Harga Cabai Kian Pedas Saat Ramadan, Pemkab Lombok Tengah Datangkan 1 Ton dari Enrekang Sulawesi Selatan

Avatar

- Jurnalis

Senin, 2 Maret 2026 - 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Lombok Tengah H.M. Nursiah menerima pasokan 1 ton cabai rawit merah dari Enrekang Sulawesi Selatan di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Minggu (1/3/2026).

Wakil Bupati Lombok Tengah H.M. Nursiah menerima pasokan 1 ton cabai rawit merah dari Enrekang Sulawesi Selatan di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Minggu (1/3/2026).

Lombok Tengah| SUMBAWAPOST.com- Harga cabai rawit merah di Lombok Tengah kian pedas saat memasuki bulan suci Ramadan. Menyikapi lonjakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bergerak cepat dengan mendatangkan satu ton cabai dari Enrekang, Sulawesi Selatan, sebagai langkah strategis menekan kenaikan harga di pasaran.

Pasokan cabai tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Lombok Tengah, H.M. Nursiah, di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Minggu (1/3/2026).

Dalam beberapa pekan terakhir, harga cabai rawit merah di Lombok Tengah sempat melonjak hingga Rp200.000 per kilogram. Kenaikan signifikan itu dipicu keterbatasan pasokan akibat faktor cuaca dan kendala distribusi.

Baca Juga :  ‘Belasan Tahun PHP’ Mori Hanafi Tembuskan Jembatan Impian Lewa Mori Rp1 Triliun, Kerja Keras Tanpa Lelah Akhirnya Berbuah Nyata

“Alhamdulillah, hari ini kita menerima pasokan cabai dari Enrekang sebanyak satu ton. Ini merupakan salah satu upaya konkret pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat selama Ramadan,” ujar Nursiah.

Tambahan stok tersebut diharapkan mampu memperkuat pasokan di pasar tradisional maupun di tingkat distributor. Dengan meningkatnya ketersediaan, harga cabai diharapkan kembali stabil dan lebih terjangkau bagi masyarakat selama Ramadan.

Sementara itu, Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bappenas Nusa Tenggara Barat, Rinna Syawal, SP., MP., menjelaskan bahwa pihaknya turut memfasilitasi distribusi cabai dari Enrekang guna membantu menyeimbangkan harga di pasaran, khususnya di Kabupaten Lombok Tengah.

Baca Juga :  Korupsi Proyek Puskesmas Rp7 M di Lombok Tengah Terbongkar, Tiga Tersangka Resmi Dilimpahkan ke Kejati NTB

Menurutnya, cabai yang didatangkan dijual dengan harga berkisar antara Rp68.000 hingga Rp73.000 per kilogram. Harga tersebut diharapkan menjadi penyeimbang di tingkat konsumen dan meredam gejolak pasar selama Ramadan.

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menegaskan akan terus memantau perkembangan harga bahan pokok serta memperkuat koordinasi dengan distributor dan pelaku usaha guna mengantisipasi potensi lonjakan harga lainnya.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat dan memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga wajar di tengah meningkatnya permintaan selama bulan suci Ramadan.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Perpres 4/2026 Disorot, Sawah NTB Beralih Fungsi, Direktur Mi6: Ini Sawah atau Real Estate Sih?
Soal Reklamasi Amahami, Persatuan Pemuda NTB Desak Kejati Tangkap Wali Kota Bima
Sekda NTB dari Madura, Bukan Putra Daerah-Iqbal Tuntut Pejabat Kerja ‘Extraordinary’
Nama Gubernur NTB Muncul di Sidang Kasus ‘Dana Siluman’ DPRD, Saksi Akui Terima Perintah
Daftar Lengkap Pejabat NTB Beserta Posisi yang Dilantik Iqbal: 6 Bulan Jadi ‘Tiket’ Bertahan atau Angkat Kaki
Ketua FKMHB Ungkap Indikasi Error in Objecto Aset Serasuba, DPRD Bima Sebut Tanah Bukan Milik Pemkot
Pria Asal Sumenep Madura, Abul Chair Resmi Jadi Sekda NTB, Iqbal Ungkap Proses Panjang di Balik Layar
Surati Menteri ESDM, Badko HMI Bali-Nusra Tolak Ekspor PT AMNT: Hilirisasi Jangan Dipermainkan
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 17:48 WIB

Perpres 4/2026 Disorot, Sawah NTB Beralih Fungsi, Direktur Mi6: Ini Sawah atau Real Estate Sih?

Jumat, 10 April 2026 - 17:01 WIB

Soal Reklamasi Amahami, Persatuan Pemuda NTB Desak Kejati Tangkap Wali Kota Bima

Jumat, 10 April 2026 - 09:58 WIB

Sekda NTB dari Madura, Bukan Putra Daerah-Iqbal Tuntut Pejabat Kerja ‘Extraordinary’

Kamis, 9 April 2026 - 22:38 WIB

Nama Gubernur NTB Muncul di Sidang Kasus ‘Dana Siluman’ DPRD, Saksi Akui Terima Perintah

Kamis, 9 April 2026 - 22:31 WIB

Daftar Lengkap Pejabat NTB Beserta Posisi yang Dilantik Iqbal: 6 Bulan Jadi ‘Tiket’ Bertahan atau Angkat Kaki

Berita Terbaru