Dosen UIN Mataram Salah Jurusan: Ngaku Ngajar Akhlak, Ternyata Praktikum Syahwat

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 23 Mei 2025 - 14:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram-
Polda Nusa Tenggara Barat melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) resmi menetapkan WJ, oknum dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelecehan seksual fisik terhadap sejumlah mahasiswi.

Penetapan tersangka ini diumumkan langsung oleh Kasubdit IV Ditreskrimum, AKBP Ni Made Pujawati, dalam konferensi pers di Mapolda NTB pada Jumat (23/05). Langkah ini diambil setelah penyidik mengantongi sejumlah alat bukti yang kuat, termasuk keterangan dari lima korban, dua saksi, serta dokumen digital seperti isi percakapan dan pemberian barang dari tersangka.

Baca Juga :  Sabu 73 Gram dan Senjata Api Disita, Bandar Bima Gagal Tampil di Liga Narkoba

Tak hanya itu, penyidik juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), rekonstruksi, dan kini secara resmi menahan tersangka. Proses pemberkasan sedang berlangsung untuk segera dilimpahkan ke kejaksaan.

“WJ kami tetapkan sebagai tersangka dan resmi ditahan. Kami menggunakan Pasal 6 huruf C dan A UU TPKS dengan pemberatan sesuai Pasal 15 huruf B dan E, karena melibatkan lebih dari satu korban,” jelas AKBP Puja.

Baca Juga :  Pelukan Terakhir di Motor: Bocah Asal Wawo Bima Tewas Ditempat, Sang Ayah Luka Parah dalam Kecelakaan Maut di Dompu

Kasus ini menjadi sorotan publik sejak laporan awal masuk pada 20 Mei lalu. Hingga kini, teridentifikasi sedikitnya tujuh korban, yang terdiri dari mahasiswi aktif dan alumni UIN Mataram. Dugaan tindakan pelecehan disebut terjadi dalam rentang waktu 2021 hingga 2024.

Polda NTB menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap bentuk kekerasan seksual, terutama di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi ruang aman bagi generasi muda.

 

Berita Terkait

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila
Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan
Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global
Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB
KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya
PKS NTB Sembelih 193 Hewan Kurban, Sebanyak 2.000 Paket Daging Dibagikan untuk Warga
Momentum Halal Bihalal Idul Adha, Harmoni Kepemimpinan Lombok Timur Tuai Apresiasi
Bahlil Lahadalia dan Sari Yuliati Salurkan Sapi Kurban untuk NTB, Golkar Potong Lima Ekor di Mataram
Berita ini 170 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 19:49 WIB

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 - 18:13 WIB

Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan

Senin, 1 Juni 2026 - 13:55 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:55 WIB

Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:04 WIB

KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya

Berita Terbaru