Laut Bukan Milik Investor, Gubernur NTB Serukan Revolusi Konservasi di Pandanan

Avatar

- Jurnalis

Senin, 9 Juni 2025 - 14:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Lombok Utara – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkenalkan konsep baru dalam pengembangan kawasan Taman Laut Pandanan, Lombok Utara. Konsep ini mengedepankan prinsip ramah lingkungan, berbasis komunitas, serta menolak segala bentuk praktik yang dapat meminggirkan masyarakat lokal.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, dalam sambutannya pada peringatan Hari Laut Dunia dan Hari Segitiga Karang yang berlangsung pada Senin (9/6).

“Kalau kita bicara tentang daerah ini, tidak cukup bicara mengenai pantai. Seperti tadi disampaikan, 3E (Environment, Economy, dan Equity, red) itu sebetulnya kita bicara tentang ekosistem laut. Ekosistem laut itu bukan hanya lautnya, tapi juga pesisirnya, pantainya, dan manusia yang tinggal di sekitarnya, bahkan udaranya,” tegas Gubernur.

Baca Juga :  Inilah Tiga Buah Raperda yang Ditetapkan DPRD NTB Diawal Tahun 2025

Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan bahwa Taman Laut Pandanan memiliki keistimewaan tersendiri. Kawasan ini menjadi jalur migrasi burung elang alap atau elang Siberia dan termasuk salah satu lokasi terbaik untuk aktivitas pengamatan burung (bird watching). Di samping itu, kawasan ini juga memiliki situs vulkanik yang berasal dari gunung merapi purba.

Menurut Gubernur, peringatan Hari Laut Sedunia yang dilaksanakan di kawasan tersebut merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen kolektif dalam menjaga serta mengembangkan wilayah ini.

Baca Juga :  Tim Percepatan Pembangunan NTB: Manajemen Kepemimpinan Modern

“Ini membutuhkan kesadaran dan komitmen dari kita semua. Yang paling membahagiakan, mendengarkan cerita bagaimana teman-teman mahasiswa dan mahasiswi, teman-teman kampus, memberi perhatian kepada konservasi kelautan ini. Artinya, kalau yang muda sudah memberikan perhatian, masa depan kita cerah,” ujar Gubernur.

Ia juga menekankan bahwa laut merupakan milik bersama seluruh umat manusia. Segala aktivitas yang terjadi di kawasan ini akan memberikan dampak pada negara-negara lain. Oleh karena itu, menjaga kelestarian ekosistem laut di NTB adalah bentuk kontribusi nyata dalam mewujudkan dunia yang lebih baik.

Berita Terkait

Satgas Desa Berdaya Resmi Dibentuk, Pemprov NTB Siap Sikat Program Tak Tepat Sasaran hingga ke Desa
Sekda NTB Abul Chair Tegaskan Desa Berdaya Jadi Mesin Utama Pengentasan Kemiskinan
Amerika Serikat Dalami Tambang Rakyat Lantung Sumbawa, Soroti Lingkungan dan Tata Kelola SDA
NTB Terapkan Metode Baru Percepat Penanganan Stunting, Desa Sakra Lombok Timur Jadi Pilot Project
Tambang Rakyat Lantung Sumbawa Jadi Perhatian Amerika Serikat
KPU NTB dan Bawaslu NTB Touring Monitoring Coktas di Lombok Utara, Pastikan Data Pemilih Akurat
TPA Kebon Kongok di NTB Berpotensi Hasilkan 9 Juta Ton Gas Metana per Tahun, Siap Jadi Sumber Energi Alternatif
Wakil Ketua DPRD Lalu Wirajaya Hadiri Penutupan MTQ XXXI NTB 2026, Dorong Lahirnya Generasi Qurani Berprestasi
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:05 WIB

Satgas Desa Berdaya Resmi Dibentuk, Pemprov NTB Siap Sikat Program Tak Tepat Sasaran hingga ke Desa

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:59 WIB

Sekda NTB Abul Chair Tegaskan Desa Berdaya Jadi Mesin Utama Pengentasan Kemiskinan

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:45 WIB

Amerika Serikat Dalami Tambang Rakyat Lantung Sumbawa, Soroti Lingkungan dan Tata Kelola SDA

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:27 WIB

NTB Terapkan Metode Baru Percepat Penanganan Stunting, Desa Sakra Lombok Timur Jadi Pilot Project

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:19 WIB

Tambang Rakyat Lantung Sumbawa Jadi Perhatian Amerika Serikat

Berita Terbaru

Suasana diskusi antara Delegasi Konsulat Amerika Serikat dan Bupati serta perangkat daerah Kabupaten Sumbawa terkait tambang rakyat Lantung.

Pemerintahan

Tambang Rakyat Lantung Sumbawa Jadi Perhatian Amerika Serikat

Rabu, 17 Jun 2026 - 14:19 WIB