SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Peselancar Muda Binaan PSOI Dompu Asal Lakey Peak, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Bronson Meydi, kembali menorehkan prestasi gemilang. Pada akhir Oktober 2026, ia berhasil meraih medali Emas dalam Dua ajang selancar Ombak di Bali, yakni Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Surfing Indonesia dan Liga Surfing Indonesia (LSI).
Prestasi tersebut semakin mengukuhkan kiprahnya di Funia Selancar Ombak. Juara Dunia Junior World Surf League (WSL) 2024 itu kini kembali mendapat kesempatan tampil di panggung persaingan tertinggi Selancar Ombak Dunia setelah memperoleh Wild Card untuk berlaga dalam ajang Philippines Pro di Cloud 9, Pulau Siargao, Filipina, pada 31 Oktober hingga 10 November 2026.
Kesempatan tersebut membuka jalan bagi Bronson untuk tampil di level Championship Tour (CT), menggantikan salah satu peserta yang mengalami cedera. Ia kini akan bersaing dengan 24 peselancar yang tampil dalam kompetisi tersebut.
Kehadiran Bronson menjadi perhatian tersendiri karena peselancar asal Dompu itu mendapatkan kesempatan melalui jalur wild card yang ditentukan langsung oleh WSL.
Ketua Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) NTB, Nurbaya Sari, menyambut gembira kesempatan yang diperoleh Bronson. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan pencapaian luar biasa karena pemberian Wild Card sepenuhnya menjadi kewenangan WSL dan tidak dapat diintervensi pihak mana pun.
“Luar biasa Bronson ini baru pertama di Asia yg bisa mendapat wild card dan Bronson dari NTB, yg mana utk mendapatkan Wild Card ini tidak bisa di intervensi sm pihak manapun ini murni WSL dan dari yunior Bronson ini yg masuk dan mendapat Wild Card di Philiphines,” ungkap Nurbaya Sari kepeda media ini. Minggu (1/11/2026).
Nurbaya yang juga Mahasiswa S3 Unram ini juga menyebut Bronson sebagai salah satu aset berharga NTB di Cabang Olahraga Selancar Ombak. Di usia yang masih muda, Bronson dinilai telah menunjukkan kemampuan dan prestasi yang membanggakan hingga mendapat kesempatan tampil di kompetisi internasional.
“Marquez nya Surfing Bronson Meydi ini dan Bronson ini berlian bagi NTB di usia yg tergolong muda Sudah di posisi ini, NTB dan kita semua bangga dgn hasil perjuangan dari seorang Bronson Meydi membawa harum nama NTB khususnya dan tanah air kita Indonesia secara umum di kancah internasional,” ujarnya.
Bagi Bronson, Filipina bukanlah Wilayah yang asing. Negara tersebut justru menjadi salah satu tempat yang menyimpan catatan prestasi penting dalam perjalanan kariernya.
Pada 2025, Bronson berhasil menjuarai kompetisi Qualifying Series (QS) 6.000 di Siargao setelah mengalahkan peselancar Australia, Ben Lorentson.
Pada tahun yang sama, ia juga meraih gelar juara dunia di La Union, Filipina. Dalam kompetisi tersebut, Bronson mencatatkan skor sempurna 10 melalui aksi aerial yang memukau.
Dua pencapaian itu menjadi modal penting bagi Bronson untuk kembali berkompetisi di perairan Filipina. Namun, kali ini tantangannya berbeda karena ia akan tampil di level Championship Tour dengan persaingan yang lebih ketat.
Dalam babak pertama, Bronson dijadwalkan menghadapi Jack Robinson, peselancar asal Australia yang memiliki pengalaman dan reputasi di kompetisi Selancar Ombak Dunia.
Sementara itu, Indonesia tidak dapat menurunkan Rio Waida dalam kompetisi ini karena peringkatnya berada di luar 24 besar peserta yang dapat tampil.
Persaingan di Philippines Pro dipastikan tidak mudah. Meski demikian, hasil pertandingan selancar ombak tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis atlet. Kondisi ombak, arah angin, arus laut, serta kecermatan membaca karakter alam juga menjadi faktor penting dalam menentukan hasil kompetisi.
Dengan pengalaman dan catatan prestasi yang dimiliki, Bronson memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya di hadapan para peselancar terbaik dunia. Penampilannya di Philippines Pro sekaligus menjadi momentum untuk membawa nama PSOI, Lakey Peak, Kabupaten Dompu, NTB, dan Indonesia semakin dikenal di panggung selancar Ombak Internasional.
Penulis : SUMBAWAPOST.com











