Kado dari Negara untuk Man-Feri: RSUD Kota Bima Kini Setara RS Provinsi, Warga Tak Lagi Keluar Daerah

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 28 Mei 2025 - 17:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Bima – Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan bahwa RSUD Kota Bima merupakan satu dari 66 rumah sakit daerah di wilayah kabupaten/kota terpencil dan terbelakang yang statusnya ditingkatkan dari Tipe D menjadi Tipe C. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerataan dan peningkatan kualitas layanan kesehatan di seluruh Indonesia.

Revitalisasi RSUD tersebut mencakup peningkatan infrastruktur, kelengkapan peralatan medis, dan penguatan sumber daya manusia. Hal ini ditujukan agar RSUD dapat memberikan layanan kesehatan yang lebih baik dan komprehensif kepada masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Kesehatan saat menghadiri acara peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan RSUD Kota Bima. Kegiatan ini berlangsung di eks Kantor Wali Kota Bima lama, Kelurahan Rabadompu Barat, pada Rabu, 28 Mei 2025. Menkes hadir bersama Gubernur NTB, Wali Kota Bima, serta unsur Forkopimda.

Program peningkatan status RSUD ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win, yang digagas Presiden Prabowo Subianto di sektor kesehatan. Program strategis ini meliputi beberapa kegiatan prioritas, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, pengentasan Tuberkulosis (TBC), serta peningkatan kapasitas RSUD di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan.

Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa peningkatan kapasitas RSUD merupakan salah satu dari tiga program utama Quick Win yang menjadi prioritas Kementerian Kesehatan. Dua program lainnya adalah Cek Kesehatan Gratis sebagai Kado Ulang Tahun dari Negara dan Pengentasan TBC.

Baca Juga :  KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak Kunjungi NTB, Sampaikan Hal Ini

“Dengan ketersediaan tenaga dokter spesialis dan peralatan radiologi canggih memungkinkan penanganan kasus medis yang lebih kompleks langsung di lokasi, tanpa perlu merujuk pasien ke rumah sakit dengan tingkat pelayanan lebih tinggi, seperti ke RSUP NTB yang memerlukan waktu tempuh 10 jam dari Bima. Semua akan dilayani di RSUD Kota Bima,” ungkap Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.

Sebagai RS Tipe C, RSUD Kota Bima diwajibkan memiliki dokter spesialis dasar, antara lain spesialis penyakit dalam, bedah, kebidanan, dan anak. Keberadaan tenaga spesialis ini memungkinkan penanganan pasien secara lebih menyeluruh di daerah.

Selain itu, lanjut Menkes, RS Tipe C akan dilengkapi dengan fasilitas modern seperti ruang operasi (OK), ICU, NICU, laboratorium lengkap, serta peralatan radiologi terkini.

Fasilitas tersebut akan meningkatkan kemampuan diagnostik dan memperkuat sistem pelayanan kesehatan di daerah. RS Tipe C juga diharapkan menjadi penghubung penting dalam sistem rujukan nasional, guna mengurangi beban rumah sakit besar dan mempercepat akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Baca Juga :  Pemeriksaan Pasien di RSJ NTB Memakai Teknologi Pemindai Otak

Meski demikian, Menkes mengakui adanya tantangan dalam pelaksanaan program ini, khususnya keterbatasan sumber daya manusia. Saat ini, Indonesia masih kekurangan lebih dari 600 dokter spesialis, baik di bidang dasar maupun spesialis dengan kompetensi khusus seperti kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi (KJSU), yang sangat dibutuhkan dalam mendukung transformasi layanan kesehatan.

“Kami memahami tantangan ini, tetapi kami yakin dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, institusi pendidikan, dan pihak swasta, kekurangan tenaga medis dapat segera teratasi. Tujuannya adalah memastikan seluruh rakyat Indonesia mendapatkan layanan kesehatan terbaik tanpa perlu merujuk ke luar daerah,” tambahnya.

Lebih lanjut, Menteri Budi juga mendorong putra-putri daerah untuk menekuni pendidikan di bidang kedokteran. Ia memastikan bahwa Kementerian Kesehatan akan menyiapkan program beasiswa lanjutan bagi talenta kedokteran di daerah, dengan harapan mereka dapat kembali dan mengabdikan diri di tanah kelahirannya.

“RSUD di Kota Bima ini dapat memangkas biaya dan waktu masyarakat yang selama ini memerlukan perawatan rujukan di faskes lengkap dan tenaga medis yang profesional, seperti ke RSUP NTB. Dengan dibangunnya RSUD ini, masyarakat Kota Bima tak harus berobat lanjut ke RS provinsi, cukup di Kota Bima,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Dompu Dapat Rapor Merah KPK, Tata Kelola Pemerintahan Era Bambang Firdaus Dipertanyakan
HMI Dompu Resmi Laporkan Rekomendasi Fraksi DPRD, BK Diminta Bertindak
Gubernur NTB Iqbal Ungkap Banyak Aset Provinsi Tak Tercatat dan Belum Bersurat
Gubernur Iqbal Bongkar Sistem Pendapatan NTB: Buruknya Secara Sistemik
Kader Jaelani-Marga Harun Mulai Disandingkan untuk 2029, Peta Politik Dompu Kembali Jadi Sorotan
Maluku Utara ‘Berguru’ ke NTB, Belajar Jurus Kelola Laut
Mori Hanafi Tagih Janji Pemerintah, Desak Kepastian Dana Gedung DPRD NTB 2027
ASN Dinas Pertanian NTB Disorot, Ada yang Tak Masuk Kerja hingga 93 Hari
Berita ini 211 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:54 WIB

Dompu Dapat Rapor Merah KPK, Tata Kelola Pemerintahan Era Bambang Firdaus Dipertanyakan

Jumat, 4 September 2026 - 15:05 WIB

HMI Dompu Resmi Laporkan Rekomendasi Fraksi DPRD, BK Diminta Bertindak

Jumat, 4 September 2026 - 11:26 WIB

Gubernur NTB Iqbal Ungkap Banyak Aset Provinsi Tak Tercatat dan Belum Bersurat

Jumat, 4 September 2026 - 10:00 WIB

Gubernur Iqbal Bongkar Sistem Pendapatan NTB: Buruknya Secara Sistemik

Jumat, 4 September 2026 - 01:10 WIB

Kader Jaelani-Marga Harun Mulai Disandingkan untuk 2029, Peta Politik Dompu Kembali Jadi Sorotan

Berita Terbaru