SUMBAWAPOST.com | Dompu- Hujan deras yang menghantam wilayah Dompu pada Rabu sore, 3 Desember 2025, berubah menjadi bencana setelah guyuran air disertai kilat, petir, dan angin kencang berlangsung seja
k pukul 14.00 hingga 16.00 WITA. Dalam laporan resmi Pusdalops-PB, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Ir. H. Ahmadi, menyebut tiga kecamatan Woja, Kilo, dan Pekat menjadi kawasan paling terdampak.
Di Kecamatan Woja, banjir merendam enam desa/kelurahan dengan total 148 KK terdampak. Sementara di Kecamatan Kilo, dua desa turut terendam dengan 110 KK yang merasakan dampaknya. Kondisi lebih parah terjadi di Kecamatan Pekat, di mana sekitar 10 meter badan jalan di Desa Soritatanga tergerus akibat tingginya debit air.
BPBD Kabupaten Dompu mengimbau warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi arahan petugas. Koordinasi dengan instansi terkait terus dilakukan untuk percepatan penanganan darurat serta pemulihan pasca-bencana.
Masih di hari yang sama, intensitas hujan tinggi juga melanda Kabupaten Bima dan menyebabkan banjir yang merendam permukiman warga di Kecamatan Bolo. Banjir ini merupakan kiriman dari kawasan pegunungan yang tidak mampu ditampung oleh saluran air hilir. Debit air di sungai wilayah Desa Nggembe meningkat drastis, sementara sistem drainase di Desa Rato tak sanggup menahan volume air.
Akibatnya, air meluap ke jalan dan memasuki rumah-rumah warga dengan ketinggian genangan 10-30 cm. Pantauan di lapangan memperlihatkan aliran air bercampur lumpur yang menghambat aktivitas warga.
Data sementara Pusdalops BPBD NTB mencatat:
1. 20 rumah terendam di Desa Rato,
2. Total 177 rumah tergenang di seluruh wilayah terdampak (termasuk Desa Nggembe dan sekitarnya),
3. 204 KK terdampak langsung akibat banjir dan lumpur.
Hingga Rabu petang, banjir di Bolo dilaporkan mulai surut. Warga pun tampak mulai membersihkan sisa material banjir di lingkungan masing-masing.
Memasuki puncak musim hujan, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB H. Ahmadi mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, banjir susulan, angin kencang, dan hujan berintensitas tinggi.
“Diminta kepada warga untuk menjaga kebersihan saluran air dan terus memantau kondisi lingkungan sekitar,”pesannya.
Penulis : SUMBAWAPOST.com
Sumber Berita: Pusdalops BPBD NTB









