Gubernur Iqbal Didesak Turun Gunung, PON 2028 Jadi Ujian Harga Diri NTB

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 6 Mei 2025 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Dukungan terhadap Provinsi NTB sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XXII tahun 2028 terus mengalir deras. Dari kalangan pemuda, Akademisi, aktivis, hingga aliansi masyarakat sipil, semua satu suara: PON 2028 di NTB-NTT harga mati.

Ketua KNPI NTB, Taupik Hidayat alias Opik, menyambut positif jika PON tetap digelar di NTB. Ia menyebutkan bahwa jika PON NTB-NTT terselenggara, otomatis venue cabang olahraga (cabor) akan dibangun dan diperbaiki, dan juga  anggaran pembinaan atlet akan besar, serta menjadikan event ini sebagai pengungkit pembangunan ekonomi dan infrastruktur.

“PON ini bukan sekadar olahraga, tapi pintu gerbang untuk mengangkat NTB di kancah nasional. Saya mendukung penuh dan mendorong Gubernur NTB segera ambil langkah konkret,” tegas Taupik. saat mengikuti Deklarasi dari Aliansi Masyarakat Sipil (AMS) NTB untuk menyampaikan dukungan terhadap PON. Selasa (6/5) di tempat Kopi Tuwa Kawa Kota Mataram.

Forum Wartawan Parlemen (FWP) NTB pun angkat bicara. Ketua FWP, Fahrul Mustofa, menyatakan bahwa menjadi tuan rumah PON adalah soal keberanian dan keseriusan.

“Siapa yang gak mau jadi tuan rumah? Ini bukan main-main, ini soal nyali. Harapan saya, Gubernur NTB harus serius. Mari kita sambut PON dengan semangat gila-gilaan,” cetus Fahrul.

Baca Juga :  Kos-Kosan Jadi TKP Pesta Sabu di Bima, Abang Polisi Sudah Tiba Sebelum Lagu Kedua Diputar

Sementara itu, Ketua Badko HMI Bali-Nusra, Caca Handika, memperingatkan bahwa PON 2028 bukan untuk kepentingan segelintir elit atau KONI NTB saja. “Ini kepentingan masyarakat NTB. Gubernur harus lebih agresif, jangan santai,” katanya tegas.

Aliansi Masyarakat Sipil (AMS) NTB juga ikut bersuara lantang. Gabungan dari Puluhan OKP dan kelompok masyarakat ini menegaskan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan PON 2028 di NTB-NTT. Inisiator AMS NTB, Karman BM, menyebutkan bahwa potensi ekonomi dari PON sangat besar dan harus dimaksimalkan.

“Puluhan ribu orang akan datang. Perputaran uang miliaran hingga triliunan rupiah akan dirasakan rakyat langsung dari hotel, restoran, UMKM sampai pedagang asongan,” ungkap Karman dalam konferensi pers di Mataram di tempat Kopi Tuwa Kawa.

Ia menilai bahwa kekhawatiran soal efisiensi anggaran sebagaimana tertuang dalam Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tidak boleh jadi alasan melemahkan semangat.

“Inpres itu bukan penghalang, tapi penguat. Ini momentum kebangkitan NTB. Jangan sampai dilewatkan,” ujar Karman.

Menurutnya, penunjukan NTB sebagai tuan rumah PON oleh KONI Pusat bukan hadiah gratis, tapi hasil dari kerja keras panjang seluruh insan olahraga di daerah.

Baca Juga :  Pemprov NTB Buka Suara, Ini Kronologi Sewa 72 Kendaraan Listrik Rp12 Miliar agar Tak Salah Kaprah

“Ini bentuk kepercayaan nasional. Kita harus sambut riang gembira. PON adalah panggung harga diri daerah,” tambahnya.

Taupik Hidayat menambahkan, menjadi tuan rumah akan mempermudah jalan atlet NTB ke panggung nasional karena seleksi bisa dilakukan internal. Ia juga menegaskan bahwa PON adalah urusan semua rakyat NTB, bukan hanya soal KONI.

“Laporkan KONI ke Kejati itu hal lain. Tapi PON ini dinikmati rakyat. Infrastruktur akan dibangun pusat, dari stadion hingga jalan raya. Kalau venue kita berstandar internasional, kita bisa dorong event internasional dan program sport tourism,” tandasnya.

Dukungan AMS NTB untuk PON 2028:

1. PON adalah Harga Diri Daerah. Momentum kepercayaan nasional yang tidak boleh disia-siakan.

2. Dorong Ekonomi Rakyat. Perputaran uang miliaran hingga triliunan, dampak langsung ke UMKM, hotel, transportasi, pariwisata.

3. Tegaskan Sikap Pemprov. Pemerintah NTB harus proaktif, jemput bola, dan bangun komunikasi intensif dengan pusat.

4. Ajang Kolaborasi Semua Pihak. PON bukan event segelintir orang. Ini hajat rakyat NTB.

5. Penolakan adalah Kemunduran. Siapa yang melepas kesempatan ini, berarti tidak paham nilai strategis PON.

Berita Terkait

Kader Jaelani-Marga Harun Mulai Disandingkan untuk 2029, Peta Politik Dompu Kembali Jadi Sorotan
Maluku Utara ‘Berguru’ ke NTB, Belajar Jurus Kelola Laut
Mori Hanafi Tagih Janji Pemerintah, Desak Kepastian Dana Gedung DPRD NTB 2027
ASN Dinas Pertanian NTB Disorot, Ada yang Tak Masuk Kerja hingga 93 Hari
Garnita NasDem NTB Tancap Gas, Ambil Bagian dalam Gerakan Nasional 1.500 Kakus Sekolah
Wagub NTB Sentil ASN Dinas Pertanian: Jangan Cuma Hadir di Absen, Hadirlah untuk Petani
HUT ke-15 Garnita NasDem NTB Tak Sekadar Tiup Lilin, 11 Kakus Sekolah Direstorasi
Tak Ada Niat Korupsi, Gubernur NTB Iqbal Ungkap Sistem Lemah yang Bisa Jerat Pejabat
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 01:10 WIB

Kader Jaelani-Marga Harun Mulai Disandingkan untuk 2029, Peta Politik Dompu Kembali Jadi Sorotan

Kamis, 3 September 2026 - 17:53 WIB

Maluku Utara ‘Berguru’ ke NTB, Belajar Jurus Kelola Laut

Kamis, 3 September 2026 - 17:19 WIB

Mori Hanafi Tagih Janji Pemerintah, Desak Kepastian Dana Gedung DPRD NTB 2027

Kamis, 3 September 2026 - 12:10 WIB

ASN Dinas Pertanian NTB Disorot, Ada yang Tak Masuk Kerja hingga 93 Hari

Kamis, 3 September 2026 - 11:54 WIB

Garnita NasDem NTB Tancap Gas, Ambil Bagian dalam Gerakan Nasional 1.500 Kakus Sekolah

Berita Terbaru

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB Muslim Bersama Jajaran Menerima Kunjungan Kerja Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku Utara untuk Mempelajari Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan.

Pemerintahan

Maluku Utara ‘Berguru’ ke NTB, Belajar Jurus Kelola Laut

Kamis, 3 Sep 2026 - 17:53 WIB