Gubernur NTB Buka Karpet Merah Investor Udang, Siapkan NTB Capital hingga Insentif Besar-Besaran

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026 - 02:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB bersalaman dengan para investor dalam acara Ramah Tamah dan Diskusi Hilirisasi Industri Tambak Udang bersama Shrimp Club Indonesia (SCI) di Mataram.

Gubernur NTB didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB bersalaman dengan para investor dalam acara Ramah Tamah dan Diskusi Hilirisasi Industri Tambak Udang bersama Shrimp Club Indonesia (SCI) di Mataram.

SUMBAWAPOST.com | Mataram- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan langkah serius dalam membangun iklim investasi yang ramah bagi pelaku usaha melalui penguatan regulasi, pemberian insentif, serta percepatan hilirisasi industri perikanan, khususnya tambak udang vaname.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dalam acara Ramah Tamah dan Diskusi Hilirisasi Industri Tambak Udang bersama Shrimp Club Indonesia (SCI) Wilayah Lombok yang digelar di Hotel Aston Inn Mataram, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan strategis yang diinisiasi Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTB ini turut dihadiri investor PT Japfa Indonesia, Ketua Umum SCI Pusat Andi Tamsil, serta sejumlah kepala OPD terkait di lingkup Pemprov NTB.

Dalam arahannya, Gubernur menegaskan bahwa pemerintah daerah membuka ruang seluas-luasnya bagi investor untuk masuk dan berkembang di NTB.

Baca Juga :  Bawaslu NTB Bahas Pengawasan Pemilu dan Sengketa Bersama DPW PBB, Dorong Integritas Pemilu 2029

“Jangan ragukan komitmen kami untuk mendorong industri perikanan, khususnya budidaya udang. Langkah-langkah yang kami lakukan saat ini adalah bagian dari upaya kami untuk menjadi provinsi yang investor friendly. Kami sadar bahwa teman-teman nggak mungkin berbisnis untuk urusan sosial, pasti ada juga ingin keuntungan. Kami ingin teman-teman untung, tapi masyarakat juga senang dan kondisi lingkungan juga terjaga,” ujar Gubernur.

Sebagai bentuk kepastian dan proteksi dunia usaha, Pemprov NTB saat ini tengah merampungkan revisi Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur bahwa sanksi administratif harus didahulukan sebelum sanksi pidana bagi pelaku usaha perikanan.

“Yang nanti akan mempertegas bahwa sanksi administratif itu mendahului sanksi-sanksi pidana, sehingga teman-teman nanti tidak terus dihantui oleh ancaman pidana terhadap persoalan-persoalan yang nanti akan dihadapi,” tegasnya.

Selain itu, Pemprov NTB juga memperkenalkan BUMD Holding Company NTB Capital yang akan menjadi mitra strategis investor dalam pengelolaan aset, perizinan, hingga penyelesaian kendala sosial di lapangan.

Baca Juga :  NTB Tersenyum di 2025, Tapi Menahan Napas di Awal 2026: 1.890 Kasus Stunting Baru Muncul

NTB Capital disiapkan sebagai jembatan cepat antara investor dan pemerintah daerah agar proses investasi berjalan lebih efisien dan terarah.

Di sektor sumber daya manusia, Pemprov NTB juga menyiapkan program sertifikasi keahlian bagi siswa SMK perikanan agar siap terserap dunia industri, sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem di daerah.

Gubernur juga menegaskan bahwa pertumbuhan investasi tidak boleh mengabaikan aspek keberlanjutan lingkungan, terutama dalam pengelolaan limbah tambak udang.

We are on the same boat. Kita ini hidup di atas kapal yang sama. Tidak bolehada satu orang yang nggak peduli sama lingkungan, karena kalau rusak kita akan tenggelam bersama-sama,” tambahnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?
300 Warga Bima NTB Mengungsi Usai Gempa M7,7, Warga dari Desa Mana Saja? Ini Rinciannya
Ratusan Maba FHISIP Unram 2026 Mulai Langkah Baru, PKKMB Jadi Gerbang Kehidupan Kampus
Menenun “GAPUK Sejahtera”: Dosen UIN Mataram Pengabdian Integratif di Desa Lingkar Kampus
Inilah Lokasi Kerusakan di Bima Usai Diguncang Gempa M7,7 Flores
Gempa M7,7 Flores Terasa hingga Bima: Rumah, Masjid hingga Gudang Bulog Rusak, Warga Luka
270 ASN dari 30 OPD NTB Lupa Jadi Pejabat, Mendadak Jadi Atlet, Ini Cabornya
HUT ke-81 RI, Wagub NTB Ajak ASN Lepas Penat dan Perkuat Persaudaraan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:05 WIB

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:23 WIB

300 Warga Bima NTB Mengungsi Usai Gempa M7,7, Warga dari Desa Mana Saja? Ini Rinciannya

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:01 WIB

Ratusan Maba FHISIP Unram 2026 Mulai Langkah Baru, PKKMB Jadi Gerbang Kehidupan Kampus

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Menenun “GAPUK Sejahtera”: Dosen UIN Mataram Pengabdian Integratif di Desa Lingkar Kampus

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Inilah Lokasi Kerusakan di Bima Usai Diguncang Gempa M7,7 Flores

Berita Terbaru

Dr. Ufran, Ketua Bagian Hukum Pidana FHISIP Universitas Mataram (Unram), Penulis artikel Puluhan Tahun Perang Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Hukum & Kriminal

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Sabtu, 15 Agu 2026 - 22:05 WIB

Sejumlah Titik di Kota Bima dan Kabupaten Bima Dilaporkan Terdampak Gempa M7,7 yang Berpusat di Wilayah Flores, NTT, Sabtu (15/8/2026). BPBD NTB melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan di lapangan.

Pemerintahan

Inilah Lokasi Kerusakan di Bima Usai Diguncang Gempa M7,7 Flores

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:18 WIB