DPRD NTB Aji Maman Desak Pemprov dan Pusat Segera Tindaklanjuti Dampak Bencana: Jangan Cuma Omon-omon!

Avatar

- Jurnalis

Senin, 19 Mei 2025 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Anggota DPRD NTB Dapil VI (Bima, Kota Bima, Dompu), Muhamad Aminurlah, menyuarakan keresahan mendalam terkait lambannya respons pemerintah terhadap dampak bencana alam yang melanda wilayah timur NTB. Dalam hasil resesnya, Muhamad Aminurlah menekankan pentingnya percepatan transisi dari darurat ke tahap pemulihan, terutama dalam konteks ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan ekstrem.

“Pemulihan pasca-bencana itu wajib segera dilakukan. Kita tidak bisa bicara soal ketahanan pangan kalau dampak bencana saja tidak ditindaklanjuti. Ini bukan hanya tugas pemerintah kabupaten, tapi juga provinsi dan pusat,” tegas Aji Maman sapaan Muhammad Aminurlah Senin (19/05) usai mengikuti Rapat Paripurna Penyampaian Hasil Reses Anggota DPRD NTB.

Ia mengingatkan bahwa jika kondisi ini terus dibiarkan, maka kemiskinan akan semakin memburuk. Salah satu aspek vital yang ditekankannya adalah normalisasi jaringan irigasi yang rusak akibat bencana. “Irigasi itu urat nadi pertanian. Tanpa air, bagaimana mau bicara ketahanan pangan?,” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur NTB Iqbal ‘Ngegas’ ke Investor Abu Dhabi, Mau Bangun BLK? Lahannya Kami Kasih

Politisi PAN yang dikenal vokal itu juga menyoroti ketimpangan dalam sistem perencanaan pembangunan di NTB. Ia menuntut keadilan distribusi anggaran antarwilayah agar tidak ada daerah yang merasa dianaktirikan.

“Jangan sampai kekuatan Bima, Dompu, dan Sumbawa hanya dikasih setengah, sementara Mataram dan Lombok Tengah dapat program penuh. Ini yang bikin muncul kemiskinan ekstrem. Musrenbang harus jadi ruang duduk bersama, bukan sekadar formalitas,” tegasnya.

Aji Maman juga menyentil lemahnya perencanaan infrastruktur provinsi, khususnya dalam pengelolaan drainase dan irigasi. Ia mencontohkan banjir bandang di Lambu yang menurutnya terjadi karena buruknya sistem drainase jalan provinsi.

Baca Juga :  Ketua Kelompok Tani Jatibaru Kota Bima Dorong Desa Berdaya Iqbal-Dinda Berbasis SDM dan Pilot Project

“Semua kepala Bappeda yang hadir di musyawarah daerah sudah sampaikan, perlu ada perbaikan serius. Harus ada pengawasan dan keseimbangan. Jangan sampai aspirasi dari timur NTB diminta tunjuk, tapi yang dapat anggaran justru wilayah barat,” sindirnya tajam.

Ia pun mengingatkan bahwa prioritas pembangunan Gubernur NTB pengentasan kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan, dan pengembangan destinasi wisata dunia tidak akan tercapai tanpa pemerataan dan keadilan anggaran.

“Sudah saatnya eksekutif dan legislatif duduk bersama, tentukan skala prioritas, dan pandu arah pembangunan dengan adil. Jangan lagi ada ‘omon-omon’, harus ada aksi nyata,” pungkasnya.

Berita Terkait

Dituding Dana NTBCare Rp31 Miliar Mengalir ke Pribadi, Bang Zul Buka Suara: Ini Keterlaluan, Audit Saja
Aklamasi Tanpa Lawan, Hartati Nahkodai Kohati HMI Bima 2026-2027, Begini Proses Penetapannya
Gubernur Iqbal Resmikan Pusat Informasi Geopark Rinjani, Tegaskan Status UNESCO Tanpa Kompromi, Ini Alasannya
Diduga Telantarkan Istri Usai Jadi Ajudan Bupati, Polisi di Bima Sepakat Cerai Usai Disidang
Hardiknas 2026, Guru PPPK Paruh Waktu di NTB Era Iqbal-Dinda Dapat Tambahan Insentif Rp500 Ribu
Dipaksakan dan Tak Sah, Subhan Bongkar Dugaan Kejanggalan Muscab PPP Dompu
PPP NTB Bergejolak, Marga Harun Sebut Muscab Dompu Tak Sah dan Bermasalah
Iqbal Libatkan Buruh di ‘Dapur Perda’, Skema PMI Disiapkan Putus Kemiskinan, Umi Dinda Ingatkan Ini
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 20:15 WIB

Dituding Dana NTBCare Rp31 Miliar Mengalir ke Pribadi, Bang Zul Buka Suara: Ini Keterlaluan, Audit Saja

Senin, 4 Mei 2026 - 19:24 WIB

Aklamasi Tanpa Lawan, Hartati Nahkodai Kohati HMI Bima 2026-2027, Begini Proses Penetapannya

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:58 WIB

Gubernur Iqbal Resmikan Pusat Informasi Geopark Rinjani, Tegaskan Status UNESCO Tanpa Kompromi, Ini Alasannya

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:57 WIB

Diduga Telantarkan Istri Usai Jadi Ajudan Bupati, Polisi di Bima Sepakat Cerai Usai Disidang

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:23 WIB

Hardiknas 2026, Guru PPPK Paruh Waktu di NTB Era Iqbal-Dinda Dapat Tambahan Insentif Rp500 Ribu

Berita Terbaru