Dispar NTB Satukan Data Ekraf, 10 Kabupaten Kota Resmi Kompak Bangun Ekonomi Kreatif Terpadu

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 03:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam upaya memperkuat fondasi ekonomi kreatif, Dispar NTB menggandeng 10 Dinas Pariwisata kabupaten/kota se-NTB untuk menyatukan data pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) dalam satu sistem terpadu. Komitmen kolaboratif itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung hangat di Natura Café dan Resto, Mataram.

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Kepala Dinas Pariwisata dari 10 kabupaten/kota se-NTB. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dan menyatukan langkah dalam sinkronisasi data pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) di daerah. Rabu (22/10/2025).

Baca Juga :  Janji Suci Gubernur NTB Miq Iqbal: Aspirasi HMI Cabang Mataram Akan Saya Bawa Utuh ke Jakarta

Acara yang berlangsung di Natura Cafe dan Resto tersebut juga dirangkai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan antara Dinas Pariwisata Provinsi NTB dan seluruh Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota terkait pengumpulan, pembaruan, serta integrasi data pelaku Ekraf.

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, yang diwakili oleh Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Sabarudin, bersama para Kepala Dinas Pariwisata kabupaten/kota se-NTB.

Dalam keterangannya, Sabarudin menyebut kegiatan ini sebagai langkah awal untuk menyatukan persepsi dan membangun sistem data yang lebih terintegrasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Baca Juga :  Suara Jalanan Tembus Tuwa Kawa, Cipayung Plus ‘Gempur’ DPRD dan Gubernur Iqbal soal Perda, Tambang dan Kemiskinan

“Kami berharap melalui kegiatan ini, kita dapat melakukan sinkronisasi data sekaligus menetapkan indikator-indikator pengembangan ekonomi kreatif di NTB secara lebih akurat dan terukur,” ujar Sabarudin, dalam keterangan yang diterima media ini. Kamis (23/10)

FGD tersebut juga menjadi ajang diskusi strategis dalam merumuskan arah kebijakan dan mekanisme pendataan pelaku ekonomi kreatif, sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan di NTB.

Berita Terkait

NTB Jadi Tuan Rumah Ajang Internasional IYTA 2026, Wagub Umi Dinda Dorong Anak Muda Tembus Panggung Dunia
Wagub NTB Dukung Duta Pendidikan Indonesia 2026, Generasi Muda Diminta Jadi Agen Perubahan Pendidikan
Kabar Baik untuk Sumbawa, Proyek SPAM Hadirkan 1.516 Sambungan Rumah Baru, 6.064 Warga Jadi Penerima Manfaat
Kebakaran Landa Savana Propok Rinjani, 98 Hektare Lahan Hangus dalam Hitungan Jam
Perkuat Literasi Hukum dan HAM, Kemenkum NTB Gandeng Badko HMI Bali Nusra Bangun Kolaborasi Strategis
Terima Kunjungan Dubes Kazakhstan, Bupati Jarot Tawarkan Kerja Sama Susu Kuda Liar hingga Industri Garam Sumbawa
HPMW Mataram Geruduk DLHK NTB, Desak Penertiban Tambak Udang Diduga Ilegal di Wera
Perjuangan Pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa: Antara Tuntutan Keadilan dan Ketakutan Elite Kehilangan Kendali atas Kekuasaan
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 03:55 WIB

NTB Jadi Tuan Rumah Ajang Internasional IYTA 2026, Wagub Umi Dinda Dorong Anak Muda Tembus Panggung Dunia

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:23 WIB

Wagub NTB Dukung Duta Pendidikan Indonesia 2026, Generasi Muda Diminta Jadi Agen Perubahan Pendidikan

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:13 WIB

Kabar Baik untuk Sumbawa, Proyek SPAM Hadirkan 1.516 Sambungan Rumah Baru, 6.064 Warga Jadi Penerima Manfaat

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:53 WIB

Kebakaran Landa Savana Propok Rinjani, 98 Hektare Lahan Hangus dalam Hitungan Jam

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Literasi Hukum dan HAM, Kemenkum NTB Gandeng Badko HMI Bali Nusra Bangun Kolaborasi Strategis

Berita Terbaru