Defisit Rp170 Miliar, Fraksi PAN-PKS Bima Kompak Tolak Pokir Rp31 Miliar Tahun 2026

Avatar

- Jurnalis

Senin, 1 Desember 2025 - 16:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah defisit anggaran mencapai Rp170 miliar akibat efisiensi dari pemerintah pusat, polemik pokok pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Bima tahun anggaran 2026 kembali memanas. Dari total usulan Rp40 miliar yang diajukan legislatif dan disetujui eksekutif sebesar Rp31 miliar, justru dua Fraksi PAN dan PKS secara mengejutkan memilih menolak jatah tersebut. Penolakan ini memicu sorotan Publik, terutama setelah mencuat isu bahwa Pimpinan Dewan disebut-sebut ikut meminta alokasi hingga Rp2 miliar per orang.

SUMBAWAPOST.com | Bima- Meski terjadi efisiensi anggaran dari pemerintah pusat sebesar lebih dari Rp170 miliar terhadap total APBD Kabupaten Bima tahun 2025, perhatian eksekutif terhadap kebutuhan 45 anggota DPRD tetap menjadi prioritas Bupati Bima, Ady Mahyudi, dan Wakil Bupati Bima, dr. Irfan. Permintaan para Wakil Rakyat dalam pembahasan KUA-PPAS 2026 agar dialokasikan Pokok Pikiran (Pokir) sebesar Rp40 miliar, akhirnya hanya dipenuhi Rp31 miliar.

Angka Rp31 miliar itu mencuat usai Paripurna RAPBD pada Jumat malam. Dalam rapat yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Bima, diputuskan bahwa 45 Anggota Dewan hanya menerima Rp25 miliar, dengan nilai pembagian bervariasi. Namun isu berkembang bahwa Para Pimpinan Dewan disebut-sebut mengajukan alokasi masing-masing Rp2 miliar, kecuali Wakil Ketua DPRD Murni Suciati dari Fraksi PAN sementara Rp25 miliar dibagi untuk seluruh Anggota Dewan.

Baca Juga :  Bank NTB Syariah Torehkan Prestasi di ‘Syafif Goes to Mataram’: Literasi Naik, Transaksi Miliaran Mengalir

Isu alokasi Pokir tersebut langsung mendapat respons keras dari Ketua Fraksi PAN DPRD Kabupaten Bima, Rafidin, S.Sos. Ia menegaskan penolakan total terhadap Pokir Rp31 miliar yang ditawarkan Eksekutif.

“Saya mewakili seluruh anggota Fraksi PAN DPRD Kabupaten Bima menyatakan menolak POKIR yang diberikan untuk saya dari total pokir Rp31 miliar tersebut. Keputusan penolakan itu disepakati seluruh anggota Fraksi PAN sebanyak lima orang,” jelasnya.

Rafidin menilai penolakan tersebut rasional mengingat efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat yang mencapai 25 persen dari pagu APBD 2025. Dampaknya, APBD Kabupaten Bima tahun 2026 diperkirakan berkurang lebih dari Rp170 miliar dari total sebelumnya yang mencapai Rp2 triliun lebih.

Baca Juga :  Aroma Politik Kampus Makin Tajam, Kandidat Kuat Rektor Unram Diduga Dijegal Lewat Sanksi Etik Misterius

“Apalagi saat ini isu pokir menguntungkan Anggota Dewan, sehingga Fraksi PAN untuk tahun efisiensi sekarang menolak POKIR tersebut karena dikhawatirkan nantinya tidak mampu dibayar oleh pihak eksekutif,” paparnya.

Tak hanya PAN, Fraksi PKS juga mengambil sikap serupa. Anggota Fraksi PKS, Ismail, S.Ag, menegaskan bahwa pihaknya menolak Pokir Rp31 miliar yang telah dibagikan Pimpinan Dewan.

“Fraksi PKS tegas menolak POKIR sebanyak Rp31 miliar tersebut, sebab momennya sekarang adalah momen di mana daerah harus bersusah payah mencari anggaran untuk kepentingan rakyat Kabupaten Bima,” ujarnya. Ia mengaku mendapat alokasi Pokir sebesar Rp700 juta.

Terpisah, Bupati Bima Ady Mahyudin dihubungi media ini, hingga berita ini dimuat belum mendapatkan tanggapan.

 

Berita Terkait

Diduga Telantarkan Istri Usai Jadi Ajudan Bupati, Polisi di Bima Sepakat Cerai Usai Disidang
Hardiknas 2026, Guru PPPK Paruh Waktu di NTB Era Iqbal-Dinda Dapat Tambahan Insentif Rp500 Ribu
Dipaksakan dan Tak Sah, Subhan Bongkar Dugaan Kejanggalan Muscab PPP Dompu
PPP NTB Bergejolak, Marga Harun Sebut Muscab Dompu Tak Sah dan Bermasalah
Iqbal Libatkan Buruh di ‘Dapur Perda’, Skema PMI Disiapkan Putus Kemiskinan, Umi Dinda Ingatkan Ini
NTB ‘Sesak Napas,’ Badko HMI Bali-Nusra Bongkar Ketimpangan di Balik Mimpi Makmur Mendunia
Polisi di Bima Diduga Telantarkan Istri, Ajukan Cerai Usai Jadi Ajudan Bupati
Rinjani 100 Siap Digelar, 2.275 Pelari dari 38 Negara Bakal Taklukkan Gunung Rinjani
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:57 WIB

Diduga Telantarkan Istri Usai Jadi Ajudan Bupati, Polisi di Bima Sepakat Cerai Usai Disidang

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:23 WIB

Hardiknas 2026, Guru PPPK Paruh Waktu di NTB Era Iqbal-Dinda Dapat Tambahan Insentif Rp500 Ribu

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:55 WIB

Dipaksakan dan Tak Sah, Subhan Bongkar Dugaan Kejanggalan Muscab PPP Dompu

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:32 WIB

PPP NTB Bergejolak, Marga Harun Sebut Muscab Dompu Tak Sah dan Bermasalah

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:48 WIB

Iqbal Libatkan Buruh di ‘Dapur Perda’, Skema PMI Disiapkan Putus Kemiskinan, Umi Dinda Ingatkan Ini

Berita Terbaru