Dr. Zul Gas Pol, Paroso Disulap Jadi Pusat Ekonomi Baru NTB Lewat Kampus dan Pacuan Kuda

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 2 Mei 2025 - 03:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Sumbawa Mantan Gubernur NTB 2018-2023, Dr. Zulkieflimansyah, terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemajuan wilayah. Kali ini, Dr. Zul berdiskusi langsung di lapangan bersama para pimpinan STAIS Sumbawa dan IAHN, membahas rencana pengembangan kawasan Moyo Utara dan Moyo Hilir, khususnya wilayah Paroso. Jum’at (2/5).

Dalam pertemuan santai namun penuh makna itu, Dr. Zul menegaskan bahwa kehadiran kampus STAIS di Paroso bukan hanya soal pendidikan, melainkan ikhtiar besar membangkitkan ekonomi kawasan.

Baca Juga :  Kencanduan Judi Slot, Oknum Guru di Lombok Curi HP Mahasiswa 

“Kampus akan menghidupkan Paroso. Akan ada mobilitas mahasiswa dan dosen, kos-kosan, pemukiman baru, pusat UKM dan geliat bisnis lainnya,” ujar Dr. Zul penuh optimisme.

Tak hanya pendidikan, hiburan rakyat seperti pacuan kuda juga menjadi bagian dari upaya revitalisasi kawasan. Ini bukan mimpi semata. Dalam waktu dekat, STAIS direncanakan naik status menjadi institut atau IAIS, dengan penambahan dua program studi baru.

Baca Juga :  Selamat, Mori Hanafi Nahkodai NasDem NTB: Siap Sulap Partai Jadi Rumah Besar Perubahan

“Pokoknya Paroso harus bangkit. Kita ingin kawasan ini jadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di NTB. InshaAllah, semua ikhtiar ini akan membuahkan hasil,” tegasnya.

Langkah ini pun disambut hangat oleh masyarakat dan tokoh pendidikan setempat, yang berharap Paroso segera menjelma menjadi poros kemajuan baru di Pulau Sumbawa.

Berita Terkait

NTB Tembus 10 Besar MTQ Nasional 2026, Khairunnisa Asal Bima Raih Juara 1
Bank NTB Syariah Gandeng Maybank Indonesia, KUR dan Remitansi PMI NTB Diperkuat
Defisit Rp369 Miliar, 263 Ribu Warga NTB Krisis Air: Prioritas APBD-P Dipertanyakan
Konsolidasi Demokrasi Jelang Pemilu 2029 di NTB, Bawaslu Buka Ruang Kritik: Jangan Segan Mengoreksi Kami
APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar
Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar
Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar
Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 16:36 WIB

NTB Tembus 10 Besar MTQ Nasional 2026, Khairunnisa Asal Bima Raih Juara 1

Senin, 21 September 2026 - 10:02 WIB

Bank NTB Syariah Gandeng Maybank Indonesia, KUR dan Remitansi PMI NTB Diperkuat

Minggu, 20 September 2026 - 20:36 WIB

Defisit Rp369 Miliar, 263 Ribu Warga NTB Krisis Air: Prioritas APBD-P Dipertanyakan

Minggu, 20 September 2026 - 11:53 WIB

Konsolidasi Demokrasi Jelang Pemilu 2029 di NTB, Bawaslu Buka Ruang Kritik: Jangan Segan Mengoreksi Kami

Sabtu, 19 September 2026 - 09:37 WIB

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar

Berita Terbaru