Gerbang Sangkareang Antar Wali Kota Mataram Mohan Roliskana Raih Anugerah Kebudayaan PWI 2026

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, saat menyampaikan presentasi di hadapan Dewan Juri. Ia resmi ditetapkan sebagai penerima Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tahun 2026.

Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, saat menyampaikan presentasi di hadapan Dewan Juri. Ia resmi ditetapkan sebagai penerima Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tahun 2026.

SUMBAWAPOST.com| Jakarta-

Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, resmi ditetapkan sebagai penerima Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tahun 2026. Penetapan tersebut diputuskan Dewan Juri Anugerah Kebudayaan PWI Pusat setelah melalui rangkaian proses penjurian ketat yang berakhir pada Jumat malam (9/1/2026). Keputusan diambil usai Dewan Juri melakukan penilaian mendalam terhadap 10 nominator bupati dan wali kota dari berbagai daerah di Indonesia. Penilaian meliputi proposal program kebudayaan, presentasi langsung, video pendukung, peraturan daerah tentang kebudayaan, pokok pikiran kebudayaan daerah, dokumentasi foto, hingga pemberitaan media.Dalam putusan resminya, Dewan Juri menetapkan Wali Kota Mataram Dr. H. Mohan Roliskana, S.Sos., M.H. dengan proposal berjudul ‘Gerbang Sangkareang’ sebagai penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat Tahun 2026.

Penghargaan tersebut dijadwalkan akan diserahkan pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Banten, pada 9 Februari 2026.

Ketua Dewan Juri Anugerah Kebudayaan PWI Pusat sekaligus Direktur Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, menjelaskan bahwa proses penjaringan nominator telah berlangsung selama dua bulan dan menghasilkan 10 kepala daerah terbaik, terdiri dari tiga wali kota dan tujuh bupati.

“Dari 10 orang itu, tergolong masih muda. Ini kebanggaan bagi kami di PWI,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima media ini.

Yusuf menegaskan bahwa penilaian dilakukan secara serius dan profesional dengan melibatkan juri-juri yang kompeten di bidang seni dan kebudayaan. Ia juga membantah anggapan bahwa pemberian anugerah ini dilakukan secara serampangan atau disertai pungutan biaya. “Tidak ada sama sekali,” tegasnya.

Baca Juga :  Perang Topat: Simbol Harmoni Umat Beragama di Lombok

Ia juga mengungkapkan sisi humanis dalam proses penjurian, di mana tiga kepala daerah mengikuti presentasi melalui sambungan daring karena alasan kemanusiaan dan tugas penting di daerah masing-masing.

“Bupati Labuhanbatu mengikuti zoom setelah pemakaman ibunya, dengan pakaian putih-putih dan mata sembab,” kenang Yusuf. “Bupati Padang Pariaman harus mengikuti zoom karena memimpin penanganan banjir, sementara Bupati Manokwari tidak bisa hadir karena ada agenda adat yang tidak bisa ditinggalkan,” tambahnya.

Meski demikian, Yusuf menegaskan proses penjurian tetap berjalan profesional dan objektif.

Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana sendiri memaparkan presentasi tahap akhir penilaian pada Jumat siang (9/1/2026) di hadapan Dewan Juri di Kantor PWI Pusat, Gedung Dewan Pers, Jakarta. Dalam presentasinya, Mohan menekankan karakter Kota Mataram sebagai kota heterogen yang menjunjung tinggi nilai harmoni sosial, keterbukaan terhadap kemajuan teknologi, sekaligus konsisten menjaga warisan budaya dan sejarah.

Ia menjelaskan bahwa Gerbang Sangkareang merupakan transformasi nilai lumbung padi masyarakat Sasak yang kini menjadi trademark baru Kota Mataram, dan dibangun serta diresmikan pada 2022, pada periode pertama kepemimpinannya.

“Gerbang Sangkareang ini dibangun dan diresmikan pada tahun 2022 lalu pada periode pertama pemerintahan kami,” jelas Mohan, dalam keterangan yang diterima media ini.

Gerbang Sangkareang lahir dari karakter ruang dan sejarah sosial masyarakat Kota Mataram. Inspirasi desainnya berasal dari lumbung padi masyarakat Sasak yang melambangkan kemakmuran, kesejahteraan, rasa syukur, pengendalian diri, serta semangat gotong royong yang telah mengakar dalam budaya lokal.

“Sedangkan nama Sangkareang itu diambil dari nama puncak kedua tertinggi di Pulau Lombok,” tambahnya.

Baca Juga :  Polisi Terjun Ke Ponpes Al Aziziyah Lombok Barat Telusuri Penyebab Kematian Santriwati

Menurut Mohan, Gerbang Sangkareang tidak hanya berfungsi sebagai simbol visual, tetapi juga berkembang menjadi ekosistem ekonomi dan budaya baru. Konsep ini melahirkan berbagai turunan budaya, seperti Batik Mentaram, arsitektur kota, hingga produk kerajinan lokal.

“Bahkan bros yang saya pakai saat ini, juga hasil dari turunan Gerbang Sangkareang,” ujarnya.

Mohan juga menyampaikan bahwa Batik Mentaram kini telah menembus panggung internasional, tampil di Bellabric dan Melbourne, Australia.

“Dari tangan pengerajin lokal, Batik Mentaram terus memperkuat identitas budaya daerah yang elegan, adaptif, dan mampu bersaing di ranah global,” jelasnya.

Gerbang Sangkareang dinilai telah memberikan dampak ekonomi nyata, mulai dari penciptaan lapangan kerja lokal, peningkatan UMKM, hingga penguatan city branding Kota Mataram secara berkelanjutan.

Selain Mohan Roliskana, sejumlah kepala daerah lain juga melakukan presentasi langsung, di antaranya Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Wali Kota Samarinda Andi Harun.

Sementara Bupati Lampung Utara Harmartoni Ahadis, Bupati Temanggung Agus Setiawan, Bupati Manggarai Heribertus Geradus Laju Nabit, dan Bupati Blora Arief Rohman hadir secara bergiliran.

Adapun Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita, Bupati Manokwari Hermus Indou, dan Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis mengikuti presentasi melalui zoom karena kendala dan tugas yang tidak bisa ditinggalkan.

Dewan Juri Anugerah Kebudayaan PWI-HPN 2026 berjumlah lima orang, terdiri dari unsur internal dan eksternal PWI Pusat, yakni Dr. Nungki Kusumastuti, Agus Dermawan T, Sudjiwo Tejo, Akhmad Munir, dan Yusuf Susilo Hartono.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Srikandi Pemuda Pancasila NTB Semarakkan HUT ke-81 RI, Lomba Nyanyi Berhadiah Sembako
Wagub NTB Buka ‘Ruang Cerita Ibu’, Perempuan Diajak Jadi Garda Terdepan Lawan Kekerasan dan Narkoba
Gubernur Iqbal Gagal Jadi Calon Ketua KONI NTB, Kuda Troya Politik Olahraga Mulai Terbaca?
39 Tahun Berlalu, Titiek Soeharto Napak Tilas ke Sembalun Kenang Jejak Pak Harto dan Ibu Tien
3 Penghargaan Nasional Dibawa Pulang Wabup KLU, Ini Prestasi Lombok Utara
Musorprov KONI NTB 2026 Tanpa Calon, KONI Pusat Sarankan Ditunda, Ini Alasannya
Pemkot Bima Gerak Cepat Lindungi Pekerja Rentan, Rp8,375 Miliar BPJS Digelontorkan
Tim Solidaritas NTB Mulai Bergerak Bantu Korban Gempa M7,7 di NTT
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:47 WIB

Srikandi Pemuda Pancasila NTB Semarakkan HUT ke-81 RI, Lomba Nyanyi Berhadiah Sembako

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Wagub NTB Buka ‘Ruang Cerita Ibu’, Perempuan Diajak Jadi Garda Terdepan Lawan Kekerasan dan Narkoba

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Gubernur Iqbal Gagal Jadi Calon Ketua KONI NTB, Kuda Troya Politik Olahraga Mulai Terbaca?

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:55 WIB

39 Tahun Berlalu, Titiek Soeharto Napak Tilas ke Sembalun Kenang Jejak Pak Harto dan Ibu Tien

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:02 WIB

3 Penghargaan Nasional Dibawa Pulang Wabup KLU, Ini Prestasi Lombok Utara

Berita Terbaru