Jadi Tersangka Etik, Ketua Bawaslu Dompu Diperiksa DKPP

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 25 April 2025 - 14:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Ketua Bawaslu Kabupaten Dompu, Swastari Haz, diperiksa oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) atas dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP) dalam perkara 36-PKE-DKPP/I/2025, pada Rabu, 23 April 2025, di Kantor KPU Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kota Mataram.

Dua pengadu, Suryadin (316-PKE-DKPP/XII/2024) dan Kisman Pangeran (36-PKE-DKPP/I/2025), memberikan kuasa kepada Apryadin dan rekan-rekan untuk mewakili mereka dalam kasus ini.

Swastari Haz diduga berpihak dan tidak netral dalam kapasitasnya sebagai Ketua Bawaslu dengan mengunggah status di akun Facebook pribadinya, yang disertai foto seseorang mengenakan atribut salah satu pasangan calon (paslon) dalam Pilkada Dompu 2024. Selain itu, teradu juga diklaim memiliki dua saudara kandung yang merupakan peserta pemilu dan anggota tim sukses dari paslon tertentu.

Suryadin, salah satu pengadu, mengungkapkan bahwa pada tanggal 24 Oktober 2024, Swastari Haz mengunggah sebuah status dengan foto seseorang memakai atribut paslon yang bertarung dalam Pilkada Dompu. Status tersebut memicu reaksi publik dan dugaan keberpihakan Swastari terhadap salah satu paslon. Menurut pengadu, unggahan itu berpotensi menimbulkan kegaduhan dan konflik kepentingan.

Baca Juga :  Jelang Tutup Buku 2025, KPU NTB Bunyikan Alarm: Satker Wajib Super Teliti, Satu Salah Hitung Bisa Fatal

“Status Facebook teradu yang disertai narasi tersebut menimbulkan tanggapan publik dan dianggap dapat memicu kegaduhan,” ujar Suryadin. Menurutnya, aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor Bawaslu Dompu pada hari berikutnya juga merupakan dampak dari unggahan tersebut, dengan massa yang menyegel kantor Bawaslu dan menuntut pencopotan Swastari Haz.

Dalam konferensi pers, Swastari Haz mengaku tidak mengetahui bahwa foto yang diunggah tersebut menampilkan atribut paslon. Ia menjelaskan bahwa ia mengidap rabun jauh sehingga tidak dapat mengenali objek yang difoto. “Saya tidak tahu gambar itu memakai atribut paslon. Itu foto yang saya ambil setelah kegiatan jalan santai oleh Bawaslu Dompu,” jelasnya.

Baca Juga :  Pilkada 2024: LPW NTB Laporkan Calon Bupati, Wali Kota dan Gubernur NTB

Swastari Haz juga mengakui bahwa dua saudara kandungnya, Muhammad Saiun dan Andi Surya Ramadan, terlibat dalam kampanye salah satu paslon. Namun, ia menegaskan bahwa ia telah terbuka kepada kolega di Bawaslu dan jajaran pengawas di tingkat kecamatan mengenai hal tersebut. “Saya sudah memberi penjelasan di tujuh kecamatan yang saya kunjungi selama tahapan pilkada,” tambahnya.

Dalam persidangan tersebut, kedua saudara kandung Swastari Haz, Muhammad Saiun dan Andi Surya Ramadan, hadir dan menegaskan bahwa mereka tidak mengambil keuntungan apapun dari keterlibatan Swastari dalam Bawaslu. “Kami bekerja secara profesional dan komunikasi dengan teradu terputus selama tahapan pilkada,” ujar Andi Surya Ramadan.

Sidang pemeriksaan ini dipimpin oleh Ketua Majelis J. Kristiadi, dengan anggota Majelis Tim Pemeriksa Daerah Provinsi NTB, termasuk Syamsul Hidayat (unsur masyarakat), Mastur (unsur KPU), dan Syaifuddin (unsur Bawaslu).

Berita Terkait

58 Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Badko HMI Bali-Nusra Desak Kemenhaj NTB Cabut Izin Travel Bermasalah
Sirkuit Mandalika Lolos Standar Tertinggi FIM, Raih Grade A, MotoGP Indonesia 2026 Siap Digelar
Lima Pembalap Dunia Sambangi Sekolah di Mandalika
Aktivis Kritik Berujung Tersangka, Pemuda Sasak Sentil Gubernur NTB: Rakyat Harus Diam?
MotoGP Mandalika, 160 Tenaga Medis Siaga, 12 Ambulans dan Helikopter Disiapkan
Enam Produk Unggulan NTB Siap Nembus Pasar Ekspor Lewat TEI 2026
Mori Hanafi Kembali Maju, Daftar Sebagai Calon Ketua KONI NTB 2026-2030
Marc Marquez Sebut Mandalika Seperti Rumah Kedua, Ribuan Warga Sambut Parade MotoGP di Mataram
Berita ini 228 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 04:05 WIB

58 Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Badko HMI Bali-Nusra Desak Kemenhaj NTB Cabut Izin Travel Bermasalah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Sirkuit Mandalika Lolos Standar Tertinggi FIM, Raih Grade A, MotoGP Indonesia 2026 Siap Digelar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Lima Pembalap Dunia Sambangi Sekolah di Mandalika

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Aktivis Kritik Berujung Tersangka, Pemuda Sasak Sentil Gubernur NTB: Rakyat Harus Diam?

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:27 WIB

MotoGP Mandalika, 160 Tenaga Medis Siaga, 12 Ambulans dan Helikopter Disiapkan

Berita Terbaru

Lima pembalap Moto2 dan Moto3 Berinteraksi dan Berbagi Inspirasi dengan Siswa SDN 2 Kuta Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Kamis (8/10/2026).

Olahraga

Lima Pembalap Dunia Sambangi Sekolah di Mandalika

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:53 WIB