Empat Program Unggulan FESyar KTI 2026 Disiapkan Perkuat Ekonomi Syariah dan UMKM Halal

Avatar

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah NTB Abul Chair bersama jajaran Bank Indonesia meninjau stan UMKM dan program unggulan FESyar KTI 2026 di Lombok Epicentrum Mall, Mataram.

Sekretaris Daerah NTB Abul Chair bersama jajaran Bank Indonesia meninjau stan UMKM dan program unggulan FESyar KTI 2026 di Lombok Epicentrum Mall, Mataram.

SUMBAWAPOST.com|™ Mataram- Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi ekonomi syariah, tetapi juga melahirkan empat program unggulan yang disiapkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah, memperluas sertifikasi halal, hingga meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Program-program tersebut diperkenalkan dalam pembukaan FESyar KTI 2026 yang digelar di Lombok Epicentrum Mall, Mataram, Jumat (10/7/2026), dan mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi NTB.

Sekretaris Daerah NTB, Abul Chair, mengatakan keempat program tersebut diyakini mampu memperkuat fondasi ekonomi syariah yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan di Kawasan Timur Indonesia.

“Saya meyakini, keempat inisiatif tersebut akan semakin memperkuat dasar ekonomi syariah yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan di Kawasan Timur Indonesia. Tentu kami berharap seluruh rangkaian ini tidak berhenti hanya sebagai seremoni, tetapi benar-benar melahirkan inovasi baru, membuka akses pasar, memperluas investasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Sekretaris Daerah NTB, Abul Chair.

Baca Juga :  Jadi Buronan Institusi Kejaksaan NTB, Inilah 9 Nama DPO, Alamat dan Jenis Kasusnya

Empat program unggulan tersebut meliputi:

1. Akbar (Akselerasi Kemandirian Bisnis Pesantren Berkelanjutan), yang difokuskan untuk memperkuat kemandirian ekonomi pesantren.

2. Amanah (Akselerasi Menuju Sertifikasi dan Ekosistem Halal), guna mempercepat sertifikasi halal sekaligus memperkuat ekosistem industri halal nasional.

3. Barakah (Bina Rantai Komoditas Halal untuk Ekspor), yang bertujuan meningkatkan daya saing komoditas halal Indonesia agar mampu menembus pasar ekspor.

4. Mahar (Mobilisasi Aset Halal Melalui Akselerasi Wakaf), sebagai upaya mengoptimalkan pengelolaan wakaf produktif untuk mendukung pembangunan ekonomi.

Baca Juga :  637 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di NTB Jadi Sorotan, Pemprov Siapkan Aplikasi Aduan Cepat

Menurut Abul Chair, keberhasilan keempat program tersebut harus diukur dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, pelaku UMKM, pesantren, dan dunia usaha, bukan hanya dari pelaksanaan kegiatan seremonial.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, menegaskan bahwa FESyar KTI 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperluas literasi ekonomi dan pembiayaan syariah di Kawasan Timur Indonesia.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyebarluaskan literasi terkait ekonomi dan pembiayaan syariah, terutama strategi pada peningkatan nilai produk halal,” jelas Hario K. Pamungkas.

Melalui empat program unggulan tersebut, FESyar KTI 2026 diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi syariah, meningkatkan daya saing UMKM halal, memperluas investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Kawasan Timur Indonesia.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Program Kampung Nelayan Merah Putih NTB Dikebut, SPBN Jadi Kebutuhan Mendesak Nelayan
Investasi Rp1,6 Triliun Masuk NTB, Gubernur Miq Iqbal Fokus Bangun Wisata Lombok Selatan
Investasi NTB Tembus Rp33,73 Triliun di Semester I 2026, UMKM Jadi Motor Utama Pertumbuhan
Wagub Umi Dinda Pimpin Puluhan Ribu Warga, Lautan Merah Putih Jadi Simbol Persatuan NTB Sambut HUT RI Ke-81
DPMPTSP NTB Ungkap Dugaan Investasi Fiktif dan Penguasaan Lahan di Gili Air, Desak APH Bertindak
DPRD NTB PDIP Tantang Demokrat, Audit Dana BTT Rp484 Miliar Tak Perlu Ditolak Jika Tak Ada Masalah
Empat Rapergub NTB Dibedah Kementerian Hukum, Apa Saja? Ini Daftarnya
KSB Siapkan Pilkades Digital, Bupati Amar Uji E-Voting BRIN
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Program Kampung Nelayan Merah Putih NTB Dikebut, SPBN Jadi Kebutuhan Mendesak Nelayan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:53 WIB

Investasi Rp1,6 Triliun Masuk NTB, Gubernur Miq Iqbal Fokus Bangun Wisata Lombok Selatan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:53 WIB

Investasi NTB Tembus Rp33,73 Triliun di Semester I 2026, UMKM Jadi Motor Utama Pertumbuhan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:26 WIB

Wagub Umi Dinda Pimpin Puluhan Ribu Warga, Lautan Merah Putih Jadi Simbol Persatuan NTB Sambut HUT RI Ke-81

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:12 WIB

DPMPTSP NTB Ungkap Dugaan Investasi Fiktif dan Penguasaan Lahan di Gili Air, Desak APH Bertindak

Berita Terbaru