Era Baru Birokrasi NTB 2026: 200 Lebih Pejabat Tinggalkan Kursi Struktural, Masuk Jalur Fungsional

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 3 Desember 2025 - 15:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Prof. Dr. Akmal Malik

Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Prof. Dr. Akmal Malik

SUMBAWAPOST.com | Mataram-
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menyiapkan langkah besar dalam transformasi birokrasi melalui penerapan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru yang akan efektif berlaku pada awal tahun 2026. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri yang akrab disapa Umi Dinda, dalam kegiatan FGD Penataan Kelembagaan yang digelar di Hotel Lombok Raya, Senin (1/12/2025).

Dalam sambutannya, Wagub Umi Dinda menegaskan bahwa penataan struktur ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan pemerintahan modern yang menuntut kecepatan layanan, efisiensi kerja, serta respons yang adaptif terhadap perubahan. Ia berharap perubahan kelembagaan yang mulai diterapkan tahun depan mampu melahirkan birokrasi yang lebih dinamis.

“Penataan SOTK yang akan kita laksanakan efektif insya Allah pada awal tahun 2026, kita harapkan dapat menjadikan birokrasi kita lebih dinamis, adaptif, dan mampu menjawab persoalan baru secara lebih tepat,” harapnya.

Baca Juga :  PANIK! Harga Melonjak, Bupati dan Wabup Sumbawa Barat Gelar Gerakan Pangan Murah di Taliwang

Salah satu perubahan besar yang akan diterapkan dalam SOTK baru ini adalah peralihan lebih dari 200 pejabat eselon III dan IV ke jabatan fungsional, sejalan dengan kebijakan nasional. Wagub menegaskan bahwa proses ini telah dirancang secara matang dan tetap memberikan kepastian karier bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Lebih dari 200 pejabat Eselon III dan IV akan beralih ke jabatan fungsional, sejalan dengan kebijakan nasional. Saya ingin menegaskan bahwa proses ini tidak kita lakukan secara tiba-tiba. Kita siapkan mekanisme uji kompetensi, pendampingan, serta penempatan yang adil dan proporsional,” ungkap Umi Dinda.

FGD tersebut juga menghadirkan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Prof. Dr. Akmal Malik, yang memaparkan arah penataan kelembagaan di daerah. Ia menekankan bahwa besar kecilnya organisasi bukan ukuran utama kinerja birokrasi, melainkan kemampuan dalam memahami persoalan dan mengelola data secara tepat.

Baca Juga :  MotoGP Mandalika Pecah Telur di Era Iqbal-Dinda: 140 Ribu Penonton Guncang NTB, Erick Thohir Bilang ‘Luar Biasa!’

“Besar kecil itu tidak jadi ukuran tetapi ketepatan melihat objek dan problem solving-nya itu lebih utama. Artinya besar atau kecilnya kelembagaan itu nggak ngaruh ke performance. Yang lebih penting adalah bagaimana memahami data dan objek-objek yang akan dieksekusi,” ucapnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemprov NTB menargetkan seluruh perangkat daerah segera menyesuaikan SOP, rencana kerja, serta uraian tugas, agar proses transisi menuju struktur organisasi yang baru dapat berjalan lancar dan pelayanan publik tetap optimal.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Editor : SUMBAWAPOST.com

Sumber Berita: Wakil Gubernur NTB Hj Indah Dhamayanti Putri

Berita Terkait

Rinjani 100 Siap Digelar, 2.275 Pelari dari 38 Negara Bakal Taklukkan Gunung Rinjani
Proyek Jalan Lenangguar-Lunyuk, Dewan NTB Fakhruddin Rob Warning Keras: Target 20 Mei, Molor Siap Dipidanakan
DPR RI Mori Hanafi Turun Gunung, Soroti Bendungan Pelaparado yang Kritis dan Butuh Rp90 Miliar untuk 3.895 Hektare
Wali Kota Bima ‘Ngantor’ ke Jakarta, Jemput Proyek PUPR: Kota BISA Siap Disulap Lebih Kece
Stok Beras Gudang Bulog NTB Tembus 130 Ribu Ton, Aman untuk Kebutuhan hingga 2 Tahun
Dilaporkan Soal Sebar Nomor Gubernur NTB, Rohyatil Buka Fakta di Polda: Itu Bukan Data Pribadi
Pimpinan dan Anggota DPRD NTB Menyampaikan Ucapan Selamat Hari Otonomi Daerah XXX Tahun 2026
Satpol PP NTB ‘Berubah Haluan’ di HUT ke-76, Dari Penertiban ke Bazar Pangan Murah
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 16:11 WIB

Rinjani 100 Siap Digelar, 2.275 Pelari dari 38 Negara Bakal Taklukkan Gunung Rinjani

Selasa, 28 April 2026 - 16:00 WIB

Proyek Jalan Lenangguar-Lunyuk, Dewan NTB Fakhruddin Rob Warning Keras: Target 20 Mei, Molor Siap Dipidanakan

Selasa, 28 April 2026 - 15:15 WIB

DPR RI Mori Hanafi Turun Gunung, Soroti Bendungan Pelaparado yang Kritis dan Butuh Rp90 Miliar untuk 3.895 Hektare

Selasa, 28 April 2026 - 12:42 WIB

Wali Kota Bima ‘Ngantor’ ke Jakarta, Jemput Proyek PUPR: Kota BISA Siap Disulap Lebih Kece

Selasa, 28 April 2026 - 12:24 WIB

Stok Beras Gudang Bulog NTB Tembus 130 Ribu Ton, Aman untuk Kebutuhan hingga 2 Tahun

Berita Terbaru