakan. Menurutnya, organisasi yang abai terhadap pengaderan akan sulit bertahan dalam jangka panjang.

Lebih jauh, Akhdiansyah mengingatkan bahwa Makesta tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata. Ia menyebut forum ini sebagai gerbang awal pembentukan karakter kader IPNU-IPPNU yang berlandaskan nilai-nilai dasar organisasi.

“Makesta adalah pintu masuk bagi Rekan dan Rekanita untuk mulai belajar, berjuang, dan bertaqwa. Di sinilah mentalitas kalian ditempa untuk menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga kokoh secara spiritual,” tambahnya.

Sebagai politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang lahir dari tradisi Nahdlatul Ulama, ia juga menyoroti peran strategis pelajar dalam menjaga keberlanjutan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut.

Baca Juga :  Ketua DPW PBB NTB Hadiri Muscab Lombok Utara, Nadirah Al-Habsyi Tekankan Spirit 5K untuk Bangkitkan Kejayaan Partai

Menurutnya, IPNU dan IPPNU merupakan wajah masa depan Nahdlatul Ulama dalam merawat nilai-nilai moderasi beragama di tengah dinamika sosial yang terus berubah.

“Kalian adalah wajah NU masa depan. Tugas besar kalian adalah terus memperjuangkan dan membumikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di kalangan pelajar, agar estafet kepemimpinan NU ke depan tetap berada pada garis perjuangan yang benar,” tegasnya.

Kegiatan Makesta ini diharapkan tidak hanya melahirkan kader baru secara kuantitas, tetapi juga membentuk generasi pelajar yang memiliki integritas, kapasitas, dan komitmen terhadap nilai keislaman serta kebangsaan. Regenerasi ini dinilai penting untuk memperkuat kontribusi pelajar dalam pembangunan daerah, khususnya di Kota Bima.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Ini Daftar Lengkap Pemenang Puteri Anak Dan Puteri Remaja NTB 2026, Ajang Bergengsi Cetak Generasi Berkarakter
KPU NTB ‘Sekolahin’ Jajaran Lewat Class Menulis, KPU Kota Bima Jadi Kelas Perdana
14 Tahun Terbengkalai, YAPPIKA dan YISA Ambalawi Hadirkan Perpustakaan Baru di SDN Sowa, Wabup Bima Beri Apresiasi
YAPPIKA ActionAid dan YISA Ambalawi Sulap Perpustakaan Rusak Jadi Ruang Belajar Anak Bima
YAPPIKA ActionAid Bersama YISA Bongkar Rendahnya Literasi Siswa Bima, Program Sekolah Aman Jadi Solusi Nyata
Perpustakaan SDN Sowa Direvitalisasi, Jadi Ruang Tumbuh Baru Literasi Anak Pesisir Bima
Di Tengah Mandalika yang Mendunia, Warga Krisis Air Bersih dan Rumah Layak Huni, Sari Yuliati Turun Langsung
NTB Kebagian 30 Cabor PON 2028, Persiapan Dikebut: Tak Mau Sekadar Tuan Rumah, Targetkan Warisan Jangka Panjang
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 22:12 WIB

Ini Daftar Lengkap Pemenang Puteri Anak Dan Puteri Remaja NTB 2026, Ajang Bergengsi Cetak Generasi Berkarakter

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:40 WIB

KPU NTB ‘Sekolahin’ Jajaran Lewat Class Menulis, KPU Kota Bima Jadi Kelas Perdana

Senin, 11 Mei 2026 - 22:45 WIB

14 Tahun Terbengkalai, YAPPIKA dan YISA Ambalawi Hadirkan Perpustakaan Baru di SDN Sowa, Wabup Bima Beri Apresiasi

Senin, 11 Mei 2026 - 19:20 WIB

YAPPIKA ActionAid dan YISA Ambalawi Sulap Perpustakaan Rusak Jadi Ruang Belajar Anak Bima

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:34 WIB

YAPPIKA ActionAid Bersama YISA Bongkar Rendahnya Literasi Siswa Bima, Program Sekolah Aman Jadi Solusi Nyata

Berita Terbaru