Ketua Kelompok Tani Jatibaru Kota Bima Dorong Desa Berdaya Iqbal-Dinda Berbasis SDM dan Pilot Project

Avatar

- Jurnalis

Senin, 22 Desember 2025 - 21:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Kelompok Tani Jatibaru Kota Bima Deden Solihin.

Ketua Kelompok Tani Jatibaru Kota Bima Deden Solihin.

SUMBAWAPOST.com | Kota Bima- Program Desa Berdaya yang digagas Gubernur NTB Iqbal-Dinda dinilai sebagai langkah strategis dalam mendorong pembangunan daerah berbasis potensi lokal. Namun, keberhasilan program tersebut dinilai harus diawali dengan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan perubahan pola pikir masyarakat.

Hal itu disampaikan Ketua Kelompok Tani Agrowisata Jatibaru Timur, sekaligus pemilik Green House Deden Solihin, saat dimintai tanggapannya soal Desa Berdaya Program Iqbal-Dinda, Senin (22/12/2025).

Ia menegaskan bahwa intervensi pembangunan desa tidak bisa langsung berorientasi pada hasil ekonomi, tanpa terlebih dahulu membangun kapasitas masyarakatnya.

Menurut Pemuda yang aktif dalam mengembangkan Sektor Pertanian Terintegrasi ini menilai, pendekatan ilmiah pembangunan Desa, setiap program harus mengedepankan peningkatan kapasitas SDM, akses terhadap pengetahuan, serta perubahan budaya kerja sebagai fondasi utama. Pandangan ini sejalan dengan gagasan Deden yang mendorong Desa Berdaya dijalankan melalui kelompok binaan yang dijadikan pilot project terintegrasi, sesuai karakter dan Potensi Desa.

“Desa Berdaya itu bagus, mesti dimulai dengan merubah cara berpikir masyarakat terlebih dahulu. Dengan cara membentuk kelompok binaan dan dibuatkan satu Pilot Project yang terintegrasi sesuai potensi Desa,” ujarnya.

Deden menjelaskan, secara sosial budaya, pola pengelolaan pertanian masyarakat Bima-Dompu cenderung imitatif, yakni bergerak setelah melihat bukti nyata keberhasilan.

Fenomena ini juga banyak ditemukan dalam studi pembangunan pertanian lokal, di mana masyarakat lebih responsif terhadap contoh konkret dibandingkan sosialisasi normatif.

Baca Juga :  Jelang Ramadan 1447 H, Masjid Al-Amir Kompleks Al-Wildan Diresmikan, Gubernur NTB Miq Iqbal: Janji Itu Utang

“Culture khususnya Bima Dompu atau petani yang latah, pasti ikut-ikutan kalau dia sudah lihat contoh keberhasilan,” jelas Deden, yang juga dikenal sebagai penggagas pertanian terintegrasi di Jatibaru Timur Kota Bima.

Ia mencontohkan perubahan signifikan yang terjadi di Jatibaru Timur. Dalam kurun waktu empat tahun, kawasan yang sebelumnya nonproduktif kini berkembang menjadi sentra pertanian terpadu. Kolam ikan nila yang awalnya hanya satu unit berkembang menjadi empat kolam, disertai pertumbuhan pertanian sayuran dan padi yang dijalankan secara mandiri tanpa dukungan anggaran pemerintah provinsi maupun kota/kabupaten.

“Awalannya tidak ada yang tanam, sekarang banyak petani sayuran. Tidak ada kolam ikan, sekarang banyak kolam ikan,” ungkapnya.

Secara ilmiah, model pertanian terintegrasi dikenal mampu menggabungkan sektor tanaman pangan, hortikultura, peternakan, dan perikanan dalam satu sistem. Pendekatan ini terbukti meningkatkan efisiensi lahan, memperluas sumber pendapatan, serta menekan risiko gagal panen.

Deden menilai, Program Desa Berdaya akan tepat sasaran jika mengadopsi pendekatan tersebut, terutama dalam mengoptimalkan lahan tegalan yang masih menganggur di Kota Bima. Menurutnya, pengelolaan lahan tegalan yang miring menjadi terasering tidak hanya berfungsi meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga menjadi solusi pengendalian banjir.

“Dengan pola itu bisa menghasilkan produk lain seperti cabai dan tomat, juga buah-buahan seperti alpukat dan pepaya California. Ada panen mingguan, bulanan, dan tahunan. Itu menekan inflasi dan kemiskinan ekstrem di Kota Bima,” katanya.

Baca Juga :  PON XXII 2028 NTB Dipusatkan di Lombok, Bima-Dompu-Sumbawa Belum Siap Venue

Lebih lanjut, Deden menyoroti dua wilayah yang ditetapkan sebagai lokasi Program Desa Berdaya di Kota Bima, yakni Kelurahan Jatibaru dan Kelurahan Ntobo. Kedua wilayah tersebut dinilai memiliki modal sosial dan ekonomi yang kuat, baik dari sektor pertanian maupun UMKM tenun lokal serta Wisata Alam, sehingga potensial menjadi model pengentasan kemiskinan ekstrem.

Ia berharap Pemerintah Provinsi NTB mampu menjadikan Desa Berdaya sebagai instrumen transformasi ekonomi desa yang berkelanjutan, bukan sekadar agenda seremonial.

“Program ini harus memberikan dampak sangat bagus untuk menuju NTB Makmur Mendunia,” pungkasnya.

Program Desa Berdaya Provinsi NTB dirancang sebagai kebijakan pembangunan Desa terpadu lintas sektor dengan 20 agenda prioritas, yaitu:

1. Desa Tanpa Krisis Air Bersih
2. Desa BUMDes Maju
3. Desa Tanpa Banjir
4. Desa Sadar Pajak
5. Desa Tanpa Kemiskinan
6. Desa Wisata Maju
7. Desa Bebas Sampah
8. Desa Tangguh Bencana
9. Desa Sehat dan Bebas Stunting
10. Desa Mandiri Pangan
11. Desa Hijau (Lingkungan Berkelanjutan)
12. Desa Bebas Narkoba dan Judi Online
13. Desa Inklusi Gender dan Disabilitas (GEDSI)
14. Desa DIACantik (Data Integrasi Akurat dan Cinta Statistik)
15. Desa Belajar
16. Desa Literasi
17. Desa Ekspor
18. Desa Tanpa Kawasan Kumuh
19. Desa Tanpa Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)
20. Desa Koperasi Merah Putih

Berita Terkait

Maluku Utara ‘Berguru’ ke NTB, Belajar Jurus Kelola Laut
Mori Hanafi Tagih Janji Pemerintah, Desak Kepastian Dana Gedung DPRD NTB 2027
ASN Dinas Pertanian NTB Disorot, Ada yang Tak Masuk Kerja hingga 93 Hari
Garnita NasDem NTB Tancap Gas, Ambil Bagian dalam Gerakan Nasional 1.500 Kakus Sekolah
Wagub NTB Sentil ASN Dinas Pertanian: Jangan Cuma Hadir di Absen, Hadirlah untuk Petani
HUT ke-15 Garnita NasDem NTB Tak Sekadar Tiup Lilin, 11 Kakus Sekolah Direstorasi
Tak Ada Niat Korupsi, Gubernur NTB Iqbal Ungkap Sistem Lemah yang Bisa Jerat Pejabat
Jalan Soromandi Bima Masuk Prioritas IJD 2026, Rp48 Miliar Bersumber dari APBN
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 17:53 WIB

Maluku Utara ‘Berguru’ ke NTB, Belajar Jurus Kelola Laut

Kamis, 3 September 2026 - 17:19 WIB

Mori Hanafi Tagih Janji Pemerintah, Desak Kepastian Dana Gedung DPRD NTB 2027

Kamis, 3 September 2026 - 12:10 WIB

ASN Dinas Pertanian NTB Disorot, Ada yang Tak Masuk Kerja hingga 93 Hari

Kamis, 3 September 2026 - 11:54 WIB

Garnita NasDem NTB Tancap Gas, Ambil Bagian dalam Gerakan Nasional 1.500 Kakus Sekolah

Kamis, 3 September 2026 - 10:47 WIB

Wagub NTB Sentil ASN Dinas Pertanian: Jangan Cuma Hadir di Absen, Hadirlah untuk Petani

Berita Terbaru

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB Muslim Bersama Jajaran Menerima Kunjungan Kerja Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku Utara untuk Mempelajari Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan.

Pemerintahan

Maluku Utara ‘Berguru’ ke NTB, Belajar Jurus Kelola Laut

Kamis, 3 Sep 2026 - 17:53 WIB