DPRD Sumbawa ‘Sikat’ Tambang Ilegal: PAD Bocor, Alam Rusak, Tim Khusus Siap Turun Tangan

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 21 Mei 2025 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Sumbawa– Komisi III DPRD Kabupaten Sumbawa menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membahas aktivitas penambangan galian C yang semakin menyita perhatian publik. Rapat berlangsung di Ruang Komisi III DPRD Kabupaten Sumbawa, Selasa (20/05).

Hadir dalam rapat tersebut Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PMPTSP, BAPENDA, BAPPEDA, serta Polisi Pamong Praja Kabupaten Sumbawa. Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi III, Syaifullah, S.Pd., M.M.Inov., didampingi Wakil Ketua Sri Wahyuni, S.AP., Sekretaris Hasanuddin, SE., serta anggota Alen Taryadi, SH., H. Rusdi, Saipul Arif, dan M. Taufik.

Baca Juga :  Hendak Kencan dengan Wanita Open BO, Kurir Narkoba di Lombok Ditangkap Polisi

Isu utama yang dibahas mencakup keberadaan penambangan galian C yang dinilai belum sepenuhnya terkelola secara baik dan berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta lingkungan.

Di akhir pertemuan, Komisi III bersama OPD terkait merumuskan tiga rekomendasi penting:

  1. BAPPEDA diminta menginisiasi pembentukan tim khusus gabungan dari OPD teknis terkait untuk menangani aktivitas penambangan galian C demi peningkatan PAD Kabupaten Sumbawa.
  2. OPD terkait bersama Komisi III DPRD akan melakukan survei lapangan ke lokasi penambangan galian C dan tambak di Dusun Sili, Desa Mata, Kecamatan Tarano dalam waktu dekat.
  3. Tindakan dan evaluasi terhadap aktivitas penambangan galian C akan terus berlanjut, dipantau langsung oleh Komisi III bersama OPD teknis.
Baca Juga :  Umi Rohmi Kunjungi Rumah Putih Kadindi, M16: Bentuk Penghormatan Generasi Lombok Saat Masuk Dompu

Ketua Komisi III, Syaifullah, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal persoalan ini demi kepastian hukum, kelestarian lingkungan, serta optimalisasi manfaat ekonomi untuk daerah.

“Kami tidak ingin ada celah kebocoran PAD dan kerusakan lingkungan akibat aktivitas penambangan yang tidak terkendali. Ini harus ditertibkan bersama,” tegasnya.

Rapat ini menjadi langkah awal konkret DPRD Sumbawa dalam mengedepankan tata kelola tambang yang legal, terukur, dan memberi kontribusi maksimal bagi daerah.

Berita Terkait

14 Tahun Terbengkalai, YAPPIKA dan YISA Ambalawi Hadirkan Perpustakaan Baru di SDN Sowa, Wabup Bima Beri Apresiasi
YAPPIKA ActionAid dan YISA Ambalawi Sulap Perpustakaan Rusak Jadi Ruang Belajar Anak Bima
YAPPIKA ActionAid Bersama YISA Bongkar Rendahnya Literasi Siswa Bima, Program Sekolah Aman Jadi Solusi Nyata
Perpustakaan SDN Sowa Direvitalisasi, Jadi Ruang Tumbuh Baru Literasi Anak Pesisir Bima
Di Tengah Mandalika yang Mendunia, Warga Krisis Air Bersih dan Rumah Layak Huni, Sari Yuliati Turun Langsung
NTB Kebagian 30 Cabor PON 2028, Persiapan Dikebut: Tak Mau Sekadar Tuan Rumah, Targetkan Warisan Jangka Panjang
NTBCare Tepis Isu Rp31 Miliar, Direktur Tegaskan Kami Bukan Pengelola Uang, Itu Hoaks Kelas Sampah
BPS NTB Ungkap Lonjakan Wisatawan hingga 1,39 Juta, Okupansi Hotel Justru Turun
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 22:45 WIB

14 Tahun Terbengkalai, YAPPIKA dan YISA Ambalawi Hadirkan Perpustakaan Baru di SDN Sowa, Wabup Bima Beri Apresiasi

Senin, 11 Mei 2026 - 19:20 WIB

YAPPIKA ActionAid dan YISA Ambalawi Sulap Perpustakaan Rusak Jadi Ruang Belajar Anak Bima

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:34 WIB

YAPPIKA ActionAid Bersama YISA Bongkar Rendahnya Literasi Siswa Bima, Program Sekolah Aman Jadi Solusi Nyata

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:24 WIB

Perpustakaan SDN Sowa Direvitalisasi, Jadi Ruang Tumbuh Baru Literasi Anak Pesisir Bima

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:12 WIB

Di Tengah Mandalika yang Mendunia, Warga Krisis Air Bersih dan Rumah Layak Huni, Sari Yuliati Turun Langsung

Berita Terbaru