NTB Tersenyum di 2025, Tapi Menahan Napas di Awal 2026: 1.890 Kasus Stunting Baru Muncul

Avatar

- Jurnalis

Senin, 26 Januari 2026 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, meninjau kondisi warga di kawasan perkampungan tidak layak huni di Kelurahan Uma Sima, Kabupaten Sumbawa, Rabu (29/10) sore, sebagai bagian dari upaya Pemprov NTB dalam memperkuat intervensi penanganan stunting dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, meninjau kondisi warga di kawasan perkampungan tidak layak huni di Kelurahan Uma Sima, Kabupaten Sumbawa, Rabu (29/10) sore, sebagai bagian dari upaya Pemprov NTB dalam memperkuat intervensi penanganan stunting dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

SUMBAWAPOST.com | Mataram- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat capaian menggembirakan dalam penanganan stunting sepanjang Tahun 2025.

Berdasarkan data konsolidasi per Desember 2025, prevalensi stunting di NTB berada pada angka 13,39 persen, atau 51.809 kasus dari 387.065 balita.

Capaian tersebut dinilai sangat positif karena lebih rendah dari rata-rata nasional sebesar 18,8 persen, sekaligus melampaui target NTB Tahun 2025 yang ditetapkan sebesar 21,7 persen.

Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan buah dari kerja kolektif lintas sektor yang terus diperkuat hingga ke tingkat desa.

“Alhamdulillah, capaian stunting NTB per Desember 2025 berada di angka 13,39 persen. Ini bukan sekadar angka, tetapi cerminan dari kerja nyata pemerintah daerah bersama kabupaten/kota, tenaga kesehatan, kader, serta partisipasi masyarakat yang terus bergerak memperbaiki kualitas tumbuh kembang anak-anak NTB,” ujar Aka. Senin (26/1/2026) dalam keterangan yang diterima media ini.

Menurutnya, penurunan stunting merupakan agenda prioritas Pemerintah Provinsi NTB karena berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Stunting adalah ancaman serius bagi kualitas SDM. Karena itu, Pemprov NTB bersama kabupaten/kota se-NTB tidak hanya fokus pada capaian, tetapi juga pada kesinambungan program agar kasus baru bisa dicegah sejak awal. Ini komitmen kita bersama untuk melahirkan generasi NTB yang sehat, kuat, dan unggul,” tegasnya.

Capaian Per Kabupaten/Kota
Berdasarkan laporan gizi pada aplikasi Sigizi Kesehatan Keluarga (Sigizikesga) Kementerian Kesehatan RI Tahun 2026, capaian stunting per kabupaten/kota di NTB per Desember 2025 adalah sebagai berikut:

Baca Juga :  Gubernur NTB Iqbal Robohkan Kutukan Tambang: Lewat IPR, Desa Miskin di Atas Tanah Kaya Emas Akan Berakhir

1. Lombok Barat: 9,58%
2. Lombok Tengah: 9,99%
3. Lombok Timur: 22,39%
4. Sumbawa: 10,70%
5. Dompu: 12,61%
6. Bima: 12,22%
7. Sumbawa Barat: 7,1%
8. Lombok Utara: 14,18%
9. Kota Mataram: 6,57%
10. Kota Bima: 9,49%

Pemprov NTB menilai data tersebut sebagai pijakan penting untuk memastikan intervensi yang dilakukan lebih terarah dan tepat sasaran, khususnya pada daerah yang masih membutuhkan percepatan penanganan.

“Data kabupaten/kota menjadi dasar untuk memperkuat strategi. Daerah yang sudah rendah harus dijaga agar tidak naik, sementara daerah dengan angka lebih tinggi akan kita dorong percepatan intervensinya melalui program yang lebih fokus dan masif,” tambah Aka.

Kasus Baru Awal 2026 Jadi Pengingat
Selain capaian sepanjang 2025, pemantauan awal Tahun 2026 menunjukkan masih munculnya kasus stunting baru. Pada Januari 2026, NTB mencatat 0,6 persen atau 1.890 kasus stunting baru. Data ini menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan harus terus dilakukan secara konsisten.

Rincian kasus stunting baru Januari 2026 per kabupaten/kota meliputi:

1. Lombok Barat: 1,0% (479 kasus)
2. Lombok Tengah: 0,9% (653 kasus)
3. Lombok Timur: 0,8% (545 kasus)
4. Sumbawa: 0,3% (79 kasus)
5. Dompu: 0,0% (nihil kasus baru)
6. Bima: 0,1% (36 kasus)
7. Sumbawa Barat: 0,4% (39 kasus)
8. Lombok Utara: 0,3% (41 kasus)
9. Kota Mataram: 0,001% (4 kasus)
10. Kota Bima: 0,2% (14 kasus)

“Untuk persentase stunting, data akan terus diperbarui sesuai hasil pengukuran tinggi badan balita setiap bulan,” jelas Aka.

Gubernur Miq Iqbal pun mengapresiasi daerah yang berhasil menekan kasus baru, sekaligus mendorong percepatan layanan pada wilayah yang masih mencatat penambahan kasus.

Baca Juga :  Satresnarkoba Polres Bima Kota Gagalkan Pria Asal Dompu Jadi ‘Supplier Sabu’ Setengah Kilogram ke Sape

“Penanganan stunting bukan pekerjaan musiman. Kita harus menguatkan pencegahan di hulu, mulai dari ibu hamil, pola asuh, gizi keluarga, hingga layanan kesehatan yang konsisten di Posyandu dan Puskesmas. Semua pihak harus bergerak,” tegas Gubernur Iqbal.

Pencegahan Dimulai dari Keluarga
Pemprov NTB menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak hanya bertumpu pada layanan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, terutama keluarga.

“Masyarakat diimbau untuk memastikan ibu hamil mendapat pemeriksaan rutin dan asupan gizi seimbang memberikan ASI eksklusif dan MPASI sesuai standar, rutin membawa balita ke Posyandu, menjaga sanitasi dan pola hidup bersih sehat, segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan jika ditemukan risiko gangguan tumbuh kembang,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan NTB Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM., MARS menegaskan komitmen pihaknya untuk menjaga tren penurunan stunting sekaligus menekan kasus baru secara cepat dan terukur.

“Capaian tahun 2025 ini patut kita syukuri, namun kita tidak boleh berhenti. Tahun 2026, Dinas Kesehatan NTB bersama kabupaten/kota akan memperkuat pencegahan dan penanganan stunting melalui intervensi yang lebih terarah, berbasis data, serta respons cepat terhadap kasus baru,” jelasnya.

Ia menyebutkan sejumlah langkah strategis yang akan terus diperkuat, mulai dari Aksi Bergizi di Sekolah, penguatan surveilans gizi, pemantauan pertumbuhan balita, edukasi PMBA, penanganan cepat masalah gizi, hingga penguatan koordinasi lintas sektor dan pendampingan Survey SSGI 2026.

“Target kita jelas, menurunkan stunting secara terukur, konsisten, dan menyentuh keluarga sebagai pusat pencegahan,” tutup Hamzi Fikri.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

IPM NTB 2025 Naik Signifikan, Kolaborasi Menjadi Kunci Akselerasi
Pemprov NTB Perketat Pengawasan Program MBG, SPPG Tak Patuh Terancam Dievaluasi hingga Dihentikan
Atlet Kota Mataram Dominasi Akuatik Porprov NTB 2026, Delapan Rekor Baru Tercipta dan Borong 13 Medali Emas
Luar Biasa! Laras Ajeng Pecahkan Dua Rekor Porprov NTB 2026, Rekor 8 Tahun Akhirnya Tumbang
Gubernur NTB Miq Iqbal Jagokan Argentina Juara Piala Dunia 2026: Argentina Forever, Satu Kosong Sudah Cukup
Yuri Kemal Fadlullah Dikukuhkan Pimpin PBB, Ketua DPW PBB NTB Nadirah Al-Habsyi Tegaskan Soliditas Menuju Pemilu 2029
Ketua DPW PBB NTB Nadirah Al Habsyi Hadiri Rakernas PBB, Konsolidasi Nasional Matangkan Langkah Menuju Pemilu 2029
Ketua PSOI NTB Nurbaya Sari Apresiasi Seluruh Kontingen, Cabor Selancar Porprov XII NTB 2026 Resmi Ditutup Sukses
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:26 WIB

IPM NTB 2025 Naik Signifikan, Kolaborasi Menjadi Kunci Akselerasi

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:05 WIB

Pemprov NTB Perketat Pengawasan Program MBG, SPPG Tak Patuh Terancam Dievaluasi hingga Dihentikan

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:41 WIB

Atlet Kota Mataram Dominasi Akuatik Porprov NTB 2026, Delapan Rekor Baru Tercipta dan Borong 13 Medali Emas

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:26 WIB

Luar Biasa! Laras Ajeng Pecahkan Dua Rekor Porprov NTB 2026, Rekor 8 Tahun Akhirnya Tumbang

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:27 WIB

Gubernur NTB Miq Iqbal Jagokan Argentina Juara Piala Dunia 2026: Argentina Forever, Satu Kosong Sudah Cukup

Berita Terbaru

Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal bersama Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri saat turun langsung menyapa Masyarakat dalam Kegiatan Pelayanan dan Pembangunan di Nusa Tenggara Barat (NTB) Sinergi kepemimpinan keduanya terus diperkuat untuk mendorong peningkatan kualitas Pembangunan Manusia, percepatan penurunan Kemiskinan, Penguatan Ketahanan Pangan, serta Pengembangan Pariwisata yang berdampak terhadap Kesejahteraan Masyarakat.

Pemerintahan

IPM NTB 2025 Naik Signifikan, Kolaborasi Menjadi Kunci Akselerasi

Minggu, 19 Jul 2026 - 17:26 WIB