Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB dan Menteri PU Tinjau Lokasi Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa

Gubernur NTB dan Menteri PU Tinjau Lokasi Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa

SUMBAWAPOST.com| Bima- Harapan besar bagi pemerataan pendidikan di Pulau Sumbawa mulai menemukan titik terang. Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi NTB tengah menyiapkan pembangunan Sekolah Rakyat pertama di Pulau Sumbawa yang direncanakan berlokasi di Desa Pandai, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima.

Program pendidikan berasrama yang menjadi gagasan pemerintah pusat tersebut diproyeksikan sebagai langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia di wilayah timur Nusa Tenggara Barat.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam mendukung penuh pembangunan Sekolah Rakyat melalui penyediaan lahan yang dihibahkan khusus untuk program tersebut.

“Tanah ini dihibahkan oleh Pemerintah Provinsi NTB untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bima. Saat ini masih dilakukan kajian teknis untuk menentukan lokasi yang paling tepat,” ujar Gubernur Miq Iqbal usai mendampingi Menteri Pekerjaan Umum meninjau lokasi pembangunan, Jumat (30/5/2026).

Baca Juga :  Maling Ini Gasak Beras Hingga Kompor Gas di Rumah Kosong, Pemuda Asal Desa Rade Bima Diringkus 

Menurut Miq Iqbal, terdapat dua alternatif lahan yang saat ini sedang dikaji, masing-masing memiliki luas sekitar 13 hektare dan 18 hektare. Kedua lokasi tersebut dinilai representatif untuk mendukung pengembangan kawasan pendidikan terpadu yang menjadi konsep utama Sekolah Rakyat.

Ia menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar menghadirkan fasilitas pendidikan baru, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi muda NTB yang lebih unggul dan berdaya saing.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo yang meninjau langsung lokasi pembangunan menilai kawasan yang disiapkan memiliki potensi besar karena didukung ketersediaan lahan yang cukup luas.

“Lahannya cukup luas dan sangat memungkinkan untuk dikembangkan. Saat ini kami sedang melihat lokasi yang paling siap untuk mendukung pembangunan,” katanya.

Meski memiliki prospek yang menjanjikan, pemerintah masih harus menyelesaikan sejumlah tantangan teknis sebelum proses pembangunan dapat dimulai.

Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain keterbatasan akses jalan menuju lokasi, penataan alur sungai, penyesuaian jaringan listrik, hingga penataan sejumlah fasilitas yang berada di sekitar kawasan pembangunan.

Baca Juga :  Alih Fungsi Lahan Jadi Ancaman Serius di Pulau Sumbawa, Senator NTB Minta Pemerintah Daerah Lakukan Hal Ini

“Akses menuju lokasi masih menjadi tantangan. Karena itu seluruh aspek teknis harus dipastikan terlebih dahulu agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” jelas Dody.

Saat ini, pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi NTB terus melakukan koordinasi serta kajian kelayakan guna memastikan lokasi yang dipilih benar-benar siap mendukung operasional Sekolah Rakyat dalam jangka panjang.

Hingga kini, Desa Pandai tetap menjadi lokasi prioritas dan dinilai paling berpeluang menjadi pusat pembangunan Sekolah Rakyat pertama di Pulau Sumbawa.

Kehadiran Sekolah Rakyat tersebut diharapkan menjadi tonggak penting pemerataan pendidikan di NTB. Selain membuka akses pendidikan yang lebih luas dan inklusif, program ini juga diharapkan mampu menjadi jalan bagi anak-anak daerah untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan yang berkualitas.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Koperasi Tambang NTB Masuk Radar KPK, Tim KPK Turun ke Diskop UKM NTB
400-an Manajer KDKMP Asal NTB, 70 Persen Ditempatkan di Luar Daerah, Rahmadin Tekankan Adaptasi Budaya
KPK Monitoring Koperasi Tambang di NTB, Rahmadin Minta Jajaran Diskop UKM NTB Siap
MotoGP Mandalika 2026 Dihibur Ungu, D`Masiv, Judika hingga AGNEZ MO, Ini Jadwal Lengkapnya
Pengalaman Saja Tak Cukup, Pembimbing Haji dan Umrah di NTB Didorong Wajib Bersertifikasi
Kado Istimewa HUT ke-81 TNI untuk Bumi Gora, Kodam XXX/Rinambora Resmi Berdiri di NTB
Pura-Pura Kehabisan Bensin dan Minta Bantuan, Pelaku Curas Ancam Korban dengan Parang
Polisi Bongkar 3 Kasus Sabu di Dompu, 18,39 Gram Diamankan, Ini Lokasi dan Pelakunya
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Koperasi Tambang NTB Masuk Radar KPK, Tim KPK Turun ke Diskop UKM NTB

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:55 WIB

400-an Manajer KDKMP Asal NTB, 70 Persen Ditempatkan di Luar Daerah, Rahmadin Tekankan Adaptasi Budaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:41 WIB

KPK Monitoring Koperasi Tambang di NTB, Rahmadin Minta Jajaran Diskop UKM NTB Siap

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Dihibur Ungu, D`Masiv, Judika hingga AGNEZ MO, Ini Jadwal Lengkapnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Pengalaman Saja Tak Cukup, Pembimbing Haji dan Umrah di NTB Didorong Wajib Bersertifikasi

Berita Terbaru