SUMBAWAPOST.com | Mataram- Semangat Hari Kartini terasa kuat dalam kegiatan upgrading IPPAT NTB, yang tahun ini menjadi momentum penting penegasan peran perempuan sebagai garda depan pembangunan hukum di daerah.
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Indah Damayanti Putri, menegaskan bahwa perempuan IPPAT NTB kini telah menjangkau seluruh wilayah provinsi dan menjadi kekuatan strategis dalam memastikan keadilan hadir hingga ke akar rumput.
“Perempuan IPPAT NTB telah menyebar di seluruh penjuru daerah. Ini bukan sekadar persebaran profesi, tetapi kekuatan besar yang memastikan negara hadir melalui kepastian hukum bagi masyarakat,” ujarnya.
Perempuan yang akrab disapa Umi Dinda tersebut menekankan bahwa keberadaan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah NTB merupakan bukti nyata penguatan peran perempuan dalam pembangunan daerah. Menurutnya, perempuan NTB bukan lagi sekadar objek pembangunan, melainkan subyek utama yang menentukan arah kemajuan.
“IPPAT NTB telah membuktikan mendukung. Perempuan NTB adalah perempuan tangguh. Dalam setiap kemajuan daerah, keterlibatan perempuan itu wajib bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi sebagai subyek dan penggerak ekonomi,” ujarnya.
Namun di balik kemajuan tersebut, Umi Dinda mengingatkan masih adanya tantangan serius, terutama terkait kekerasan terhadap perempuan di sejumlah wilayah. Ia menilai, kehadiran perempuan dalam sektor hukum menjadi kunci penting dalam memastikan perlindungan dan keadilan berjalan efektif.
“Kita masih menghadapi kekerasan terhadap perempuan. Di sinilah pentingnya perempuan hadir dalam sistem hukum agar ada keberpihakan, ada perlindungan, dan ada keadilan yang benar-benar dirasakan,” kata dia.
Ia juga menegaskan bahwa cita-cita besar NTB makmur mendunia tidak akan tercapai tanpa keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk perempuan yang kini berada di garis depan pelayanan hukum.
“Ini adalah tugas bersama. Kita butuh keberanian, integritas, dan kolaborasi untuk membawa NTB melangkah lebih jauh,” ujarnya.
Lebih lanjut, Umi Dinda berharap kegiatan upgrading ini tidak berhenti pada seremoni semata, tetapi mampu melahirkan gagasan konkret yang menjawab tantangan di lapangan.
“Saya ingin dari forum ini lahir ide-ide luar biasa yang bukan hanya dibicarakan, tetapi diwujudkan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua IPPAT NTB, Saharjo, menilai pesan tersebut sebagai panggilan untuk memperkuat peran organisasi dalam membangun sistem hukum yang berkeadilan.
“Ini bukan sekadar jaringan, ini adalah barisan pejuang kepastian hukum. Perempuan-perempuan IPPAT NTB hadir di tengah masyarakat, memastikan setiap hak atas tanah terlindungi, setiap proses berjalan dengan integritas,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa IPPAT NTB siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal visi pembangunan daerah. Menurutnya, kegiatan upgrading ini merupakan momentum konsolidasi untuk melahirkan langkah nyata yang berdampak luas.
“Kami tidak ingin berhenti pada wacana. Dari forum ini harus lahir gerakan-gerakan pelayanan hukum yang cepat, transparan, dan berpihak pada masyarakat. Inilah kontribusi nyata kami untuk NTB makmur mendunia,” kata dia.
Dengan semangat Kartini masa kini, perempuan NTB tidak lagi berada di belakang, tetapi tampil memimpin dari depan. Dari ruang pelayanan hukum hingga pelosok desa, mereka hadir sebagai simbol keberanian, integritas, dan harapan, memastikan keadilan menjadi hak setiap warga, bukan hanya milik segelintir orang.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










