SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Keberhasilan Peselancar Muda Binaan PSOI Dompu Asal Lakey Peak, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Bronson Meydi, menembus persaingan Internasional melalui wild card World Surf League (WSL) Philippines Pro 2026 mendapat apresiasi dari Ketua Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) NTB, Nurbaya Sari. Minggu (1/11/2026).
Nurbaya menyebut pencapaian Bronson sebagai prestasi luar biasa. Menurutnya, kesempatan memperoleh Wild Card bukan perkara mudah karena sepenuhnya menjadi kewenangan WSL dan tidak dapat diintervensi oleh pihak mana pun.
Ia menjelaskan, Bronson mendapatkan kesempatan tersebut melalui jalur peselancar junior untuk tampil dalam kompetisi Internasional di Filipina.
“Luar biasa Bronson ini baru pertama di Asia yg bisa mendapat wild card dan Bronson dari NTB, yg mana utk mendapatkan Wild Card ini tidak bisa di intervensi sama pihak manapun ini murni WSL dan dari yunior Bronson ini yg masuk dan mendapat wild card di Philiphines,” ungkap Nurbaya.
Lebih dari sekadar prestasi individu, menurut Perempuan yang tomboy dan menyukai aktivitas mendaki gunung ini menilai Bronson merupakan aset berharga sekaligus berlian bagi NTB. Di usia yang masih tergolong muda, Bronson telah mampu menunjukkan kemampuan hingga mendapatkan kesempatan berkompetisi di level internasional.
Ia menyebut keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan masyarakat NTB sekaligus membawa nama Indonesia semakin dikenal di panggung olahraga selancar ombak dunia.
“Marquez nya Surfing Bronson Meydi ini dan Bronson ini berlian bagi NTB di usia yg tergolong muda sdh di posisi ini, NTB dan kita semua bangga dgn hasil perjuangan dari seorang Bronson Meydi membawa harum nama NTB khususnya dan tanah air kita Indonesia secara umum di kancah internasional,” ujarnya
Namun, di balik kebanggaan atas pencapaian Bronson, Nurbaya juga menyoroti pentingnya keberlanjutan pembinaan atlet selancar ombak di NTB. Ia berharap keberhasilan Bronson menjadi pemantik lahirnya lebih banyak peselancar muda berbakat dari daerah ini.
Menurutnya, potensi atlet muda harus diikuti dukungan nyata pemerintah melalui pembinaan yang berkelanjutan, penyediaan ruang pengembangan bakat, serta penyelenggaraan kompetisi secara rutin.
Nurbaya secara khusus menyoroti masih minimnya kompetisi kategori grommet atau peselancar usia dini dan kategori perempuan (women) di NTB. Padahal, kedua kategori tersebut memiliki peran penting dalam membangun regenerasi atlet selancar ombak.
Ia berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap pembinaan peselancar usia dini dan junior, sehingga NTB tidak hanya bergantung pada atlet yang telah berprestasi, tetapi mampu menyiapkan generasi penerus sejak awal.
“Saya berharap akan lebih banyak lagi Bronson Meydi dari NTB tentunya kita berharap pemerintah mensuport dan mendukung surfer2 muda dan usia dini dgn adanya pembinaan2, jg contest2 Grommet dan jg women yg masih kurang utk kita NTB,” katanya.
Nurbaya menegaskan, keberhasilan Bronson seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem olahraga selancar ombak di NTB.
Dengan pembinaan yang terarah dan kompetisi yang berkesinambungan, NTB diharapkan mampu melahirkan lebih banyak peselancar potensial yang dapat bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Selain itu, Nurbaya menyampaikan ucapan selamat kepada Bronson atas pencapaian yang telah diraih. “Congrats untuk Bronson Meydi,” tutupnya.
Penulis : SUMBAWAPOST.com











