SUMBAWAPOST.com|™ Mataram- Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi ekonomi syariah, tetapi juga melahirkan empat program unggulan yang disiapkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah, memperluas sertifikasi halal, hingga meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Program-program tersebut diperkenalkan dalam pembukaan FESyar KTI 2026 yang digelar di Lombok Epicentrum Mall, Mataram, Jumat (10/7/2026), dan mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi NTB.
Sekretaris Daerah NTB, Abul Chair, mengatakan keempat program tersebut diyakini mampu memperkuat fondasi ekonomi syariah yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan di Kawasan Timur Indonesia.
“Saya meyakini, keempat inisiatif tersebut akan semakin memperkuat dasar ekonomi syariah yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan di Kawasan Timur Indonesia. Tentu kami berharap seluruh rangkaian ini tidak berhenti hanya sebagai seremoni, tetapi benar-benar melahirkan inovasi baru, membuka akses pasar, memperluas investasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Sekretaris Daerah NTB, Abul Chair.
Empat program unggulan tersebut meliputi:
1. Akbar (Akselerasi Kemandirian Bisnis Pesantren Berkelanjutan), yang difokuskan untuk memperkuat kemandirian ekonomi pesantren.
2. Amanah (Akselerasi Menuju Sertifikasi dan Ekosistem Halal), guna mempercepat sertifikasi halal sekaligus memperkuat ekosistem industri halal nasional.
3. Barakah (Bina Rantai Komoditas Halal untuk Ekspor), yang bertujuan meningkatkan daya saing komoditas halal Indonesia agar mampu menembus pasar ekspor.
4. Mahar (Mobilisasi Aset Halal Melalui Akselerasi Wakaf), sebagai upaya mengoptimalkan pengelolaan wakaf produktif untuk mendukung pembangunan ekonomi.
Menurut Abul Chair, keberhasilan keempat program tersebut harus diukur dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, pelaku UMKM, pesantren, dan dunia usaha, bukan hanya dari pelaksanaan kegiatan seremonial.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, menegaskan bahwa FESyar KTI 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperluas literasi ekonomi dan pembiayaan syariah di Kawasan Timur Indonesia.
“Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyebarluaskan literasi terkait ekonomi dan pembiayaan syariah, terutama strategi pada peningkatan nilai produk halal,” jelas Hario K. Pamungkas.
Melalui empat program unggulan tersebut, FESyar KTI 2026 diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi syariah, meningkatkan daya saing UMKM halal, memperluas investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Kawasan Timur Indonesia.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










