Direktur dan Kontraktor Mangkir, Forum Rakyat NTB Curiga Ada Skandal Besar di Pembangunan Poltekkes Mataram

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 6 Maret 2025 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Aroma skandal besar tercium dalam proyek pembangunan Gedung Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Mataram. Forum Rakyat NTB yang terus mengawal kasus ini semakin curiga setelah Direktur Poltekes Mataram dan pihak kontraktor mangkir dari hearing lanjutan yang digelar Kamis, 6 Maret 2025.

Dugaan Penyelewengan Makin Kuat, Kejati NTB Siap Dihadirkan

Ketua Forum Rakyat NTB, Hendrawan Saputra, S.H., geram dengan sikap mereka yang memilih menghindar daripada memberikan klarifikasi.

“Jika tidak bersalah, mengapa takut hadir dan menjelaskan? Ada yang ditutup, Kami tak akan tinggal diam,” tegasnya usai hearing.

Baca Juga :  DPRD NTB Kompak Dukung Pemekaran Provinsi Sumbawa, Sindir Fahri Hamzah dan Tagih Janji Kampanye Prabowo-Gibran

Tak hanya itu, pihak Poltekkes Mataram juga dinilai semakin menutup-nutupi proyek ini setelah petugas keamanan mereka menghalangi Forum Rakyat NTB untuk melihat langsung kondisi pembangunan dan mengambil dokumentasi.

“Ini proyek publik, dibangun dengan uang rakyat. Kenapa masyarakat malah dilarang melihat? Ini semakin menguatkan dugaan ada kejanggalan besar yang sedang disembunyikan,” ujar Hendrawan.

Dugaan Korupsi Mencuat, Forum Rakyat NTB Siap Laporkan ke Kejati NTB

Mencium banyaknya kejanggalan, Forum Rakyat NTB bersiap membawa kasus ini ke Kejaksaan Tinggi NTB.

“Kami akan melaporkan dugaan penyelewengan ini. Jika tidak ada langkah tegas, kami siap turun ke jalan dalam aksi besar-besaran menuntut transparansi dan keadilan,” tandas Hendrawan.

Baca Juga :  5 Pejabat Sementara Bupati dan Wali Kota di NTB, Daftar Nama dan Daerahnya

Pembangunan Gedung Poltekkes Mataram memang sudah lama menjadi sorotan. Sejumlah masalah seperti keterlambatan proyek dan dugaan ketidaksesuaian spesifikasi semakin memperkuat dugaan adanya praktik korupsi.

Forum Rakyat NTB berjanji akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka mendesak aparat hukum untuk segera turun tangan sebelum uang rakyat semakin dikorupsi.

“Kami tidak akan mundur. Jika mereka terus menghindar, kami akan terus bergerak hingga keadilan ditegakkan,” tutup Hendrawan dengan penuh ketegasan.

 

Berita Terkait

Pesisir NTB Terancam Tenggelam, Kepala Bappeda Ingatkan Dampak Perubahan Iklim dan Kenaikan Laut
Tak Hanya Jaga NKRI, Dandim 1608/Bima Peduli Pendidikan Lewat Beasiswa Mahasiswa STIS
Gubuk Talabiu Jadi Sarang Sabu, Satresnarkoba Polres Bima Bongkar Jaringan dan Ungkap Tiga Identitas Pelaku
Pasutri di Bolo Bima Kompak Jual Sabu, Kini Keduanya Cek In Masuk Sel
Akhir Perjuangan Mahasiswa Perantau Kaltara: Asrama Rp18 Miliar Resmi Berdiri di Sumbawa
Bukan Ditangani Kejati, Kasus Gratifikasi DPRD NTB Dialihkan ke Kejari Mataram
3.500 Kantong Darah per Bulan Dibutuhkan, DPC Demokrat Kota Mataram Ambil Peran Gelar Donor Darah
Arahan Presiden Prabowo: Kurma Lombok Utara Disiapkan Jadi Konsumsi Jamaah Haji Nasional
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Januari 2026 - 15:33 WIB

Pesisir NTB Terancam Tenggelam, Kepala Bappeda Ingatkan Dampak Perubahan Iklim dan Kenaikan Laut

Minggu, 18 Januari 2026 - 14:27 WIB

Tak Hanya Jaga NKRI, Dandim 1608/Bima Peduli Pendidikan Lewat Beasiswa Mahasiswa STIS

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:42 WIB

Gubuk Talabiu Jadi Sarang Sabu, Satresnarkoba Polres Bima Bongkar Jaringan dan Ungkap Tiga Identitas Pelaku

Sabtu, 17 Januari 2026 - 21:12 WIB

Pasutri di Bolo Bima Kompak Jual Sabu, Kini Keduanya Cek In Masuk Sel

Sabtu, 17 Januari 2026 - 18:48 WIB

Akhir Perjuangan Mahasiswa Perantau Kaltara: Asrama Rp18 Miliar Resmi Berdiri di Sumbawa

Berita Terbaru

Pasangan suami istri terduga pelaku peredaran narkoba jenis sabu saat diamankan di Mapolsek Bolo, Polres Bima, Polda NTB. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan 15 poket sabu, uang tunai Rp7,17 juta, serta sejumlah barang bukti lainnya.

Hukum & Kriminal

Pasutri di Bolo Bima Kompak Jual Sabu, Kini Keduanya Cek In Masuk Sel

Sabtu, 17 Jan 2026 - 21:12 WIB