DPRD NTB Kunjungi Wisma NTB di Jakarta, Bahas Peningkatan PAD dan Relokasi Kantor Penghubung

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 11 Juli 2025 - 11:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Jakarta – Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Achmad Sukarman, S.STP, MH, menyambut hangat kunjungan kerja gabungan Komisi I dan II DPRD Provinsi NTB di Wisma NTB, Jalan Garut No. 5, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 7 Juli 2025, kemarin.

Kunjungan ini menjadi momen strategis untuk menggelar rapat bersama membahas sejumlah isu krusial terkait pengelolaan dan pengembangan Badan Penghubung NTB, termasuk optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemanfaatan Wisma NTB.

Dalam pemaparannya, Kaban Penghubung menjelaskan beberapa hal yang menjadi perhatian bersama. Di antaranya peningkatan kontribusi PAD dari Wisma NTB, pemeliharaan sarana dan prasarana pelayanan, serta rencana relokasi kantor Badan Penghubung dan Wisma NTB yang saat ini berada di zona perumahan dan tidak diperbolehkan digunakan sebagai kantor menurut aturan tata ruang DKI Jakarta.

Baca Juga :  Modus Pinjam Motor Saat Ngopi, Pria Asal Dompu Bawa Kabur Motor Temannya

“Isu relokasi ini penting untuk menjamin keberlanjutan layanan dan legalitas operasional kantor perwakilan daerah di ibu kota,” tegas Lalu Sukarman.

Selain itu, ia juga menyinggung peran Badan Penghubung dalam menangani permasalahan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB, serta usulan penyesuaian kesejahteraan pegawai Banhub NTB.

Rapat yang berlangsung di lantai dua Wisma NTB itu dihadiri oleh jajaran pimpinan DPRD NTB, antara lain Wakil Ketua I H. Lalu Wirajaya, Wakil Ketua II H. Yek Agil, Wakil Ketua III Drs. H. Muzihir, Ketua Komisi I H. Mohamad Akri, dan anggota Komisi II H. Lalu Pelita Putra, SH, serta sejumlah anggota dewan lainnya.

Baca Juga :  Gubernur Iqbal Resmikan Pusat Informasi Geopark Rinjani, Tegaskan Status UNESCO Tanpa Kompromi, Ini Alasannya

Para anggota DPRD menunjukkan pemahaman mendalam atas kondisi dan tantangan yang dihadapi Badan Penghubung. Mereka menyampaikan berbagai masukan konstruktif, baik dari perspektif regulasi hukum maupun prospek ekonomi daerah.

“Apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Badan Penghubung atas respon positif dan keterbukaan yang luar biasa dalam pertemuan ini,” ujar Anggota Komisi I DPRD NTB, Marga Harun. Selasa (8/07)

Rapat ditutup dengan komitmen bersama untuk terus mendorong sinergi antarlembaga guna memperkuat peran strategis Badan Penghubung sebagai jembatan NTB di tingkat nasional.

Berita Terkait

Koperasi Tambang NTB Masuk Radar KPK, Tim KPK Turun ke Diskop UKM NTB
400-an Manajer KDKMP Asal NTB, 70 Persen Ditempatkan di Luar Daerah, Rahmadin Tekankan Adaptasi Budaya
KPK Monitoring Koperasi Tambang di NTB, Rahmadin Minta Jajaran Diskop UKM NTB Siap
MotoGP Mandalika 2026 Dihibur Ungu, D`Masiv, Judika hingga AGNEZ MO, Ini Jadwal Lengkapnya
Pengalaman Saja Tak Cukup, Pembimbing Haji dan Umrah di NTB Didorong Wajib Bersertifikasi
Kado Istimewa HUT ke-81 TNI untuk Bumi Gora, Kodam XXX/Rinambora Resmi Berdiri di NTB
Pura-Pura Kehabisan Bensin dan Minta Bantuan, Pelaku Curas Ancam Korban dengan Parang
Polisi Bongkar 3 Kasus Sabu di Dompu, 18,39 Gram Diamankan, Ini Lokasi dan Pelakunya
Berita ini 87 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Koperasi Tambang NTB Masuk Radar KPK, Tim KPK Turun ke Diskop UKM NTB

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:55 WIB

400-an Manajer KDKMP Asal NTB, 70 Persen Ditempatkan di Luar Daerah, Rahmadin Tekankan Adaptasi Budaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:41 WIB

KPK Monitoring Koperasi Tambang di NTB, Rahmadin Minta Jajaran Diskop UKM NTB Siap

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Dihibur Ungu, D`Masiv, Judika hingga AGNEZ MO, Ini Jadwal Lengkapnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Pengalaman Saja Tak Cukup, Pembimbing Haji dan Umrah di NTB Didorong Wajib Bersertifikasi

Berita Terbaru